BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus mencatat hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) siswa, baik jenjang sekolah dasar (SD) maupun sekolah menengah pertama (SMP), dengan nilai rata-rata yang belum memuaskan. Khususnya pada mata pelajaran (mapel) Matematika, di mana rata-rata nilai siswa di Kudus masih berada di bawah angka 50.
Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar Disdikpora Kudus, Anggun Nugroho, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil TKA yang dilaksanakan beberapa pekan lalu, capaian nilai siswa masih rendah. Rata-rata nilai TKA mapel Matematika untuk jenjang SD tercatat 47,91, sedangkan jenjang SMP sebesar 43,39.
Sementara itu, rata-rata nilai TKA mapel Bahasa Indonesia sedikit lebih tinggi. Untuk jenjang SD mencapai 66,74 dan jenjang SMP sebesar 67,20.
“Rata-rata nilai TKA, baik jenjang SD maupun SMP memang belum memuaskan. Tapi hasil TKA ini tidak menentukan kelulusan siswa, karena ini merupakan tes untuk mengetahui kemampuan anak dari sisi literasi dan numerasi,” bebernya, Senin (1/6/2026).
Meski demikian, beberapa siswa di Kudus berhasil memperoleh nilai sempurna 100. Untuk mapel Bahasa Indonesia jenjang SD, terdapat 34 siswa yang meraih nilai sempurna. Sementara pada jenjang SMP, ada sembilan siswa yang memperoleh nilai 100.
“Adapun sembilan siswa yang berhasil mendapatkan nilai 100, dua di antaranya dari SMP 1 Kudus, dua siswa SMP IT Al Islam, satu siswa SMP 1 Jati, satu siswa SMP 1 Gebog, satu siswa SMP 1 Mejobo, satu siswa SMP 1 Undaan, dan satu siswa SMP 3 Kudus,” rincinya.
Baca juga : Kombel Bergema Diluncurkan, Jadi Wadah Guru Tingkatkan Kompetensi dan Kreativitas Mengajar
Sementara untuk mapel Matematika, kata dia, tidak ada satu pun siswa yang memperoleh nilai sempurna, baik di jenjang SD maupun SMP. Nilai tertinggi Matematika tercatat 96,67. Pada jenjang SD, ada 12 siswa yang berhasil meraih nilai tersebut.
“Sedangkan untuk jenjang SMP hanya satu siswa yang mendapatkan nilai tertinggi 96,67, diraih oleh siswa SMP 1 Kudus,” tuturnya.
Hasil tersebut akan menjadi tolok ukur bagi Disdikpora untuk memperkuat pembelajaran literasi dan numerasi di sekolah. Sebab, secara keseluruhan capaian TKA siswa jenjang SD maupun SMP masih belum memuaskan. Selain itu, jumlah siswa yang memperoleh nilai di kisaran 30 juga cukup banyak.
“Kalau untuk nilai 0 tidak ada, sedangkan nilai 40 sebenarnya sudah memadai. Sesuai hasil, nilai 40 yang didapatkan para siswa cukup banyak. Jadi nantinya akan kami lakukan penguatan pembelajaran supaya nilai TKA siswa bisa jauh lebih baik,” jelasnya.
Ia menambahkan, hasil TKA ini akan menjadi poin tambahan dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 yang akan berlangsung pada Juni mendatang.
Editor: Kholistiono

