Hari Pertama Sekolah, Siswa Baru SMPN 3 Kudus Lalui Sejumlah Protokol Kesehatan

BETANEWS.ID, KUDUS – Ratusan siswa kelas VII SMPN 3 Kudus terlihat masuk bergantian menuju dalam sekolah. Saat siswa melewati gerbang depan, tampak petugas mengecek satu per satu suhu tubuh siswa menggunakan thermo gun. Setelah itu, siswa diminta untuk berjemur matahari di lapangan sekolah sambil memanggilnya satu per satu untuk menuju kelas.


Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMPN 3 Kudus Kasruni menuturkan, pihaknya menjemur siswa di lapangan karena sambil menunggu antrean untuk dipanggil ke dalam kelas. Menurutnya, sebelumnya siswa dipandu untuk senam ringan, supaya tubuh para siswa baru tersebut dipastikan sehat.

Siswa baru mengikuti senam ringan dan sambil berjemur di lapangan. Foto: Imam Arwindra

“Jadi tadi kita senam ringan dulu. Setelah itu dipanggil satu per satu menuju kelas. Sekalian pembagian kelas dan pengenalan lingkungan sekolah,” tuturnya saat ditemui di sekolah, Senin (13/7/2020).

-Advertisement-

Baca juga : Besok Mulai Tahun Ajaran Baru, Sekolah di Kudus Belum Diizinkan Gelar KBM Tatap Muka

Selanjutnya, setelah siswa sudah di dalam kelas, pihaknya memimpin doa agar proses pembelajaran kedepan berjalan lancar.

“Kita tidak tahu nanti KBM akan seperti apa, bisa tatap muka, juga bisa online. Kami masih menunggu intruksi. Namun dengan doa anak-anak semoga pandemi cepat selesai, dan proses pembelajaran dapat kembali normal kembali,” tuturnya.

Kasruni menuturkan, di hari pertama masuk sekolah, pihaknya masih meminta siswanya untuk datang ke sekolah. Siswa diberikan arahan mengenai proses pembelajaran dan pengenalan lingkungan sekolah.

“Jadi belum ada KBM (Kegiatan Belajar Mengajar), hanya pengenalan lingkungan sekolah saja,” tuturnya.

Dari jumlah siswa baru sebanyak 257 orang, menurut Kasruni, kedatangan siswa dibagi menjadi beberapa tahap. Yakni kelas VII pada hari Senin dan Selasa (13-14/7/2020).
“Jadi 257 siswa tersebut tidak langsung semuanya. Ada dua hari, Senin sama Selasa. Itu pun dalam sehari nanti masih dibagi lagi. Karena untuk memperhatikan protokol kesehatan,” tuturnya.

Dari jumlah 257 siswa, lanjut Kasruni, pembagian kelas dibagi menjadi delapan kelas. Satu kelas di antaranya yakni kelas favorit yang berjumlah 33 siswa.

“Jadi satu kelas tersebut yakni kelas altlet. Pendaftarannya pun secara offline,” jelasnya.

Menurutnya, dari sisa kelas berjumlah tujuh buah, rata-rata dihuni 32 siswa. Selain itu, pihaknya juga meminta siswa kelas VIII dan IX juga untuk datang ke sekolah.

“Jadi Senin dan Selasa untuk kelas VII. Hari Rabu dan Kamis untuk kelas VIII dan Jumat-Sabtu untuk kelas IX. Sama seperti kelas VII, koordinasi proses pembelajaran,” tuturnya.

Sementara itu, siswa baru SMPN 3 Kudus Cameliya Soraya (11) menuturkan, dirinya berharap proses KBM berjalan normal. Pihaknya mengaku kesulitan jika proses belajar dilakukan secara daring.

Baca juga : SMP PGRI Jekulo Gratiskan Biaya Pendidikan Peserta Didik

“Saya suka datang ke sekolah. Karena tidak punya handphone. Saya berdoa supaya virusnya (Corona) hilang” tutur siswa yang tinggal di Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Kudus.

Saat hari pertama sekolah, dirinya mengaku datang sendiri menggunakan sepeda. Dirinya tidak datang bersama orang tuanya karena sedang berdagang di pasar.

“Tadi saya dikasih tahu kelasnya di mana. Selanjutnya, kalau ke sekolah harus pakai masker dan cuci tangan dulu,” tutur alumnus SDN 3 Wergu Wetan.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER