BETANEWS-ID,KUDUS – Menjelang waktu berbuka puasa, sejumlah warga berburu takjil. Lokasi Kampung Ramadan pun mulai dipadati warga. Salah satu yang paling ramai adalah Kampung Ramadan di Desa Demaan, Kecamatan/Kabupaten Kudus.
Setiap sore, ratusan warga terlihat memadati deretan stand kuliner yang membentang di sepanjang Jalan Pangeran Puger. Beragam pilihan takjil tersedia, mulai dari minuman segar seperti es buah dan es cappuccino, hingga kuliner kekinian seperti dimsum, zuppa soup, kue balok, mochi, serta jajanan tradisional lainnya.
Pasar Ramadan ini digelar oleh BUMDes Semanah Berkah Desa Demaan dan berlangsung selama bulan Ramadan, yakni mulai 21 Februari hingga 18 Maret 2026.
Baca juga: Ngalah Jadi Berkah, Kisah Penjual Kebab yang Raup Ratusan Ribu per Hari
Direktur BUMDes sekaligus panitia penyelenggara, Ahmad Ihwan mengatakan, kegiatan ini baru pertama kali digelar dengan tujuan untuk menyejahterakan warga sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal. Menurutnya, meski baru pertamakali digelar, antusiasme pengunjung sangat bagus.
“Pasar Ramadan ini untuk mensejahterakan warga Demaan. Ini baru pertama kali digelar dan setiap hari pengunjung yang datang bisa lebih dari 200 orang, tidak hanya dari Kudus tapi juga dari luar daerah,” bebernya.
Menurutnya, keberadaan Kampung Ramadan juga menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk menjajakan produk mereka, mulai dari makanan kekinian hingga tradisional dengan harga terjangkau.
Salah satu pedagang, Gita mengaku, senang bisa berjualan di lokasi tersebut. Ia menjual berbagai olahan seperti mochi dengan tiga varian rasa, yakni cokelat, cokelat keju, dan cokelat stroberi seharga Rp6 ribu, serta varian cokelat dan cokelat keju seharga Rp5 ribu.
Baca juga: Bangkit dari PHK, Ferry Kini Sukses Buka Seafood Kerang Kaki Lima
Selain itu, ia juga menjual cookies dengan harga Rp5 ribu hingga Rp8 ribu, serta brownies berbagai topping seharga Rp10 ribu.
“Di sini saya bawa 150 mochi, 30 brownies, dan sekitar 80 cookies. Baru buka setengah jam saja biasanya sudah hampir habis,” ungkapnya.
Gita menambahkan, selama ini ia memproduksi kue dari rumah dengan sistem pre-order. Kehadiran Kampung Ramadan dinilai sangat membantu pemasaran sekaligus menambah penghasilan.
Keberadaan Kampung Ramadan Demaan pun menjadi solusi praktis bagi warga yang melintas di pusat kota untuk mencari menu berbuka puasa. Dengan banyaknya pilihan kuliner dalam satu lokasi, masyarakat dapat berburu takjil dengan mudah dan nyaman.
Editor: Kholistiono

