31 C
Kudus
Minggu, November 27, 2022
BerandaBISNISWong Djowo, Kaus...

Wong Djowo, Kaus Oleh-Oleh Khas Kudus untuk Lestarikan Bahasa Jawa

BETANEWS.ID, KUDUS – Dua perempuan berbaju sama terlihat sedang menata kaus di sebuah toko cinderamata. Kaus yang sebagian besar bertemakan Kabupaten Kudus itu tersedia dalam berbagai ukuran. Ada yang untuk anak-anak yang desainnya lucu-lucu dan juga untuk dewasa dengan desain menyesuaikan.

Berbagai kaus bertemakan Kota Kretek itu merupakan kaus oleh-oleh yang bisa ditemui di toko Wong Djowo. Toko yang berada di Jalan Sunan Muria, Desa Glantengan, Kecamatan Kota Kudus itu sudah jadi pusat oleh-oleh khas selama beberap tahun.

Karyawan Kaus oleh-oleh Wong Djowo sedang menata produk, Kamis (25/6/2020). Foto: Titis Widjayanti.

Salah seorang karyawan, Rini Kusuma (34) mengatakan, Toko Wong Djowo sendiri sudah ada sejak 2007 yang dirintis oleh Erlis Junaedi (38). Awalnya, sang pemilik hanya menjual dua desain kaus yang terus berkembang hingga sekarang punya toko oleh-oleh. Desainnya sendiri juga beraneka ragam. Dari tulisan sanepa Jawa, slogan-slogan singkat, dan produk wisata Kudus.

- Ads Banner -

Baca juga: Kenalkan Sejarah Semarang Lewat Kaus Semar Polos

“Jadi awalnya memang berangkat dari dua desain di tahun 2007. Saat ini sudah banyak. Bahkan kalau dibicarakan lebih lama, sebelum fokus ke kaus berawal dari usaha souvenir dari batok kelapa. Tapi namanya bukan Wong Djowo. Terus tahun 2007 itu mulai fokus ke bisnis kaus dengan brand ini,” papar Rini Kusuma (34), Kamis (25/6/2020).

Perempuan yang dari awal bekerja di Wong Djowo tersebut menambahkan, selain didesain sendiri oleh sang pemilik, beberap desain produk yang lain juga dirancang oleh desainer khusus. Semua rancangan produk yang dijual itu tetap mengedepankan seputar Kudus dan kata-kata berbahasa Jawa.

“Jadi kenapa desainnya seperti itu dan namanya Wong Djowo, karena memang ingin mengedukasi, mengenalkan Bahasa Jawa serta melestarikannya. Ditambah, dengan ikon kota seperti tempat-tempat bersejarah di sini yang kami angkat di desain kaos, menjadikan brand kami sekaligus sebagai media promosi tentang Kota Kudus,” kata dia.

Baca juga: Harga Mulai Rp 85 Ribuan, Dadiwae Jadi Solusi Cetak Kaus Hasil Desain Sendiri

Hingga saat ini, toko yang buka setiap hari itu sudah menjadi salah satu tujuan wisatawan yang mampir ke Kudus. Dikatakan Rini, beberapa wisatawan selalu datang ke tokonya dan membeli kaus tersebut untuk oleh-oleh. Setiap harinya, ada sekitar 30 orang pembeli yang datang. Bahkan, saat menjelang hari raya, bisa sampai kehabisan stok.

“Ini seperti yang bisa dilihat, beberapa desain habis dan masih proses pembuatan. Karena memang kemarin menjelang Lebaran, alhamdulilah, banyak yang memborong. Seperti desain kaus Wong Djowo dan Wanita (Wani Di Tata). Dua desain awal itu belum ada stoknya lagi,” tandas dia.

Editor: Ahmad Muhlisin

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,335PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler