Beranda blog Halaman 1812

Produk Boneka Kanza Handicraft Dijual Mulai Rp 25 Ribu

0
Heni sedang melayani pembeli boneka di rumahnya, di Dukuh Waringin, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Sabtu (4/7/2020). Foto: titis Widjayanti.

BETANEWS.ID, KUDUS – Suara mesin jahit terdengar di ruangan depan rumah bercat kuning gading di Desa Dukuh Waringin, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, sore itu. Duduk di belakang mesin jahit, seorang perempuan berjilbab sedang menjahit kain warna-warni yang berpola tapal kuda. Ialah Heni Listiani (33), pembuat boneka yang sudah digeluti sejak empat tahun lalu.

Perempuan yang akrab disapa Heni itu mengatakan, usaha tersebut dimulai seusai ia mengikuti pelatihan menjahit. Kala itu, di tempatnya belum ada yang membuat boneka. Setelah mencoba membyuat boneka dan dipasarkan, ternyata cukup laku hingga sekarang.

Heni sedang menjahit pola boneka di rumahnya, di Dukuh Waringin, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Sabtu (4/7/2020). Foto: titis Widjayanti.

“Selesai mengikuti pelatihan, mencoba memproduksi boneka, kok laku. Jadi ya, meneruskan produksi. Kain bahannya dari velboa dan rasfur. Kalau dacron untuk isiannya saya pakai yang KW 2,” papar Heni, Sabtu (4/7/2020).

Baca juga: Saptaria Fashion, Produksi Hijab Premium Harga Miring

Untuk pemasaran produk yang diberi label Kanza Handicraft itu, Heni mengandalkan kios oleh-oleh yang tersebar daerah Colo. Di sana, ia cukup mudah mendapat pelanggan tetap hingga para perusahaan yang memesan boneka dengan tulisan custom.

Meski cukup laris, sampai saat ini dia belum merambah ke marketplace, lantaran terkendala produksi. Salah satu alasanya karena mencari penjahit boneka di Kudus lumayan susah.

“Alasannya karena memang saya sendiri yang menjahit dibantu satu orang. Jadi belum siap untuk produksi massal. Karena kalau cari penjahit boneka, cukup susah yang bisa. Jadi ya dikerjakan dua orang,” bebernya.

Baca juga: Wong Djowo, Kaus Oleh-Oleh Khas Kudus dengan Harga Bersahabat

Makanya, untuk produksi, Kanza Handicraft menyesuaikan jumlah pesanan. Jika ada pesanan di luar jumlah pelanggan tetapnya, maka Heni dan karyawannya bisa mengerjakan puluhan boneka setiap hari.

“Untuk harganya, satu boneka dibanderol seharga Rp 25 ribu. Tetapi ada harga khusus untuk pelanggan dan para reseller yang akan menjual kembali boneka itu,” tukas Heni.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

PKPA UMK Gandeng 50 Perusahaan untuk Bantu Salurkan Alumni

0
Peserta sedang mengikuti seleksi masuk perusahaan yang dilakukan di kampus UMK. Foto: Ahmad Rosyidi

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria tampak sedang beraktivitas di ruang Pusat Karir dan Pelacakan Alumni (PKPA) Universitas Muria Kudus (UMK), Kamis (16/7/2020). Dia yakni Muhammad Arifin (37), Kabag Trancer Study, Alumni dan Teknologi Informasi di sana. Di sela-sela aktivitasnya, dia berbagi cerita kepada betanews.id tentang PKPA yang sudah menggandeng sekitar 50 perusahaan untuk menyalurkan alumni UMK.

Selain menyalurkan pekerjaan untuk alumni, pihaknya juga memfasilitasi mahasiswa yang hendak magang di perusahaan. Menurutnya, pihak kampus tidak hanya meluluskan tetapi berupaya untuk memfasilitasi peluang kerja dengan menggandeng sejumlah perusahaan.

Perwakilan dari salah satu perusahaan sedang melakukan proses seleksi rekrutmen karyawan yang dilakukan di kampus UMK. Foto: Ahmad Rosyidi

Baca juga : Cari 15 Staf Manajer, PT HWI Bekerja Sama dengan Universitas Muria Kudus

“Harapan kami dengan adanya PKPA lulusan UMK yang belum mendapat pekerjaan, bisa kami bantu. Jadi dari 50 perusahaan itu, jika ada yang membutuhkan karyawan langsung kami informasikan kepada alumni. Biasanya kami kirim email ke perseorangan,” jelasnya.

Selain itu, kami juga ada program On Campus Recruitment (OCR). Program ini sudah berjalan sejak 2018, dan sudah bekerja sama dengan 10 perusahaan. Jika ada perusahaan yang membutuhkan karyawan dengan spesifikasi khusus, pihaknya langsung yang menjadi panitia rekrutmen.

“Program OCR ini, jika ada perusahaan yang membutuhkan karyawan kami langsung yang ditunjuk menjadi panitia rekrutmen. Seperti HWI yang membutuhkan 15 staf manajer, lulusan manajemen dan segala jurusan teknik. Kami yang membuka pendaftarannya,” ungkap warga Desa Gondangmanis, Bae, Kudus itu.

Baca juga : Wisuda Drive Thru UMK Dibagi Empat Gelombang, Ini Jadwalnya

Sedangkan untuk kegiatan job fair, biasanya hanya berlangsung satu tahun sekali. Berbeda dengan OCR yang bersifat kondisional. Jadi sewaktu-waktu perusahaan membutuhkan karyawan, pihaknya bisa memfasilitasi rekrutmennya.

“Kalau OCR ini lebih kondisional, jadi bukan kegiatan rutin seperti job fair satu tahun sekali. HWI hanya bekerja sama dengan tiga kampus, dan salah satunya UMK. Menurut pihak HWI, lulusan UMK dalam bekerja dirasa bagus. Jadi mereka senang bekerja sama dengan kami,” tambahnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Penonaktifan Humaini Masih Tunggu Salinan Surat Penetapan Tersangka dari Kejati

0
Ayatullah Humaini, Direktur PDAM Kudus. Foto : Imam Arwindra

BETANEWS.ID, KUDUS – Plt Bupati Kudus HM Hartopo mengaku masih menunggu salinan resmi penetapan tersangka Direktur PDAM Kudus Ayatullah Humaini dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah. Pihaknya sudah mengirimkan surat permohonan ke Kejati Jateng, namun hingga saat ini salinan surat penetapan tersangka kasus pidana suap pengangkatan dan penerimaan pegawai di lingkungan PDAM belum juga didapatkan.

Hartopo menjelaskan, setelah mendapatkan surat salinan tersangka Dirut PDAM Kudus , pihaknya akan melakukan kajian untuk menunjuk pelaksana harian pengganti direktur.

Baca juga : Hartopo Bantah Terlibat Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan PDAM Kudus

Selain itu, ketika surat salinan penetapan tersangka tersebut diterimanya, otomatis Ayatullah Humaini akan dinonaktifkan dari jabatannya.

“Ada salinan dulu. Nanti baru nonaktif,” tuturnya saat ditemui selepas Rapat Paripurna di DPRD Kudus, Jumat (17/7/2020).

Menurut Hartopo, dirinya mendapatkan kabar Ayatullah Humaini ditetapkan menjadi tersangka sejak tanggal 27 Juni 2020. Dirinya meminta agar semua orang harus menghormati proses hukum yang masih berjalan.

Termasuk dirinya, ketika dipanggil untuk dimintai keterangan oleh Kejati Jawa Tengah.
“Semua harus menghargai proses hukum,” tuturnya.

Saat ini, lanjut Hartopo, kondisi PDAM masih normal seperti biasanya. Pelayanan berjalan lancar tidak ada kendala.

Baca juga : Ini Peran Direktur PDAM Kudus Dalam Kasus Dugaan Suap Jual Beli Jabatan

“Kabag (Kepala Bagian PDAM) dan Dewas (Dewas pengawas PDAM) saya panggil. Saya tanya pelayanan bagaimana, ada kendala apa tidak. Ada kesulitan apa tidak. Mereka tidak ada masalah,” tuturnya.


Diberikan sebelumnya, Dirut PDAM Kudus telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan Kejati Jawa Tengah sejak tanggal 16 Juli 2020. Ayatullah Humaini ditahan di rumah tahanan Mapolda Jateng selama 20 hari ke depan untuk mempermudah proses penyidikan.

Ditetapkannya Ayatullah Humaini sebagai tersangka, karena diduga terlibat dalam kasus pidana suap penerimaan dan pengangkatan pegawai di PDAM Kudus. Selain, Ayatullah Humaini terdapat dua tersangka lainnya yakni SO (Sukma Oni Irwadani) dan T (Tony Yudiantoro).


Editor : Kholistiono

- advertisement -

Dianggap Gaduh, Ketua DPRD Kudus Minta Disdikpora dan DKK Buat SOP KBM

0
Masan, Ketua DPRD Kudus. Foto: Dok. Betanews.id

BETANEWS.ID, KUDUS – Ketua DPRD Kudus Mas’an meminta Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olah Raga Kabupaten Kudus serta Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus (DKK) segera membuat surat edaran dan Standard Operating Procedure (SOP) untuk pelaksanaan pembelajaran atau kegiatan belajar mengajar.

Menurutnya, sekolah-sekolah di Kudus baik negeri, swasta dan madrasah harus diseragamkan. Antara proses belajar dilakukan secara daring atau tatap muka. Menurut Masan, pihaknya masih menemukan ada sekolah yang siswanya masuk, namun ada yang belajar di rumah.

Baca juga : Hari Pertama Sekolah, Siswa Baru SMPN 3 Kudus Lalui Sejumlah Protokol Kesehatan

“Dinas Pendidikan dan Kesehatan harus bersama-sama membuat surat edaran dan SOP yang jelas tentang ini. Supaya tidak gaduh,” tuturnya saat ditemui selepas memimpin Rapat Paripurna di DPRD Kudus, Jumat (17/7/2020).

Selain itu, kegaduhan juga muncul, karena siswa sudah terlalu lama di rumah. Menurutnya, karena terlalu lama di rumah, para siswa ingin segera melakukan proses pembelajaran di sekolah. Namun tentu pihak sekolah harus menjamin keamanan siswa terutama dari Covid-19.

“Ini banyak kegaduhan. Anak-anak sudah terlalu lama di rumah. Mereka ingin sekolah. Seharusnya sekolah menjamin keamanannya,” tuturnya.

Dengan adanya permasalahan tersebut, pihaknya meminta Disdikpora Kabupaten Kudus serta Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus agar secepatnya membuat surat edaran dan SOP pelaksanaan kegiatan mengajar. “Tadi saya sudah sampaikan di rapat (Paripurna),” terangnya.

Masan menuturkan, jika surat edaran dan SOP tidak segera dibuat, pihaknya akan memanggil dinas terkait mengenai hal tersebut.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olah Raga Kabupaten Kudus Harjuno Widodo menuturkan, pola kegiatan belajar mengajar (KBM) masih dilakukan di rumah. Menurutnya, hal tersebut berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri. Yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri.

“Sesuai SKB 4 Menteri, KBM tatap muka saat Kabupaten Kudus sudah zona hijau,” tuturnya.

Adanya kegiatan tatap muka di beberapa sekolah, menurutnya untuk koordinasi awal mengenai belajar dari rumah, siswa dan orang tua wali. Pelaksaannya pun dilakukan tanggal 13-18 Juli 2020 secara terjadwal.

Baca juga : Tak Ingin Jadi Klaster Covid-19, Ganjar Minta Protokol Kesehatan di Pesantren Diperketat

Siswa yang datang pun menjalankan protokol kesehatan, di antaranya mengenakan masker dan sebelum masuk sekolah harus mencuci tangan dan melakukan physical distancing saat di dalam kelas.

“Kegiatannya antara lain pembagian buku pelajaran, pembagian kelas dan penjelasan metode daring. Sekaligus nantinya meningkatkan sinergitas belajar dari orang tua,” jelasnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Ganjar ke Gibran: ‘Bisa Selesaikan Problem Saat Pandemi Pasti Dipilih’

0
Gibran bersama Teguh saat mengunjungi Ganjar Pranowo sebelum mengambil rekomendasi calon walikota Solo di Kantor DPD PDIP jawa Tengah, Jumat (17/7/2020). Foto: Ist.

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberi wejangan khusus kepada Gibran Rakabuming Raka saat mengunjungi rumah dinasnya di Puri Gedeh, Jumat (17/7/2020). Kunjungan tersebut dilakukan putra sulung Presiden Joko Widodo bersama pasangannya, Teguh Prakosa, sebelum mengambil rekomendasi calon walikota Solo di Kantor DPD PDIP Jawa Tengah.

Meski mengakui tidak ada bahasan khusus selama pertemuan tersebut, Ganjar membenarkan jika memberikan sejumlah wejangan kepada Gibran. Pesan tersebut disampaikan, seandainya Gibran mendapat rekom maju di Pilkada Solo. Salah satunya adalah berpesan agar meningkatkan soliditas partai.

Gibran bersama Teguh saat mengunjungi Ganjar Pranowo sebelum mengambil rekomendasi calon walikota Solo di Kantor DPD PDIP jawa Tengah, Jumat (17/7/2020). Foto: Ist.

“Dengan dinamika Solo yang luar biasa, soliditas partai hari ini nomor satu. Semuanya harus dikumpulkan lagi. Karena sudah ada keputusan dari ibu Ketua Umum (Megawati Soekarno Putri), maka tegak lurusnya harus kita buktikan. Itu yang paling penting,” katanya.

Ganjar juga berpesan agar Gibran merangkul semua pihak yang ada di Solo. Semua harus dihormati dan semua harus legowo menerima apapun keputusan dari ketua umum.

Baca juga: Gibran Sowan Ganjar Sebelum Ambil Rekomendasi PDI Perjuangan

“Itu saja. Selebihnya tinggal siapkan pertarungan yang sehat, pertarungan yang cerdas, dan baik,” pesan Ganjar.

Lantaran Pilkada tahun ini dilaksanakan di masa pandemi Covid-19, Ganjar juga memberi pesan untuk melakukan kampanye yang efektif dengan inovasi dan kreasi yang ada. Menurutnya, pandemi menjadi momentum untuk menyentuh langsung masyarakat tanpa berkerumun dan menyelesaikan problem-problem masyarakat yang ada saat ini.

“Ini butuh gimmick yang menarik. Mereka yang butuh bantuan harus dibantu tanpa harus ada kerumunan. Nah mereka yang aktif di medsos dan bisa merespon dengan teknologi informasi serta membantu riil kebutuhan masyarakat pasti akan dipilih,” tutup Ganjar.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Hari Ini di Kudus Tambah 42 Kasus Positif Covid-19

0
Ilustrasi

BETANEWS.ID, KUDUS – Kasus positif Covid-19 di Kudus, hari ini, Jumat (17/7/2020) bertambah signifikan, yakni 42 kasus. Dari penambahan tersebut, total keseluruhan kasus positif Covid-19 di Kudus yakni 443 kasus.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kudus dr Andini Aridewi menuturkan, dari penambahan 42 kasus tersebut, 32 kasus dari Kabupaten Kudus sendiri, sisanya berasal dari luar Kudus. Menurutnya, jumlah 42 kasus itu, yakni hasil dari swab yang keluar, Kamis (16/7/2020). “Hasil swab keluar positif kemarin banyak,” tuturnya, Jumat (17/7/2020).

Baca juga : Kudus Zona Merah, Malam Ini Alun-alun Simpang Tujuh Kembali Ditutup

Andini menjelaskan, banyaknya kasus yang terkonfirmasi positif, selain Pemerintah Kabupaten Kudus sedang masif melakukan tes swab, penyebaran Covid-19 di Kudus sudah tidak diketahui sumber penularannya. Menurutnya, hingga saat ini belum ada bukti yang mengarah pada penularan per klaster.

“Kasus-kasus lebih mengarah ke transmisi (penularan) komunitas,” terangnya.

Dia melanjutkan, penularan komunitas, yakni penularan Covid-19 yang tidak diketahui sumber penularannya dengan jumlah kasus atau peningkatan yang cukup besar. Dirinya berharap, agar masyarakat lebih waspada dan menjalankan protokol kesehatan Covid-19.

Dengan adanya penambahan 42 kasus, jumlah kasus positif Covid-19 di Kudus yakni 443 kasus. Di mana, 74 orang dirawat, 132 orang melakukan isolasi, satu orang dirujuk, 189 orang sembuh dan 47 orang meninggal.

Baca juga : Kudus Zona Merah, Terminal Jati Perketat Protokol Kesehatan

Sementara itu, dalam status zona wilayah penyebaran Covid-19, Andini menuturkan, sebenarnya Kudus masuk zona oranye. Hal tersebut sesuai evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 nasional pada 12 Juli 2020.

“Jadi mereka (gugus tugas nasional) melakukan evaluasi secara mingguan,” tuturnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Gibran Sowan Ganjar Sebelum Ambil Rekomendasi PDI Perjuangan

0
Gibran saat mengunjungi Ganjar Pranowo sebelum mengambil rekomendasi calon walikota Solo di Kantor DPD PDIP jawa Tengah, Jumat (17/7/2020). Foto: Ist.

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gibran Rakabuming Raka berkunjung ke rumah dinas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Jumat (17/7/2020). Kedatangannya itu dilakukan sebelum mengambil rekomendasi calon walikota Solo di Kantor DPD PDIP Jateng.

Didampingi pasangannya, Teguh Prakosa, Putra sulung Presiden Joko Widodo itu bertemu Ganjar di jalan menuju Masjid Hotel Grasia untuk menunaikan salat Jumat. Usai beribadah, Gibran dan Teguh lantas dijamu Ganjar di rumah dinasnya yang berjarak 100 meter dari masjid tersebut.

Ganjar menghadiahi Gibran dan Teguh kaus bertuliskan ‘Kitorang Basaudara, Kacuali Sama Corona’, Jumat (17/7/2020). Foto: Ist

Pertemuan singkat itu tampak hangat dan penuh canda tawa. Usai makan, Ganjar menghadiahi Gibran dan Teguh kaus bertuliskan ‘Kitorang Basaudara, Kacuali Sama Corona’. Kaus tersebut merupakan salah satu koleksi Ganjar yang diproduksi untuk sosialisasi kepada masyarakat.

Baca juga: Pilkada di Tengah Pandemi, Ganjar Minta KPU Cari Titik Temu Rencana Anggaran

Ditemui setelah acara, Gibran tidak berkomentar banyak terkait pertemuannya dengan Ganjar. Disinggung apa yang dibicarakan dengan Ganjar, Gibran mengatakan hanya mampir sebentar.

“Tadi mampir Jumatan saja. Makan siang saja. Tidak ada perbincangan serius. Hanya Jumatan dan makan siang sama pak Ganjar,” kata Gibran.

Terkait rekomendasi DPP PDIP kepada dirinya, Gibran juga tidak mau berkomentar. Ia meminta awak media menunggu setelah ia mendapat rekomendasi itu di kantor DPP.

“Tunggu saja nanti. Pengumumannya jam 14.00 nanti,” tutupnya.

Baca juga: Gibran Dapat Pesan Khusus dari Ganjar saat Serahkan Bantuan APD

Sementara itu, Ganjar membenarkan jika Gibran hanya mampir Jumatan dan ngobrol sebentar dengannya. Saat Ganjar menanyakan apakah rekomendasi sudah di tangan Gibran, Ganjar menjawab belum menerima.

“Katanya hari ini mau dikasihkan, begitu. Nanti mau disampaikan. Hari ini akan dikumpulkan partai termasuk DPC di kantor DPP. Kalau tidak salah, ada lima calon penerima. Itu saja, lebih pada menceritakan sama mampir salat Jumat,” kata Ganjar.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Bantah Isu Denda Masker, Ganjar Sebut Tidak Tega Kasih Denda Saat Pagebluk

0
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memastikan pesan berantai terkait penerapan denda tilang kepada masyarakat yang tidak bermasker adalah tidak benar alias hoaks. Ganjar Menyebut tidak akan tega memberikan denda kepada masyarakat yang sedang kesulitan di tengah pandemi Covid-19.

Sebelumnya, masyarakat Jawa Tengah digegerkan dengan munculnya pesan berantai di grup-grup WhatsApp. Dalam pesan itu, Ganjar mengeluarkan instruksi Gubernur tentang denda tilang bagi masyarakat yang tidak bermasker di tempat umum sebesar Rp 100-150 ribu. Penilangan akan dilakukan oleh Satpol PP, Polisi, dan TNI atas nama Gugus Tugas. Aturan berlaku selama 14 hari, mulai 27 Juli sampai 9 Agustus 2020.

Janggalnya, pembayaran denda itu menggunakan e-tilang yang diakses via aplikasi Pikobar. Padahal, Pikobar merupakan kepanjangan dari Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat.

“Saya tidak tahu, mungkin itu sama dengan yang terjadi di Provinsi lain. Kalau dilihat dari sisi gambarnya, mungkin informasi itu yang ada di Jawa Barat. Kalau tidak salah, Jawa Barat sudah menerapkan itu,” terang Ganjar saat ditemui di rumah dinasnya, Jumat (17/7/2020).

Baca juga: Ganjar Minta Bupati dan Wali Kota Bentuk Gugus Tugas Khusus di Kawasan Industri

Maka dari itu, Ganjar memastikan informasi denda bagi masyarakat tidak bermasker itu bukan dari dirinya. Ia juga tidak tahu siapa yang menyebarkan informasi itu ke publik, sehingga masyarakat jadi resah.

“Untuk menegakkan disiplin masyarakat, memang harus ada sanksinya, apa sanksinya itu yang masih kami diskusikan. Kalau denda sebanyak itu ya mosok tegel (masa tega). Mosok lagi pagebluk seperti ini tega saya kasih denda kepada masyarakat,” katanya.

Menurut Ganjar, pengambilan keputusan untuk memberikan hukuman tidaklah mudah. Kondisi sosiologis masyarakat tentu saja harus dipikirkan meskipun tujuannya untuk menegakkan aturan protokol kesehatan. Namun tidak harus melulu dengan denda, karena ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghukum.

Baca juga: Tak Ingin Jadi Klaster Covid-19, Ganjar Minta Protokol Kesehatan di Pesantren Diperketat

“Saya lebih senang untuk mengedukasi dulu. Ya Bupati, Wali Kota, Kades, kelompok masyarakat, Jogo Tonggo. Semua bergerak memberikan edukasi lebih dulu seoptimal mungkin. Itu menurut saya yang harus dilakukan saat ini,” ujar Ganjar.

Meski begitu, saat ini pihaknya sedang mendiskusikan dengan kepala daerah, terkait sanksi yang harus diberikan dalam rangka penegakan disiplin masyarakat. Ada yang mengusulkan push up, ada juga yang mengusulkan membersihkan tempat umum.

“Usulannya ya gitu-gitu. Meskipun pasti ada yang setuju dan ada yang tidak,” tutup Ganjar.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Hartopo Bantah Terlibat Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan PDAM Kudus

0
HM Hartopo, Plt Bupati Kudus. Foto: Imam Arwindra

BETANEWS.ID, KUDUS – Plt Bupati Kudus HM Hartopo tegaskan tidak terlibat dalam kasus dugaan jual beli jabatan di PDAM Kudus. Dirinya mengaku tidak tahu menahu mengenai adanya permintaan sejumlah uang untuk pengangkatan dan penerimaan pegawai di perusahaan plat merah tersebut.

Hartopo menuturkan, manajemen pengelolaan PDAM dan pemerintah daerah sudah terpisah, sehingga PDAM memiliki kewenangan sendiri dalam berbagai hal.

“Saya sendiri tidak terlibat, karena antara daerah dan PDAM sudah terpisah. Di sana punya kewenangan sendiri. Masalah untuk perekrutan dan pengangkatan pegawai semua adalah kewenangan PDAM,” tegasnya saat ditemui selepas Rapat Paripurna di DPRD Kudus, Jumat (17/7/2020).

Dia juga mengaku siap untuk datang memenuhi panggilan apabila dipanggil pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah guna dimintai keterangan. “Kejati butuh keterangan, saya siap datang,” tuturnya.

Baca juga: Direktur PDAM Kudus Ditahan Kejati Jateng Terkait Kasus Dugaan Suap Jual Beli Jabatan

Menurut Hartopo, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan salinan penetapan tersangka Direktur PDAM Kudus Ayatullah Humaini. Dirinya sudah meminta Sekretaris Daerah (Sekda) untuk mengirim surat permohonan salinan penetapan tersangka Direktur PDAM Kudus kepada Kejati Jawa Tengah. Namun, salinan penetapan tersebut masih belum diterimanya.

“Kalau sudah ada untuk kajian kita. Untuk menunjuk Plh (Pelaksana harian) PDAM,” kata Hartopo.

Selain itu, dengan adanya kasus di PDAM Kudus, pihaknya memastikan pelayanan masyarakat tidak ada kendala. Dirinya juga sudah memanggil Dewan Pengawas (Dewas) dan kepala bagian (Kabag) PDAM untuk diminta informasi terkait pelayanan di PDAM.

“Saya panggil semua. Saya tanya pelayanan gimana, ada kendala apa tidak. Ada kesulitan apa tidak. Mereka tidak ada masalah,” terangnya.

Baca juga: Ini Peran Direktur PDAM Kudus Dalam Kasus Dugaan Suap Jual Beli Jabatan

Jika ada masalah, lanjut Hartopo, menurut Kabag Keuangan PDAM Kudus ada pada pembiayaan operasional. Lantaran saat mengambil uang harus ada tanda tangan Direktur PDAM Kudus. Sedangkan saat ini Direktur PDAM Kudus sedang diperiksa oleh Kejati Jawa Tengah. “Tapi solusinya sudah ada,” tuturnya.

Hartopo memberitahukan, Direktur Umum PDAM Kudus Ayatullah Humaini diangkat dan dilantik oleh Mantan Bupati Kudus Muhammad Tamzil. Selain Ayatullah Humaini, Tamzil juga melantik Dewas dan Direktur Teknik PDAM Kudus.

“Dulu yang melantik Direktur Umum, Direktur Teknik dan Dewas bukan saya, tapi Pak Tamzil,” tutup Hartopo.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Kue Terang Bulan, Jajanan Jadul Favorit Segala Usia

0
Huda sedang melayani pembeli kue terang bulan di depan Graha Mustika, Getas Pejaten, Jati, Kudus, Senin (13/7/2020). Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi jalan Graha Mustika, Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, tampak penjual keliling sedang memarkirkan sepedanya. Di bagian belakang kendaraannya itu, terlihat kotak kayu warna hijau. Di sana, seorang pria bermasker terlihat sedang melayani pembeli. Pria tersebut yakni Huda (21) penjual kue terang bulan.

Seusai melayani pembeli, Huda kemudian berbagi kisah tentang jualannya itu. Dia menuturkan, jualan kue terang bulan di Kudus lantaran diajak saudaranya lima bulan lalu. Sebelumnya, ia kerja jadi pengurus sapi di pasar hewan daerah asalnya, yaitu Lumajang, Jawa Timur.

Huda sedang melayani pembeli kue terang bulan di depan Graha Mustika, Getas Pejaten, Jati, Kudus, Senin (13/7/2020). Foto: Rabu Sipan

“Jadi pengurus sapi bayarannya tidak tentu. Bayarannya pas sapi laku saja. Oleh karena itulah saya menerima tawaran saudara untuk ikut berdagang kue terang bulan di Kudus,” ujar Huda kepada Betanews.id, Senin (13/7/2020).

Dia mengatakan, sebenarnya jualan kue terang bulan di Kudus lumayan laris. Apalagi sebelum ada virus Corona, ia bisa menjual sekitar 300 kue terang bulan dalam sehari. Sedangkan saat ada Corona, penjualannya turun drastis hanya laku 100 porsi.

Baca juga: Martabak Menara, Si Manis yang Legendaris di Kudus

“Satu porsinya saya jual dengan harga Rp 3 ribu. Sejak ada Corona memang bawa 100 kue terang bulan dan habis terjual sehari. Pernah coba bawa lebih tapi tidak habis,” ungkapnya.

Menurutnya, dari 100 porsi kue terang bulan yang terjual itu, ia bisa mengantongi uang Rp 70 ribu sehari. Sedangkan sisanya diberikan kepada saudaranya selaku pemilik kue terang bulan.

Kue terang bulan, lanjutnya, merupakan jajanan jaman dulu yang terbuat dari tepung. Dalam penyajiannya, kue tersebut diberi margarin, susu cokelat, dan meses. Rasanya manis dan disukai semua kalangan dan umur.

“Jajanan kue terang bulan disukai semua kalangan dan usia. Dari anak-anak, remaja, hingga dewasa,” beber Huda.

Baca juga: Warung Jahe Rempah Mbah Tolok, Terkenal jadi Jujugan saat Meriang

Dua pelanggan yang membeli dagangannya siang itu, Nadila dan Aisah menuturkan, menyukai kue terang bulan sejak kanak-kanak. Rasanya yang enak dan manis, membuat mereka ketagihan menyantap jajanan jaman dulu tersebut meski sudah remaja.

“Saya suka kue terang bulan sejak masih belia. Sepekan bisa membeli tiga kali. Ini tadi saya dari rumah di Besito, Gebog, sengaja ke depan Graha Mustika hanya untuk beli kue terang bulan,” ujar mereka bebarengan.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

WHO Sebut Pemeriksaan Covid-19 di Jateng Rendah, Ganjar: ‘Kami Pilih Metode Tracing’

0
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Foto: Ist.

BETANEWS.ID, MAGELANG – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengomentari pernyataan WHO yang menyebut pemeriksaan Covid-19 di Jawa Tengah rendah. Menurut Ganjar, metode yang digunakan terkait pemeriksaan memang berbeda dengan daerah-daerah lainnya.

Ganjar mengatakan, metode yang digunakan adalah sampling dari hasil tracing kontak dekat dan erat dengan pasien positif Covid-19. Dari tracing yang dilakukan, barulah tes dilaksanakan. Makanya kemudian tidak semua orang di Jateng diperiksa.

“Model yang kami lakukan beda, tidak orang lewat terus dites, ada kerumunan dites. Tidak seperti itu,” ucapnya.

Baca juga: Dorong Keterbukaan Informasi Penanganan Covid-19, Ganjar: Tidak Perlu Ada yang Ditutupi

Selain metode sampling, pihaknya juga menargetkan kelompok rentan, baik lansia maupun orang dengan penyakit bawaan berat, seperti hipertensi dan diabetes. Dari hasil penelitian, kebanyakan pasien positif Covid-19 di Jateng yang meninggal dunia dikarenakan memiliki penyakit lain. Yang tertinggi adalah hipertensi dan diabetes.

“Maka sedang saya minta data dari BPJS, berapa jumlah warga Jateng yang memiliki penyakit itu. Mereka akan kami tes dan lakukan treatment khusus,” tegasnya.

Ganjar juga telah memerintahkan semua daerah yang mengalami kenaikan untuk gencar melakukan tes massal. Tidak hanya tes rapid, Ganjar mendorong agar pemeriksaan dilakukan dengan tes PCR.

“Kalau target pemeriksaan di Jateng sebenarnya sudah terpenuhi. Bahkan di beberapa tempat justru sudah melampaui target. Kota Semarang misalnya, itu jumlah pemeriksaannya sudah melebihi target,” terangnya.

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 Semarang Raya Melonjak, Ganjar Usul Tambah Ruang ICU

Sampai saat ini, lanjut Ganjar, belum ada daerah yang masuk zona hijau di Jateng, karena belum ada daerah yang nol kasus Covid-19.

“Namun beberapa daerah seperti Kota Magelang ini atau beberapa daerah lain sudah melandai. Tapi saya tetap minta hati-hati dan menjaga betul kondisi itu,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Cari 15 Staf Manajer, PT HWI Bekerja Sama dengan Universitas Muria Kudus

0
Peserta sedang mengikuti seleksi staf manajer di PT HWI. Foto : Ahmad Rosyidi

BETANEWS.ID, KUDUS – Suara langkah kaki terdengar saat sejumlah orang mengenakan pakaian hitam putih menaiki tangga menuju Ruang Seminar Lantai 4, Universitas Muria Kudus (UMK), Kamis (16/7/2020). Mereka tak lain adalah 50 peserta yang lolos secara persyaratan On Campus Recruitment (OCR) PT Hwa Seung Indonesia (HWI). Muhammad Arifin (37), satu di antara panitia penyelenggara mengatakan, jika kegitan tersebut diselenggarakan oleh Pusat Karir dan Pelacakan Alumni (PKPA) UMK.

Ini merupakan kali kedua perusahaan yang memproduksi sepatu Adidas tersebut bekerja sama dengan UMK untuk merekrut pegawai. Sebelumnya, HWI membutuhkan 11 pegawai, dan saat ini membutuhkan 15 pegawai. Posisi yang dibutuhkan yaitu staf manajer.

Puluhan peserta mengikuti seleksi untuk masuk PT HWI. Foto : Ahmad Rosyidi

Baca juga : Wisuda Drive Thru UMK Dibagi Empat Gelombang, Ini Jadwalnya

“Ini sudah yang ke dua HWI OCR di UMK. Antusias pendaftar sangat baik, dibuka mulai tanggal 2 Juli 2020 hingga 13 Juli 2020, ada 256 orang dari berbagai kampus. Kemudian dari HWI melakukan seleksi, dan 50 orang yang lolos,” katanya kepada betanews.id.

Pria yang akrab disapa Arifin itu juga melanjutkan, dari 50 peserta yang lolos mendapat pembekalan terlebih dahulu. Pembekalan dia laksanakan pada tanggal 14 Juli 2020. Kemudian pada tanggal 16 Juli 2020 dilaksanakan proses rekrutmen dari HWI.

“Untuk rekrutmen dan tes seleksi, langsung dipegang HWI. Kalau bisa hari ini langsung diumumkan. Jadi ini masih proses tes,” terang Kabag Trancer Study, Alumni dan Teknologi Informasi PKPA UMK itu.

Sementara itu, satu di antara peserta tes seleksi, Andre Bagus Kurniawan (23). Mangaku kesulitan di bagian tes psikotes. Menurutnya, bagian kubus lah yang paling sulit. Karena butuh imajinasi.

“Selain imajinasi, kami juga diberi waktu yang singkat, sekitar 10 menit. Tapi saya yakin bisa lolos. Karena sudah persiapan belajar selama sepekan,” ungkap warga Dawe, Kudus itu.

Baca juga : Di Tengah Pandemi, Pendaftaran Mahasiswa Baru di UMK Naik 20 Persen

Sedangkan Hilma Ayunina (22), mengaku kesulitan di bagian tes menghitung. Meski begitu, dia juga merasa optimis bisa lolos. Dirinya hanya belajar untuk persiapan selama dua hari.

“Setelah pengumuman itu, saya baru belajar untuk persiapan. Jadi tadi ada yang kesulitan di bagian hitung menghitung. Selain itu waktunya juga cepat tadi,” kata lulusan UMK Tahun 2020 itu.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Ini Peran Direktur PDAM Kudus Dalam Kasus Dugaan Suap Jual Beli Jabatan

0
Ayatullah Humaini, Direktur PDAM Kudus. Foto: Imam Arwindra

BETANEWS.ID, SEMARANG – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah telah menahan Direktur PDAM Kudus Ayatullah Humaini pada Kamis (16/7/2020). Humaini, merupakan tersangka dalam kasus dugaan suap penerimaan dan pengangkatan pegawai di perusahaan milik daerah tersebut.

Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Jateng, Ketut Sumedana menyatakan, dalam kasus ini, Humaini memiliki peran memerintahkan T yang diketahui menjabat sebagai Kepala Administrasi Kepegawaian PDAM Kudus dan SO sebagai pemilik Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Mitra Jati Mandiri.

Baca juga : Direktur PDAM Kudus Ditahan Kejati Jateng Terkait Kasus Dugaan Suap Jual Beli Jabatan

Kedua orang tersebut, yang kini juga telah ditetapkan sebagai tersangka, ditugaskan Humaini untuk menyediakan uang dengan mencari pegawai-pegawai untuk diangkat dan dipromosikan. Menurut Ketut, pegawai tersebut tidak hanya menyasar pegawai tetap saja, melainkan juga honorer.

“SO membiayai AH jadi direktur. Pihak yang membiayai, mengambil dari pegawai,” ujar Aspidsus Kejati Jateng, Kamis (16/7/2020).

Ketut melanjutkan, dari 27 orang pegawai, baru 16 orang yang mengakui menyerahkan uang. Pihaknya belum bisa menetapkan menjadi tersangka untuk pemberi suap karena terdapat dugaan unsur pemaksaan.

“16 yang mengaku menyerahkan uang dengan kisaran Rp 10 juta hingga Rp 65 juta. Masih ada yang belum mengaku,” tuturnya.

Dari kasus tersebut, lanjut Ketut, pihaknya baru mengamankan uang sejumlah Rp 65 juta. Namun, pihaknya merinci ada sekitar Rp 720 juta dari kasus tersebut. Maka dari itu, pengembangan penyidikan masih berlanjut.

Baca juga : Satu Tersangka Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan PDAM Kudus Positif Covid-19

“Adapun barang bukti yang diamankan berupa dokumen pengangkatan direktur, pegawai dan beberapa dokumen pembuktian termasuk uang Rp 65 juta. Yang berhasil dirincikan Rp 720 juta,” tuturnya.

Terkait apakah ada kaitannya dengan Bupati Kudus non aktif yakni Tamzil atau Plt Bupati Kudus, HM Hartopo, pihaknya masih mendalaminya. Namun dirinya berharap semoga tidak ada penambahan tersangka.

“Kami akan kembangkan terus perkaranya. Mudah -mudahan tidak ada penambahan tersangka,” tuturnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Pembengkakan Perut Merapi 0,5 Cm Per Hari, Ganjar Pastikan Kondisinya Aman

0
Gubernur Ganjar Pranowo saat memantau kondisi Gunung Merapi di pos pantau Babadan, Magelang, Kamis (16/7/2020). Foto: Ist.

BETANEWS.ID. MAGELANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memastikan kondisi Gunung Merapi terkini masih aman. Fakta ini didapatkannya setelah mengunjungi pos pantau di Babadan, Magelang, Kamis (16/7/2020).

Tiba di pos pukul 14.00 WIB, Ganjar langsung masuk ke ruang pantau untuk melihat pergerakan Gunung Merapi. Didampingi salah satu petugas, Ganjar dengan seksama melihat beberapa layar monitor yang menggambarkan kondisi merapi, seperti aktivitas vulkanik, gas, serta lainnya.

Gubernur Ganjar Pranowo saat memantau kondisi Gunung Merapi di pos pantau Babadan, Magelang, Kamis (16/7/2020). Foto: Ist.

“Pembengkakan perut merapi terjadi rata-rata 0,5 sentimeter per hari. Kategori itu masih cukup aman. Sejak 22 Juni sampai sekarang, pembengkakan terjadi hanya 14 sentimeter,” kata petugas pos pantau Babadan, Yulianto.

Dibandingkan dengan tahun 2006 saat Merapi erupsi, kondisi ini, lanjut dia, masih cukup aman. Sebab saat 2006 lalu, pembengkakan perut merapi mencapai 3 meter per hari.

Baca juga: Status Gunung Merapi Waspada, Ganjar : Perutnya Bengkak, Sewaktu-waktu Bisa Muntah

Insyaallah masih aman, tapi statusnya tetap waspada. Kalau melihat pergerakannya sejak 22 Juni sampai sekarang hanya 14 sentimeter. Dan itu kategori masih aman karena teman-teman pos pengamatan selalu aktif, termasuk yang di Babadan ini,” kata Ganjar.

Meski begitu, pihaknya tetap melakukan antisipasi-antisipasi apabila Merapi meletus. Pihak BPBD Jateng lanjut dia sudah menyiapkan itu dengan baik.

“BPBD sudah siapkan antisipasi-antisipasinya. Di sini, ada juga keluarga kembar yang disiapkan. Jadi kalau terjadi bencana, bisa mengungsi di tempat keluarganya itu. Tapi saya pesankan agar protokol kesehatannya dijaga, karena sekarang sedang ada Covid-19,” terangnya.

Sejumlah simulasi lanjut dia juga sudah dilakukan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Semua kekuatan baik TNI/Polri, Tagana, SAR, kepala desa, dan masyarakat semuanya sudah melakukan simulasi-simulasi penanganan.

“Bahkan kami lebih lengkap lagi soal pelatihannya. Selain untuk menyelamatkan nyawa orangnya, tapi juga hewan ternaknya. Karena kalau hewan ternak tidak difasilitasi, pengalaman dahulu orang dipengungsian masih teringat hewan ternak dan mencuri waktu untuk pulang. Ini kan bahaya,” tegasnya.

Baca juga: Berkat Desa Saudara, Warga Lereng Merapi Kini Lebih Siap Hadapi Erupsi

Dengan persiapan itu, maka apabila terjadi bencana erupsi Merapi, semua sudah siap. Masyarakat di sekitar puncak gunung, lanjut Ganjar juga semuanya sudah siap, dengan pengalaman dan kearifan lokal masing-masing.

“Masyarakat yang ada di Magelang, Klaten dan Boyolali semua sudah paham, apa itu wedus gembel, pergerakannya ke arah mana. Semua sudah tahu. Sekarang ditambah dengan ilmu pengetahuan di pos jaga ini, semuanya akan lebih presisi lagi. Mudah-mudahan semua aman,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Terkenal Awet Serta Mewah, Batu Paras Ukir Makin Berkibar

0
Dua pengukir sedang memahat relief batu paras di Desa Undaan Lor, Undaan, Kudus, Jumat (10/7/2020). Foto: Rabu Sipan.

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa pria terlihat sibuk di teras rumah beratap galvalum di gang lima Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Dengan memegang ganden (palu kayu) dan pahat, mereka tampak mengukir pada bidang batu paras berbentuk persegi sesuai pola.

Ukiran batu paras, akhir akhir ini memang sedang banyak diminati. Oleh karenanya, tempat tersebut tidak pernah sepi dari aktivitas memahat.

Beberapa pengukir sedang memahat relief batu paras di Desa Undaan Lor, Undaan, Kudus, Jumat (10/7/2020). Foto: Rabu Sipan

Pemilik usaha ukir batu paras Slamet Sukamto mengatakan, beberapa tahun terakhir, ukir batu paras memang sedang diminati untuk memperindah bangunan rumah. Hasilnya yang elegan dan berkesan mewah serta lebih awet dari hasil ukir dari media lain jadi alasan para pelanggannya.

“Ukir batu paras itu terkesan lebih mewah. Lebih awet dari ukir kayu. Harganya juga lebih terjangkau,” ujar pria yang akrab disapa Sutup kepada Betanews.id, (11/7/2020).

Baca juga: Kerjaan Terkenal Rapi, Furnitur dari Multiplek Buatan Asro Banyak Dilirik

Untuk pengerjaan, lanjut Sutup, mengukir di batu paras lebih mudah dari pada di media kayu. Finishingnya juga lebih cepat, cukup diamplas tanpa ada penyemprotan warna pada bagian akhir. Hal itu agar warna tetap alami dan menjadikan harga ukir batu paras lebih terjangkau.

“Biasanya untuk menyelesaikan pesanan ukiran batu paras ukuran satu meter persegi, kami butuh waktu sepekan, untuk motif biasa. Dan waktu dua pekan untuk ukir motif relief tiga dimensi,” jelasnya.

Pria lajang itu menuturkan, untuk saat ini motif ukiran Bali lagi banyak dipesan. Menurutnya, ukiran Bali itu lebih menarik serta lebih luwes. Pemesannya juga kebanyakan dari Kudus sendiri dan beberapa kabupaten sekitar.

“Kalau orang Kudus dan kota sekitar melihat ukiran motif Jeparanan dan Kudusan kan sudah biasa dan umum. Setiap mereka saya suruh milih contoh motif di katalog pasti kebanyakan pilih motif Bali,” ungkapnya.

Baca juga: Bisnis Rosoknya Bangkrut, Maryono Bangkit dengan Usaha Mebel Jati Belanda

Dia menuturkan, menerima order ukir batu paras dengan berbagai macam motif. Ada motif ukir Jepara, Kudus, Bali, dan lain sebagainya. Untuk harga berkisar Rp 2 juta per meter persegi. Dia juga bisa ukir batu paras motif realif atau tiga dimensi. Untuk harga ukir motif realif tiga dimensi ditarifnya Rp 2,5 juta setiap satu meter persegi.

“Saat ini ukir batu paras memang lagi diminati. Pemesan datang dari Kudus, Demak, Jepara, Pati, Rembang, Lasem, hingga Ternate,” tandas Sutup.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -