Beranda blog Halaman 1813

Desa Kandangmas, Pusat Produksi Gula Kawur di Kudus Sejak 30 Tahun Lalu

0
Dua orang pekerja sedang mengambil adonan gula kawur yang sudah matang dan siap didinginkan di Desa Kandangmas, Sabtu (4/7/2020). Foto: Titis Widjayanti.

BETANEWS.ID, KUDUS – Gunungan ampas tebu tampak memenuhi bangunan semi permanen di area persawahan masuk Dukuh Masin, Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Seorang pekerja terlihat menggiling beberapa batang tebu yang tertumpuk di belakangnya.

Sementara beberapa pekerja lain yang kesemuanya laki-laki, berada di bangunan sebelahnya. Mereka sedang mengolah sari tebu tersebut dan merebusnya di panci-panci besar hingga mengental.

Seorang pekerja sedang menggiling tebu untuk dijadikan gula kawur di Desa Kandangmas, Sabtu (4/7/2020). Foto: Titis Widjayanti.

Hal sama juga dikerjakan Kamto (30). Raut wajahnya tampak serius mengaduk-aduk sari tebu yang direbus. Suara bising diesel penggilingan tebu seperti sudah jadi teman hariannya selama bekerja di salah satu pusat pembuatan gula kawur atau gula merah di Kudus itu.

Dia mengatakan, area tersebut memang jadi pusat pembuatan gula kawur, utamanya di daerah Kudus. Sehingga tidak heran jika hingga saat ini ada sekitar 80 pabrik pembuatan gula kawur di tempat tersebut. Usaha pembuatan gula di tempat tersebut, bahkan sudah ada sejak hampir 30 tahun silam.

Baca juga: Melihat Pembuatan Gula Tumbu di Gondangmanis Kudus

“Kalau di sini terkenalnya memang pusat pembuatan gula merah kawur. Dulu namanya gula tumbu, tapi karena sekarang pengemasannya pakai karung, jadinya namanya gula kawur,” papar Kamto, Sabtu (4/7/2020).

Dulunya, lanjut Kamto, penggilingan tebu menggunakan tenaga sapi. Baru beberapa tahun terakhir ini menggunakan mesin penggilingan tebu yang lebih modern dan tentunya mempengaruhi hasil produksi.

“Untuk saat ini, sehari bisa memproduksi sekitar 1 ton gula merah. Dan sudah ada pengepul yang nantinya mengedarkan gula kawur ke pembeli langganan mereka,” beber Kamto.

Menurut Kamto, ciri khas gula kawur di tempatnya adalah produksinya memakai bumbu batu kapur yang dicampur air, supaya agak mengeras bentuknya. Untuk prosesnya sendiri, Kamto katakan cukup simpel. Yakni sari tebu dari penggilingan direbus di tungku. Tahapannya harus melalui lima tungku yang setiap satu jamnya di pindah dari satu tungku ke tungku selanjutnya.

Baca juga: Saking Larisnya, Siswanto Hanya Mampu Layani 400 Keranjang Kolak Gudang Sehari

“Kalau tahapnya cuma itu. Tapi per tungku kan tingkat kekentalan atau menyebutnya sari tebunya ketuaannya berbeda. Jadi dipindah-pindah. Prosesnya sendiri sekitar satu jam lebih. Setelah dari tungku kelima nanti kalu sudah benar-benar matang, ya siap untuk diangkat ke loyang besar,” papar dia.

Menurutnya, tingkat kemanisan gula kawur juga berbeda tergantung musim. Ketika musim penghujan, biasanya tebunya itu kurang manis, jadi gula yang dihasilkan juga kurang manis.

“Tapi kalau musim kemarau, sari tebu yang dihasilkan cukup manis sehingga gula yang diproduksi pun menjadi manis,” tukas Kamto.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Direktur PDAM Kudus Ditahan Kejati Jateng Terkait Kasus Dugaan Suap Jual Beli Jabatan

0
Direktur PDAM Kudus, Ayatullah Humaini ditahan Kejati Jateng. Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah menahan Direktur PDAM Kudus Ayatullah Humaini, dalam kasus dugaan suap jual beli jabatan di perusahan milik daerah tersebut. Yang bersangkutan ditahan hari ini, Kamis (16/7/2020).

“Ditahan 20 hari ke depan,” ujar Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Jateng, Ketut Sumedana di Semarang.

Baca juga : Statusnya Ditingkatkan jadi Tersangka, Humaini Belum Didampingi Kuasa Hukum

Humaini sendiri, menurut Ketut, sudah ditetapkan menjadi tersangka pada 27 Juni lalu. Hal ini merupakan pengembangan dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Kejari Kudus terhadap salah satu pegawai PDAM Kudus pada 11 Juni 2020.

Ia menjelaskan, barang bukti yang diamankan, di antaranya adalah dokumen yang terkait pengangkatan pegawai, termasuk dokumen pembuktian dan juga uang Rp 65 juta.

“Yang berhasil kita rincikan ada Rp 720 juta. Ini akan kita kembangkan terus,” ungkapnya.

Ketut juga menjelaskan, jika peran dari tersangka adalah memerintahkan dan menerima dalam perkara suap tersebut. Pihak swasta yang juga jadi tersangka, yaitu SO juga ikut diperintah untuk mencari pegawai yang mau diangkat.

“Memerintahkan Plt pegawai dan pihak swasta untuk menyediakan uang dengan mencari dari pegawai yang diangkat dan dipromosikan termasuk pegawai honorer,” sebutnya.

Baca juga : Direktur jadi Tersangka, Pelayanan PDAM Kudus Tetap Berjalan

Lanjutnya, saat ini baru ada 16 orang yang mengaku telah menyerahkan uang, dengan besaran bervariasi. Mulai dari Rp 10 juta hingga Rp 65 juta.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 12e, 11, serta 5 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dan ditambahkan dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Satu Tersangka Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan PDAM Kudus Positif Covid-19

0
Beberapa warga sedang beraktivitas di depan kantor PDAM Kudus. Foto: Imam Arwindra.

BETANEWS.ID, KUDUS – Satu tersangka kasus dugaan suap pengangkatan dan penerimaan pegawai di lingkup PDAM Kudus terkonfirmasi positif Covid-19. Saat ini, yang bersangkutan tengah dirawat di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus.

Direktur RSUD dr Loekmono Hadi Kudus Abdul Aziz Achyar menuturkan, saat ini pasien berinisial T tersebut tengah dirawat di ruang isolasi. Menurutnya, pasien memiliki penyakit penyerta diabetes melitus dan juga terdapat sejumlah luka akibat penyakit tersebut.

“Saat ini tengah kami rawat intensif di ruang isolasi,” tuturnya, Kamis (16/7/2020).

Baca juga: Tak Hanya Direktur PDAM Kudus, Tersangka T Juga Dikabarkan Sakit

Aziz menjelaskan, pasien mulai dirawat di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus sejak Senin (13/7/2020) malam. Pasien dipindah dari rumah tahanan Polres Kudus oleh petugas kejaksaan. “Senin (13/7/2020) masuk RSUD,” jelasnya.

Tertularnya tersangka diduga berasal dari rumah tahanan di Polres Kudus. Pasalnya, beberapa saat lalu terdapat tahanan di Polres Kudus yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma membenarkan jika tersangka tersebut memiliki kontak erat dengan tahanan yang terkonfirmasi positif beberapa waktu lalu. Menurutnya, terdapat tiga tahanan milik kejaksaan yang positif Covid-19.

Baca juga: Kasus Jual Beli Jabatan, Direktur PDAM Kudus jadi Tersangka

“Dari kejaksaan kemarin ada tiga orang yang positif,” jelasnya.

Diketahui, T merupakan tersangka kasus dugaan suap pengangkatan dan penerimaan pegawai di lingkungan PDAM Kudus. Dirinya ditangkap oleh Kejari Kudus saat OTT yang dilakukan, Kamis (11/6/2020).

Dari penangkapan T, Kejari Kudus menyita barang bukti berupa uang Rp 65 juta, buku tabungan, ponsel dan sepeda motor.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Tak Hanya Direktur PDAM Kudus, Tersangka T Juga Dikabarkan Sakit

0
Suasana Kantor PDAM Kudus malam hari. Foto: Imam Arwindra

BETANEWS.ID, KUDUS – Tersangka T atau Toni Yudiantoro, pegawai PDAM Kudus yang ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) dikabarkan sakit. Saat ini Toni dirawat di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus.

Menurut Kuasa Hukum Direktur dan Pegawai PDAM Kudus Slamet Riyadi, Toni mulai opnam di rumah sakit mulai hari Senin (13/7/2020). Hingga saat ini, Toni masih dirawat intensif di ruang isolasi.

“Yang bersangkutan (Toni) saat ini dirawat insentif di RSUD,” tuturnya saat konferensi pers, Kamis (16/7/2020).

Baca juga : Direktur jadi Tersangka, Pelayanan PDAM Kudus Tetap Berjalan

Di hari yang sama, Senin (13/7/2020), Direktur PDAM Kudus Ayatullah Humaini, tersangka baru dalam pengembangan kasus OTT PDAM, juga dikabarkan sakit. Hal tersebut dibenarkan Direktur RS Mardi Rahayu Pujianto.

Menurut Pujianto, Humaini mulai dirawat di RS Mardi Rahayu sejak Senin (13/7/2020). Namun saat ini kondisi pasien baik. “Kondisinya (Ayatullah Humaini) baik,” tutur Pujianto.

Slamet menuturkan, informasi sakitnya Toni dan Humaini keseluruhan diinformasikan dari keluarga. Menurutnya, pihaknya tidak tahu secara pasti penyakit apa yang sedang diderita.

“Informasi terbaru ini, Mas Hum (Humaini) sudah keluar kemarin. Tapi kami belum tahu detailnya,” jelasnya.

Dengan sakitnya kedua kliennya, pihaknya berharap masyarakat dan lembaga penegak hukum memaklumi akan kondisi tersangka. Nantinya, setelah yang bersangkutan sehat, mereka akan mengikuti pemeriksaan lebih lanjut.

“Harapannya memang yang bersangkutan bisa cepat pulih dulu. Supaya bisa mengikuti proses hukum dengan maksimal,” tuturnya.

Baca juga : Humaini Dikabarkan Sakit, Direktur RS Mardi Rahayu: Kondisinya Baik

Dalam perkembangan kasus suap penerimaan dan pengangkatan pegawai di PDAM Kudus, telah ditetapkan tiga tersangka. Yakni inisial T atau Toni Yudiantoro, A atau Ayatullah Humaini dan O atau Oni alias Sukma Oni Irwadani.

Menurut Slamet, hingga hari ini pihaknya belum menerima salinan penetapan tersangka A dan O dari Kejati Jawa Tengah.

“Saat ini kami menghentikan pendampingan karena memang belum ada surat kuasa resmi yang baru. Kapasitas (kuasa hukum) selaku saksi. Sekali lagi kami tegaskan dalam kapasitas selalu saksi dalam perkara penerimaan dan pengangkatan pegawai PDAM,” terangnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Statusnya Ditingkatkan jadi Tersangka, Humaini Belum Didampingi Kuasa Hukum

0
Slamet Riyadi, Pengacara saat konferensi pers terkait kasus yang menimpa Direktur PDAM Kudus. Foto: Imam Arwindra

BETANEWS.ID, KUDUS – Direktur PDAM Kudus Ayatullah Humaini dikabarkan pernah mangkir satu kali dalam panggilan pemeriksaan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah. Selain itu, Direktur PDAM Kudus tersebut tenyata belum didampingi kuasa hukum saat sudah ditetapkan menjadi tersangka.

Hal tersebut disampaikan Slamet Riyadi, Kuasa Hukum Direktur dan pegawai PDAM Kudus Slamet Riyadi saat Ayatullah Humaini masih berstatus sebagai saksi.

Baca juga : Humaini Dikabarkan Sakit, Direktur RS Mardi Rahayu: Kondisinya Baik

Slamet menjelaskan, ketika direktur dan pegawai PDAM Kudus diperiksa menjadi saksi di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kudus, pihaknya bersama tiga pengacara lainnya selalu mendampingi saat diperiksa. Namun saat Direktur PDAM Kudus dikabarkan menjadi tersangka, pihaknya hingga saat ini belum menerima kuasa dari yang bersangkutan.

“Kapasitas (kuasa hukum) selaku yang bersangkutan masih saksi. Sekali lagi kami tegaskan dalam kapasitas selaku saksi dalam perkara penerimaan dan pengangkatan pegawai PDAM,” jelasnya.

Menurut Slamet, saat ini Humaini masih belum didampingi kuasa hukum. Dirinya pun mendengar kabar, bahwa Humaini pernah mangkir satu kali dari panggilan Kejati Jawa Tengah. “Semua upaya hukum dari tersangka (Humaini). Hak pribadi tersangka,” tuturnya.

Hingga saat ini, berdasarkan surat perintah dari Kajari Kudus, pihaknya menjadi kuasa hukum dalam kapasitas yang bersangkutan menjadi saksi. Namun ke depan, bila Direktur PDAM mengamanahkan dan mempercayakan penanganan hukum kepadanya, pihaknya tentu akan siap menjalankannya.

“Kami tidak bisa meminta. Kami hanya bisa menolak dan menerima,” tuturnya.

Baca juga : Kasus Jual Beli Jabatan, Direktur PDAM Kudus jadi Tersangka

Menurut Slamet, pihaknya belum bisa memastikan Direktur PDAM Kudus benar-benar menjadi tersangka. Menurutnya, dia belum menerima salinan resmi dari Kejati Jawa Tengah mengenai penetapan tersangka tersebut. “Saya tahunya itu dapat info dari Ibu Kajari dan media,” tuturnya.

Selain itu, Slamet juga mengaku tidak menjalin komunikasi dengan Direktur PDAM Kudus sudah selama sepekan. Namun pihaknya akan terus menjalankan tugasnya sebagaimana surat perintah dari Kajari Kudus.

“Saksi yang sudah diperiksa awalnya itu 25 orang, selanjutnya tambah delapan orang,” tuturnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Ketersediaan Pupuk Bersubsidi di Kudus Baru Aman Hingga September

0
Abdullah Muttaqin, Anggota KP3 Kudus. Foto: Ahmad Rosyidi

BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah kertas berisi ajuan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) Pupuk Bersubsidi terlihat sedang dicek oleh seorang pria di salah satu ruangan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus. Pria bernama Abdullah Muttaqin (49) itu, berkenan berbagi informasi terkait ketersediaan pupuk bersubsidi di Kudus. Menurutnya, ketersediaan pupuk bersubsidi hanya aman hingga bulan September 2020.

Sedangkan bulan Oktober 2020 kemungkinan sudah mulai lampu kuning. Yang berarti ketersediaan belum bisa dikatakan aman. Sehingga, pihaknya mengajukan pupuk tambahan untuk mencukupi kebutuhan pupuk bersubsidi hingga bulan Desember 2020.

Baca juga : Ganjar Takjub Inovasi Petani Muda Asal Kudus, Tanam Melon Tanpa Pestisida

“Jadi, awal bulan ini kami mengajukan pupuk tambahan. Karena dari RDKK yang kami ajukan hanya turun sekitar 60 persen. Jadi masih ada kekurangan sekitar 40 persen dari kebutuhan, dan ini baru proses kami ajukan,” kata Anggota Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Kudus kepada betanews.id.

Pria yang akrab disapa Taqin itu melanjutkan, RDKK pupuk bersubsidi dihitung sesuai kebutuhan lahan garapan petani. Petani yang punya garapan lahan harus mendaftarkan diri ke admin kecamatan. Untuk syarat pendaftaran, harus melampirkan bukti pajak tanah garapan dan KTP.

Setelah terdaftar, nantinya petani akan mendapat kartu tani. Datanya akan masuk ke aplikasi e-RDKK pupuk bersubsidi. Dan data tersebut menjadi landasan pengajuan pupuk bersubsidi untuk kebutuhan selama satu tahun.

Baca juga : Budidaya Anggur Secara Organik Diklaim Lebih Cepat dan Buahnya Lebih Banyak

“Dari data tersebut, kemudian kami ajukan kebutuhan pupuk bersubsidi. Jadi petani sudah ada jatah pupuk, dan hanya bisa diambil dari kios sesuai wilayah masing-masing,” terangnya, Senin (13/7/2020).

Maksimal subsidi hanya 2 hektare, tidak boleh lebih. Jika garapan lebih dari dua hektar, sisanya harus membeli pupuk non subsidi yang harganya lebih mahal.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Dua Pasar Tradisional di Kawasan Borobudur Bakal Dilakukan Penataan Tahun Depan

0
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat meninjau Pasar Ngrajek. Foto: Ist

BETANEWS.ID, MAGELANG – Salah satu fokus utama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo untuk penataan kawasan Borobudur adalah penataan pasar-pasar tradisional. Setidaknya, dua pasar tradisional disiapkan Ganjar untuk ditata ulang agar lebih baik dan menarik. Dua pasar itu adalah Pasar Prembulan di Desa Tegalarum dan Pasar Ikan Ngrajek di Desa Ngrajek.

Untuk memastikan kondisi dua pasar itu, Ganjar menijau langsung dalam kunjungannya di Magelang, Kamis (16/7/2020). Dengan teliti, Ganjar melihat kondisi pasar serta potensi yang bisa dikembangkan.

Ganjar melihat potensi dua pasar tradisional itu sangat besar. Sebab, di sekitar pasar sudah berdiri Balkondes yang dapat dijadikan tempat penginapan turis serta fasilitas lain seperti kampung kerajinan dan sebagainya.

Baca juga : Sudah Rindu Piknik? Akhir Pekan Ini Candi Borobudur Siap Dibuka

“Ketika Borobudur ditetapkan sebagai kawasan wisata dunia, maka suporting kawasannya harus dilakukan. Pemerintah pusat sudah memberikan dukungan-dukungannya, maka saya ingin ikut mensuport dari sisi ekonomi rakyatnya,” kata Ganjar.

Menurut Ganjar, masyarakat kecil seperti pedagang pasar tradisional banyak yang belum tersentuh. Untuk itu, diperlukan upaya sentuhan dari pemerintah agar pembangunan merata.

“Di pasar tradisional yang saya kunjungi ini, diharapkan ke depan lebih tertata, lebih bagus dan menjadi destinasi wisata baru. Yang mau kulineran di sini, lihat pembibitan ikan, atau mau beli aneka sayuran dan kerajinan di pasar Prembulan tadi,” terangnya.

Untuk itulah pihaknya akan melakukan penataan. Nantinya, design pasar-pasar tradisional itu akan dibuat lebih bagus sehingga wisatawan tertarik berkunjung.

Pasar tradisional di sekitar Borobudur harus bersih, tertata dan menarik. Tidak hanya menjual sayuran saja, tapi kerajinan masyarakat juga harus digerakkan.

“Artinya tidak hanya di Borobudur saja, mereka yang datang ke sana hanya jalan-jalan, tapi kalau mau belanja, kulineran ya di sini. Maka kalau Borobudur dihidupkan sebagai satu destinasi besar, maka yang di pinggir-pinggir ini mendapat cipratan rejeki,” pungkasnya.

Salah satu pedagang di Pasar Prembulan, Marsinah,67, mengatakan senang mendapat kabar bahwa pasar tempatnya berjualan sejak puluhan tahun akan ditata. “Nggeh remen sanget (ya senang sekali). Kersane rame (biar tambah ramai),” katanya.

Menurut Marsinah, setiap hari di pasar itu hanya didatangi warga sekitar untuk membeli kebutuhan sembako. Apabila pasar ditata dan diperbaiki, maka tidak menutup kemungkinan wisatawan akan datang ke tempat itu.

Baca juga : Ganjar Beri Izin Pembukaan Candi Borobudur untuk Simulasi

“Biasane ya lumayan, tapi saiki sepi mergo corona (sekarang sepi akibat Covid-19). Mugu-mugo ndang ditoto (semoga cepat ditata) ben tambah rame (biar tambah ramai pembeli),” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala DPU Bina Marga dan Cipta Karya Jateng, Hanung Triyono menerangkan, rencana penataan pasar-pasar tradisional itu akan dimulai tahun depan. Anggaran sebesar Rp 30 miliar sudah disiapkan untuk keperluan itu.

“Rinciannya untuk Pasar Ikan Ngrajek sebesar Rp 10 miliar dan Pasar Prembulan Rp 20 miliar. Jadi anggaran itu nantinya untuk menata pasar agar lebih bagus. Nantinya tidak hanya menjual sayuran, di pasar itu juga akan digunakan untuk menjual aneka kerajinan tangan dari masyarakat,” ucap Hanung.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Direktur jadi Tersangka, Pelayanan PDAM Kudus Tetap Berjalan

0
Ayatullah Humaini, Direktur PDAM Kudus. Foto: Imam Arwindra

BETANEWS.ID, KUDUS – Direktur PDAM Kudus Ayatullah Humaini telah ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah. Peningkatan status dari saksi menjadi tersangka tersebut, terkait kasus dugaan suap pengangkatan dan penerimaan pegawai di lingkungan PDAM Kudus.

Namun, dalam proses hukum yang masih berjalan, pelayanan di PDAM dipastikan akan berjalan normal. Hal tersebut disampaikan Dewan Pengawas PDAM Kudus, Dio Hermansyah Bakri saat ditemui di Gedung Sekretaris Daerah, Rabu (15/7/2020).

Baca juga : Humaini Dikabarkan Sakit, Direktur RS Mardi Rahayu: Kondisinya Baik

Dio menjelaskan, PDAM Kudus memiliki pelanggan sekitar 42 ribu pelanggan. Menurutnya, pelayanan di PDAM akan normal seperti biasanya walau saat ini PDAM sedang terkena musibah.

Menurutnya, pihaknya sudah berkoordinasi dengan para pegawai di PDAM Kudus. Dirinya meminta agar semua pegawai di PDAM agar bekerja dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing.

“Kita sudah berkoordinasi dengan teman-teman di PDAM, para Kabag (kepala bagian), kita akan jalan sesuai dengan tupoksinya masing-masing,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Kejati Jateng telah menetapkan Direktur PDAM Kudus Ayatullah Humaini menjadi tersangka baru dalam kasus dugaan suap penerimaan dan pengangkatan pegawai di lingkungan PDAM Kudus. Informasi tersebut dibenarkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kudus Rustiningsih, Selasa (14/7/2020).

Baca juga : Kronologi OTT Pegawai Hingga Penetapan Tersangka Direktur PDAM Kudus

Selain Direktur PDAM Kudus, terdapat juga tersangka inisial O yang diduga adalah Oni atau Sukma Oni Irwadani, pemilik Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Mitra Jati Mandiri.

Penetapan tersangka baru oleh Kejati Jawa Tengah, yakni dari hasil pengembangan kasus operasi tangkap tangan (OTT) pegawai PDAM berinisial T yang dilakukan Kejari Kudus, Kamis (11/6/2020). Dari tersangka T, Kejari Kudus menyita barang bukti berupa uang Rp 65 juta, buku tabungan, handphone dan sepeda motor.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Ganjar Perintahkan Seluruh Daerah Segera Belanjakan APBD untuk Perbaiki Ekonomi

0
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Foto: Ist.

BETANEWS.ID, MAGELANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memerintahkan seluruh kepala daerah segera membelanjakan APBD. Tujuannya, untuk memberikan stimulus kepada masyarakat agar bisa meningkatkan ekonomi masing-masing.

Presiden Jokowi, lanjut Ganjar, meminta seluruh kepala daerah segera mengoptimalkan APBD. Menindaklanjuti perintah itu, Ganjar langsung gerak cepat meneruskannya pada masing-masing Kepala Daerah di Jawa Tengah.

“Rata-rata semua daerah mengalami penurunan pendapatan. Maka kemarin saat rapat dengan Presiden, saya diperintahkan agar memberikan stimulus ekonomi dengan cara mengoptimalkan APBD,” kata Ganjar usai rapat terbatas dengan Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito dan sejumlah jajarannya di Kantor Balai Kota Magelang, Kamis (16/7/2020).

Menurut Ganjar, kalau itu dilakukan, maka ekonomi di kuartal ketiga akan menanjak. Sehingga, akhir tahun ekonomi di Jawa Tengah akan positif.

Baca juga: Ganjar Sebut UMKM jadi Kekuatan Kebangkitan Ekonomi

“Ini waktunya kita belanjakan APBD. Kesempatannya hanya ada pada bulan Juli, Agustus hingga September. Maka saya minta semua cepat,” tegasnya.

Namun ia mewanti-wanti, pembelanjaan APBD itu sebaikanya menyasar ke UKM, agar perekonomian mereka juga ikut terkerek.

“Tapi belanjanya saya minta ke UKM yang paling lokal, biar masyarakat kecil bisa jalan. Jadi yang kecil-kecil kita berikan stimulus, sementara perusahaan besar yang ekspor kita berikan insentif dan karpet merah, agar ekspor impor kita bagus dan devisa bisa masuk,” terangnya.

Selain itu, Ganjar juga tengah menggodok peraturan terkait belanja proyek-proyek dari APBD. Ia mengusulkan agar sejumlah proyek dilakukan dengan cara padat karya.

“Saatnya sekarang, gotong royong digiatkan. Dengan padat karya, maka masyarakat juga bisa ikut merasakan,” ucap Ganjar.

Baca juga: Dijadikan Penopang Kebangkitan Ekonomi, Ganjar Percepat Operasional KEK Kendal

Ganjar menyebutkan, pendapatan Jawa Tengah lanjut dia memang sangat terdampak. Dari laporan yang diterima, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jateng turun sekitar 12,5 persen.

“Pendapatan Jateng turun sekitar 12,5 persen. Soalnya PAD Jateng kan terbesar dari pajak kendaraan bermotor. Karena tidak ada yang beli kendaraan, jadi pendapatan kita menurun,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Mancing Katak, Aktivitas Musiman yang Sedang Digemari Warga Kudus

0
Seorang warga sedang memancing katak di area persawahan Desa Mlati Norowito, Kamis (9/7/2020). Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Sore itu, area persawahaan Desa Mlati Norowito, Kecamatan Kota Kudus terlihat beberapa orang sedang memancing. Ditemani angin sepoi-sepoi khas, mereka terlihat cekatan menggerakkan pancingnya saat ada yang nampak hijau dan mulai keluar benihnya. Rupanya, mereka tidak sedang mancing ikan, melainkan berburu katak.

Salah satu pemancing Noor Rohmat (30) menuturkan, setiap sore sepulang bekerja, dia selalu memancing katak di sawah tersebut. Hal itu dilakukan sekedar untuk hiburan saja. Hasilnya juga tidak untuk dijual, tapi untuk dimasak jadi swike.

Dua warga sedang memancing katak di area persawahan Desa Mlati Norowito, Kamis (9/7/2020). Foto: Rabu Sipan

“Hampir setiap sore saya mancing katak. Untuk hiburan saja sepulang bekerja. Katak yang didapat nanti dibuat mayoran bersama teman-teman,” ujar pria yang akrab disapa Kinung kepada Betanews.id, Kamis (9/7/2020).

Baca juga: Banyak Ikannya, Kini Kali Gelis jadi Jujugan Pemancing

Warga Desa Pedawang, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus itu mengaku, sedari dulu memang hobi memancing ikan. Namun diakuinya, mancing katak ternyata lebih asyik karena cepat dapat. Sedangkan mancing ikan itu harus nunggu lama agar umpannya dimakan ikan.

Menurutnya, enaknya mancing katak itu, umpannya tetap utuh saat katak terkena pancing. Cara mancingnya juga gampang, pancing yang dikasih umpan itu digerakkan terus menerus di antara tanaman padi. Tanaman yang bergerak itu akan memancing katak untuk mendekat, sebab dikira ada serangga. Saat umpan yang bergerak itu digigit, tinggal diangkat dan dapat.

“Saya mancing katak mulai pukul 16.00 sampai pukul 17.30 WIB. Dalam tempo waktu tersebut biasanya saya dapat katak dua kilogram,” ungkap Kinung yang mengaku pernah dapat katak sebesar sekepalan orang dewasa.

Baca juga: Wisata Air Jratunseluna di Desa Temulus Kembali Dibuka

Sedangkan pemancing lainnya, Munadi (29) mengatakan, hasil dari memancing katak itu akan dijadikan pakan lele. Dia mengaku, pakan katak lebih menghemat pengeluaran daripada harus membeli pur.

“Sayangnya mancing katak di sawah kayak gini itu musiman. Kalau sudah tidak ada tanaman padinya, kataknya juga ikut nggak ada,” tutu pria yang biasa disapa Rejo tersebut.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Ganjar Bantu Sejumlah Lembaga Keagamaan di Magelang Sebesar Rp 705 Juta

0
Gubernur Ganjar Pranowo saat menyerahkan Bantuan Pembangunan Pendidikan dari APBD Provinsi Jawa Tengah di Kabupaten Magelang, Kamis (16/7/2020). Foto: Ist.

BETANEWS.ID, MAGELANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan bantuan untuk sejumlah lembaga keagamaan di Kabupaten Magelang sebesar Rp 705 juta. Bantuan itu diberikan kepada yayasan, pondok pesantren, sekolah keagamaan, dan lainnya. Bantuan tersebut bersumber dari anggaran Pembangunan Pendidikan dari APBD Provinsi Jawa Tengah.

Salah satu penerima bantuan dari Yayasan Birrul Ummah Tegalrejo KH Zainul Habib, sangat berterimakasih dengan perhatian pemerintah terhadap pengembangan pendidikan keagamaan di Magelang.

Gubernur Ganjar Pranowo saat menyerahkan Bantuan Pembangunan Pendidikan dari APBD Provinsi Jawa Tengah di Kabupaten Magelang, Kamis (16/7/2020). Foto: Ist.

Alhamdulillah, perhatian ini membuat kami tambah semangat untuk mendidik anak-anak menjadi generasi yang cerdas dan religius,” kata dia dalam acara penyerahan bantuan di SMP Birrul Ummah Tegalrejo Magelang, Kamis (16/7/2020).

Baca juga: Tak Ingin Jadi Klaster Covid-19, Ganjar Minta Protokol Kesehatan di Pesantren Diperketat

Dalam kegiatan yang dihadiri sejumlah pengasuh pondok pesantren dan lembaga keagamaan lain di Kabupaten Magelang itu, Yayasan Birrul Ummah Tegalrejo mendapat bantuan Rp 60 juta. Sebelumnya, pihak yayasan juga mendapat bantuan Rp 100 juta yang telah digunakan untuk membantun empat ruang kelas sekolah.

“Kami memiliki SMP berbasis pesantren yang kami dirikan pada 2017 lalu. Alhamdulillah, dengan gotong royong masyarakat dan bantuan dari pemerintah ini, kami bisa membangun ruang kelas untuk belajar mengajar para santri,” jelasnya.

Zainul juga memastikan, semua kegiatan belajar mengajar di yayasannya menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Kami berusaha agar santri disiplin, baik di dalam pondok maupun di sekolah,” tutupnya.

Baca juga: Pelaku Pariwisata di Jateng Dapat Bantuan Sembako dari Kemenparekraf

Selain memberikan bantuan, Ganjar juga menyempatkan diri melihat proses belajar para santri di Yayasan Birrul Ummah Tegalrejo. Ganjar senang, karena semua santri tertib memakai masker dan jarak antara satu dengan lainnya terjaga.

“Seperti ini yang kami harapkan, tinggal nanti saat mereka keluar istirahat atau lainnya, tetap diminta disiplin menjaga jarak,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Tak Ingin Jadi Klaster Covid-19, Ganjar Minta Protokol Kesehatan di Pesantren Diperketat

0
Gubernur Ganjar Pranowo menyempatkan diri melihat proses belajar para santri di Yayasan Birrul Ummah Tegalrejo, Kamis (16/7/2020). Foto: Ist.

BETANEWS.ID, MAGELANG – Dalam upaya meminimalisir adanya klaster baru dari pondok pesantren, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta para pengasuh di seluruh Jawa Tengah mengetatkan protokol kesehatan.

Ganjar mengatakan, saat ini sudah banyak pondok pesantren yang memulai aktivitasnya kembali. Sehingga, sejumlah santri dari berbagai daerah sudah masuk ke Jateng untuk menuntut ilmu di pondok-pondok pesantren itu.

Gubernur Ganjar Pranowo menyempatkan diri melihat proses belajar para santri di Yayasan Birrul Ummah Tegalrejo, Kamis (16/7/2020). Foto: Ist.

“Kemarin saya diundang rapat oleh pak Presiden. Ada dua hal yang dibahas, pertama soal Covid-19, kedua soal ekonomi. Nah yang soal covid ini, intinya Presiden mengingatkan bahwa belum selesai, sehingga protokol kesehatan harus dilaksanakan dengan disiplin,” kata Ganjar saat meresmikan gedung SMP Birrul Ummah Tegalrejo Magelang, Kamis (16/7/2020).

Baca juga: Puluhan Pesantren di Kajen Pati Bentuk Satgas Jogo Santri

Oleh sebab itu, orang nomor satu di Jateng itu meminta seluruh pengasuh pondok pesantren memperketat protokol kesehatan. Semua aktivitas santri harus disiplin, termasuk pakai masker, jaga jarak, dan rajin cuci tangan pakai sabun.

“Saya kemarin mendapat pesan dari beberapa anak NU muda di berbagai negara. Intinya mereka meminta agar ada upaya pencegahan penularan covid-19 di pondok pesantren. Mereka tidak rela, Romo Kyai dan Ibu Nyai pengasuh pondok pesantren meninggal karena Covid,” terangnya.

Persoalannya, lanjut Ganjar, banyak pondok pesantren yang belum bisa menerapkan protokol kesehatan seperti yang dianjurkan. Makanya, ini jadi masalah yang kudu cepar diselesaikan.

“Persoalannya banyak pondok pesantren yang airnya tidak mengalir, kalau wudhu atau mandi di kolam. Ini yang harus dibenahi, termasuk saat santri mengaji atau tidur,” jelasnya.

Baca juga: Usulan Anggaran untuk Alkes di Pesantren Naik jadi Rp 9 Miliar

Ganjar juga menyempatkan diri melihat proses belajar para santri di Yayasan Birrul Ummah Tegalrejo. Ganjar senang, karena semua santri tertib memakai masker dan jarak antara satu dengan lainnya terjaga.

“Seperti ini yang kami harapkan, tinggal nanti saat mereka keluar istirahat atau lainnya, tetap diminta disiplin menjaga jarak,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Tips Bikin Kandang Kambing yang Sehat dan Ramah Lingkungan

0
Awik Supirman memperlihatkan kandang kambing di dekat rumahnya, Senin (29/6/2020). Foto: Rabu Sipan.

BETANEWS.ID, KUDUS – Siang itu seusai berdagang kambing di pasar, Awik Supirman (50) tampak berkutat di kandang yang tidak jauh dari rumahnya. Dia terlihat memberi makan puluhan hewan peliharaannya itu dengan daun nangka. Tak lupa, bekas makan yang tercecer di sekitar kandang lalu ia bersihkan.

Baginya, merawat kandang agar tetap bersih adalah salah satu cara untuk menjaga kambing tetap sehat dan nyaman. Hal itulah yang sudah ia praktikkan selama puluhan tahun dan terbukti sukses. Oleh karenanya, Awik kemudian ingin membagikan tips membangun kandang kambing yang benar dan tentunya ramah lingkungan.

Awik Supirman sedang memberi makan kambing yang dijualnya menjelang Hari Raya Idul Adha, Senin (29/6/2020). Foto: Rabu Sipan.

Warga Dukuh Klotok, Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus itu menuturkan, membuat kandang kambing memang tidak boleh sembarangan, atau asal jadi saja. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yakni sirkulasi udara, serta akses untuk membersihkan kandang tersebut.

“Kalau sirkulasi udaranya bagus dan bersih akan membuat kambing nyaman. Tetangga juga tidak terganggu dengan bau kotoran kambing. Otomatis pertumbuhan kambing bisa normal, serta kita juga tenang beternak, karena tidak dikomplain oleh tetangga,” ujarnya kepada Betanews.id, Selasa (7/7/2020).

Baca juga: Sebulan Jelang Idul Adha, Pirman Mulai Kebanjiran Pesanan Kambing

Untuk pemilihan bahan pembuatan kandang, ia memilih kayu kalimantan dikombinasikan dengan bambu. Kalau ukuran kandang bisa disesuaikan berapa banyak kambing yang dipelihara. Namun, dia menganjurkan antara kandang satu dan yang lainnya itu sebaiknya disekat.

Untuk sekat, Awik menyarankan lebar ruangnya tidak terlalu luas yaitu kisaran 2,5 meter. Menurutnya, panjang kambing paling besar itu tidak lebih dari dua meter. Jadi ada sisa ruang di belakang yang bisa dijadikan akses untuk melihat besar kambing secara utuh.

“Sekaligus bisa dijadikan jalan untuk mengeluarkan dan memasukan kambing ke dalam kandang. Tempat pakan kambing juga harus diperhatikan. Lebarnya sekitar setengah meter,” ungkapnya.

Soal luas kandang yang ngepres itu, lanjut Awik, itu dimaksudkan agar kambing tidak banyak bergerak. Alasannya, jika banyak bergerak, makanan yang dimakan tidak akan jadi daging tapi jadi tenaga. Selain itu, ia juga khawatir nanti leher kambing bisa terlilit tali pengikat dan mati.

Baca juga: Gagal Jadi TNI Hingga Tujuh Kali, Jenggot Justru Sukses di Usaha Jual Kambing

“Namun kalau terlalu sempit, kambing bisa stres, yang akibatnya memperlambat pertumbuhan kambing itu sendiri,” jelas pria yang sudah dikaruniai tiga orang anak itu.

Sedangkan untuk tinggi bangunan kandang, ia menyarankan tiga meter. Jangan terlalu tinggi juga jangan juga terlalu rendah. Kalau terlalu tinggi, takutnya banyak angin yang masuk bisa mengakibatkan kambing masuk angin. Kalau terlalu rendah, nanti kambingnya bisa kepanasan saat siang atau pas musim kemarau.

“Intinya kita harus membuat kambing senyaman mungkin. Agar pertumbuhannya bisa maksimal,” ujarnya.

Problem pembuatan kandang adalah menjaga kebersihannya. Makanya, ia juga menyarankan kandang sebaiknya dibuat model panggung. Tinggi panggung sekitar 60 sentimeter. Ukuran tersebut sudah cukup sebagai akses pembersihan kotoran kambing di kolong kandang.

Baca juga: Stok Hewan Kurban di Kudus Aman, Dinas Pertanian Intens Turun ke Lapangan

Dia menganjurkan kandang dibersihkan setiap hari termasuk kotoran kambing agar baunya tidak mengganggu tetangga. Menurutnya, kotoran kambing miliknya selalu diambil orang gratis untuk dijadikan pupuk. Dia mengaku tidak mau menjual kotoran takut tidak berkah.

“Untuk pakan, saya memberi makan kambing empat kali sehari semalam. Pagi, sore, dan malam saya kasih rumput dan dedaunan. Sedangkan siang saya kasih ampas tahu,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Sejak Kerja Sama dengan Profotex Fashion, Asro Tak Pernah Sepi Orderan Furnitur

0
Asro sedang menyelesaikan pesanan furnitur dari multiplek di tempat kerjanya, Senin (6/7/2020). Foto: Rabu Sipan.

BETANEWS.ID, KUDUS – Di seberang Toko Profotex Fashion yang berada di Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Asro (50) terlihat sedang membuat meja kasir dari bahan multiplek. Lokasi yang dijadikan workshop itu lumayan luas. Di bagian depan ada bangunan dengan pintu kaca yang dijadikan tempat memajang hasil karyanya.

Asro mengaku beruntung bisa kenal Muhammad Rais pemilik dari Profotex Fashion. Menurutnya, sejak kenal Rais pada 2015, ia mengaku tak lagi bingung cari atau menunggu order pembuatan furnitur multiplek. Bahkan, ia juga diberi lokasi untuk dijadikan bengkel kerja tanpa uang sewa.

Asro sedang menyelesaikan pesanan furnitur dari multiplek di tempat kerjanya, Senin (6/7/2020). Foto: Rabu Sipan.

“Saya kenal Mas Rais itu saat beliau masih jadi kepala desa. Sewaktu beliau bangun rumah, semua perabot furnitur multiplek pembuatannya dipercayakan kepada saya,” ujar Asro kepada Betanews.id, Senin (6/7/2020).

Warga Desa Blimbing Kidul, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus itu mengaku banyak pekerjaan yang diberikan pemilik profotex padanya. Di antaranya, lemari, ranjang, kitchen set, backdrop TV, aksesoris dinding, plafon, dan lain sebagainya. Menurutnya, dari semua hasil kerjanya itu, membuat Rais puas.

Baca juga: Kerjaan Terkenal Rapi, Furnitur dari Multiplek Buatan Asro Banyak Dilirik

“Berawal dari itu Mas Rais bilang ke saya untuk kerja ikut beliau. Bahkan beliau memberi lahan untuk dijadikan workshop tanpa sewa. Selain menerima order dari beliau saya juga tetap diperbolehkan menerima order dari orang lain,” bebernya.

Pria yang sudah dikaruniai tiga orang anak itu mengaku, sebenarnya dulu sempat menyewa tempat untuk dijadikan workshop. Namun, selalu tidak lama, karena lahannya akan dibangun rumah. Hal itu berulang tiga kali.

Dia menuturkan, selama menekuni usaha pembuatan aneka furnitur dari bahan multiplek memang tidak pernah dapat komplain dari pelanggan. Bahkan pelanggan cenderung puas dengan hasik karyanya.

Baca juga: Jandaku, Tawarkan Aneka Produk Mebel dari Jati Belanda

Tak jarang, lanjutnya, para calon pelanggan itu mengetes dulu. Dengan cara memberi orderan furnitur satu dulu, setelah melihat hasilnya mereka pun memberi order lainnya lagi. Hal tersebut memang wajar untuk perkenalan dan memang terjadi berulang kali.

“Saya selama ini memang menjaga kualitas ya. Furnitur multiplek hasil karya saya itu terkenal lebih rapi. Pokoknya sesuai pesanan,” tukas Arso.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Penunjukan Pejabat Sementara Direktur PDAM Kudus Berada di Tangan Bupati

0
Kantor PDAM Kudus. Foto: Dok.Betanews.id

BETANEWS.ID, KUDUS – Direktur PDAM Kudus Ayatullah Humaini ditetapkan menjadi tersangka atas kasus dugaan tindak pidana pengangkatan dan penerimaan pegawai di perusahaan milik daerah tersebut. Meski begitu, Humaini belum dinonaktifkan dari jabatannya sebagai direktur dan belum ada penunjukan pejabat sementara atau pelaksana harian.

Penunjukan pejabat sementara (Pjs) atau pelaksana harian (Plh) untuk menggantikan sementara Direktur PDAM Kudus Ayatullah Humaini, sepenuhnya menjadi kewenangan Bupati Kudus. Pernyataan tersebut disampaikan Dewan Pengawas PDAM Kudus Dio Hermansyah Bakri saat ditemui di lingkungan Gedung Sekretaris Daerah Kabupaten Kudus, Rabu (15/7/2020).

Dio menuturkan, proses penunjukan pejabat sementara tersebut dilakukan setelah memperoleh surat penetapan tersangka dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah. Selanjutnya, pihaknya akan mengirimkam surat kepada Pemerintah Kabupaten Kudus berupa permohonan penunjukan pejabat sementara Direktur PDAM Kudus.

Baca juga : Kasus Jual Beli Jabatan, Direktur PDAM Kudus jadi Tersangka

“Pemkab Kudus selaku owner (pemilik) dapat menunjuk Plh (pelaksana harian), yang akan menggantikan sementara Direktur PDAM,” tuturnya.

Namun penggantian sementara Direktur PDAM Kudus tersebut masih harus menunggu kepastian hukum dari proses persidangan yang masih berjalan.

“Menunggu sampai inkrah (ketetapan hukum) dari pengadilan. Ini masih proses. Nanti juga ada proses banding dan kasasi jika hasilnya belum puas,” jelasnya.

Dio memberitahukan, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan salinan mengenai penetapan tersangka. Namun dirinya sudah mendapatkan informasi bahwa Direktur PDAM Kudus sudah ditetapkan menjadi tersangka oleh Kejati Jawa Tengah.

“Saya belum terima surat salinan penetapan tersangka dari dari Kejaksaan Tinggi. Yang saya terima hanya informasi saja,” tuturnya.

Menurutnya, selama ini, dirinya tidak tahu menahu mengenai kasus dugaan suap penerimaan dan pengangkatan pegawai di lingkungan PDAM Kudus. Dirinya hanya menerima laporan terkait kinerja PDAM yang berasal dari direksi.

“Ya laporan tentang keuangan perusahaan. Untung berapa, rugi berapa. Saya tidak tahu tentang itu (dugaan suap penerimaan dan pengangkatan pegawai),” terangnya.

Mengenai soal tersangka baru lainnya berinisial O, Dio mengaku tidak mengenalnya. Menurutnya, O yakni orang swasta yang tidak bekerja di lingkungan PDAM Kudus.

“Saya tidak mengenal siapa itu O, karena dia orang swasta dan di luar dari PDAM Kudus,” tuturnya.

Baca juga : Humaini Dikabarkan Sakit, Direktur RS Mardi Rahayu: Kondisinya Baik

Dio berharap, musibah yang terjadi di lingkungan PDAM tidak akan menggangu proses pelayanan masyarakat. Pihaknya akan berkoordinasi dengan pegawai PDAM lainnya agar pelayanan dapat berjalan normal seperti biasanya.

“PDAM sedang mengalami musibah. Semoga tidak akan menggangu pelayanan sebagaimana mestinya,” tutupnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -