BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria mengenakan kaus oblong hitam kombinasi merah terlihat sibuk di tepi Jalan Sudimoro, Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Dia tampak menyatukan bagan multiplek satu dengan yang lainnya. Pria tersebut yakni Asro (53) pembuat aneka furnitur dari multiplek.
Di sela aktivitasnya tersebut, Asro tidak keberatan berbagi kisah tentang usahanya kepada betanews.id. Dia mengatakan, membuat perabot rumah tangga dari multiplek sudah puluhan tahun. Sebelum di Kudus, ia sudah lama menjalani pekerjaan itu di Jakarta.

“Pada tahun 1986, selepas lulus SD (sekolah dasar) saya merantau ke Jakarta. Di Ibu Kota saya kerja di mebel yang memproduksi aneka furnitur dari multiplek,” ujar Asro, Senin (6/7/2020).
Warga Desa Blimbing Kidul, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus itu menuturkan, di tempat kerjanya itu ia belajar membuat aneka produk mebel dari multiplek dengan sistem gaji harian. Setelah bisa, ia pun menerima order borongan sendiri. Hal itu dilakukannya cukup lama di Jakarta, hingga ada krisis moneter 1998.
Baca juga: Bosan Merantau, Piti Rintis Bisnis Furnitur di Kudus Demi Dekat Keluarga
“Waktu ada krisis moneter itu banyak kerusuhan dan huru-hara. Pada tahun 1999, saya memutuskan pulang kampung ke Kudus,” tuturnya sambil membuka kaca matanya.
Di Kudus, lanjutnya, ia kemudian kerja di mebel Jepara. Namun karena di sana menggunakan bahan kayu, ia mengaku kesulitan. Hingga ia memutuskan keluar dan kemudian bertani.
“Sewaktu bertani itu ada teman saya menawari pekerjaan membuat perabot rumah tangga dari multiplek. Saya pun menyetujuinya,” ungkap pria yang sudah dikaruniai tiga anak tersebut.
Kata dia, ternyata pemilik rumah itu puas dengan hasil kerja Asro. Dari pekerjaan itu, ia mulai menerima banyak orderan pembuatan furnitur dari multiplek hingga sekarang.
“Bahkan saat booming usaha warnet di Kudus, hampir semuanya menggunakan jasa saya untuk membuat sekat ruang dan bakcdrop komputernya,” ungkap Arso.
Dia menjelaskan, menerima pembuatan aneka furnitur dari bahan multiplek dengan tebal 18 milimeter, serta triplek yang tebal sembilan milimeter. Bisa dilapisi high pressure laminate (HPL) dan dekosite.
Baca juga: Kualitas dan Harga Murah, Kunci Noto Mebel Bisa Bertahan Lebih 20 Tahun
Dia pun merinci aneka furnitur yang bisa diorder darinya. Antar lain, lemari, meja, ranjang, kitchen set, backdrop TV, sekat ruangan, meja kasir, meja counter ponsel, dan lain sebagainya. Untuk harga ia mematoknya per meter yakni mulai Rp 1,2 juta sampai Rp 1,6 juta.
“Harga tersebut tergantung bahan dan aksesoris yang diminta sang pemesan,” bebernya sembari menuangkan lem ke atas dekosit.
Dia mengatakan, puluhan tahun menekuni pekerjaannya belum pernah sekalipun dapat komplain dari pelanggan. Yang ada mereka puas dan selalu memberi referensi ke teman atau saudaranya.
“Saya selama ini memang menjaga kualitas, ya. Furnitur multiplek hasil karya saya itu terkenal lebih rapi. Pokoknya sesuai pesanan,” pungkas Arso.
Editor: Ahmad Muhlisin

