Libatkan Ribuan Petani Jepara, 1.700 Hektare Lahan di Lereng Muria Bakal Dikonservasi

BETANEWS.ID, JEPARA – Kawasan lereng Gunung Muria yang berada di Kabupaten Jepara bakal menjadi sasaran program konservasi lingkungan. Luas lahan yang direncanakan untuk dikonservasi mencapai 1.700 hektare dengan melibatkan ribuan petani di Jepara.

Bupati Jepara, Witiarso Utomo, mengatakan konservasi tersebut rencananya akan dilakukan oleh salah satu perusahaan swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Konservasi itu direncanakan berlangsung selama delapan tahun, mulai 2026 hingga 2033.

-Advertisement-

“Ada CSR dari salah satu perusahaan yang akan melakukan konservasi di lahan seluas 1.700 hektare. Nanti akan dilakukan penanaman beberapa jenis tanaman selama periode delapan tahun,” kata Wiwit kepada Betanews.id beberapa waktu lalu.

Pada tahun ini, program konservasi lingkungan tersebut akan difokuskan di Desa Tempur, Kecamatan Keling. Menurut Wiwit, program itu sudah disosialisasikan kepada para petani di Desa Tempur.

Dari 1.400 kepala keluarga di Desa Tempur, sebanyak 400 petani telah menyatakan akan terlibat dalam program konservasi tersebut.

Sementara itu, jumlah seluruh petani yang akan terlibat selama pelaksanaan program konservasi dari 2026 hingga 2033 diperkirakan mencapai 1.400 orang.

Baca juga : Jepara Usulkan 15 Program Prioritas Senilai Rp81 Miliar ke Pemprov Jateng

“Tahun ini akan fokus dulu di Tempur. Sebanyak 70 persen tanaman yang ditanam adalah kopi,” sebut Wiwit.

Selain kopi, akan ada beberapa tanaman pendamping yang ditanam, di antaranya alpukat dan petai.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pemeliharaan Lingkungan Hidup pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jepara, Nexon Hasiholan, mengatakan Desa Tempur menjadi fokus pertama pelaksanaan program tersebut sebagai upaya penanganan lingkungan pascabencana.

Berdasarkan informasi dari pihak perusahaan, Nexon mengatakan penanaman akan dimulai pada awal musim hujan tahun ini.

“Saat ini prosesnya masih dalam tahap penggalian dan pendataan. Nanti juga akan dibentuk kelompok-kelompok untuk memudahkan pendampingan,” jelas Nexon.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER