Jandaku, Tawarkan Aneka Produk Mebel dari Jati Belanda

BETANEWS.ID, KUDUS – Suara mesin serut kayu terdengar bising di tepi utara Jalan Suryo Kusumo, Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Mesin yang dikendalikan pria berkaus putih itu terlihat mengupas serat kusam kayu jati Belanda. Dengan telaten, pria tersebut  menyerut kayu yang dipegangnya, meski serpihan debu kayu itu mengotori pakaian serta area tersebut. Di samping pria itu tampak seorang rekan merangkai meja yang tebuat dari jati Belanda. Itulah sekilas kegiatan di Jandaku, pusat Jati Belanda Kudus.

Aktivitas produksi mebel di Pusat Jati Belanda Kudus. Foto : Rabu Sipan

Surono (37) pekerja bagian produksi di Jandaku menuturkan, di tempatnya bekerja itu menjual kayu jati Belanda, triplek bekas serta produk mebel dari bahan jati Belanda. Menurutnya, saat ini produk mebel dari jati Belanda lebih diminati karena serta kayunya yang lebih kelihatan seninya. Apalagi kalau dibakar, seratnya akan lebih kelihatan dan kehitaman.

“Selain itu, seratnya juga lebih natural, harga kayu jati Belanda juga lebih murah dari jati Jawa. Teter dan rayap juga tidak doyan dengan kayu jati Belanda, jadi lebih aman,” ungkap Surono kepada betanews.id.

-Advertisement-

Baca juga : Kualitas dan Harga Murah, Kunci Noto Mebel Bisa Bertahan Lebih 20 Tahun

Diakuinya, meski serat lebih bagus dari jati Jawa, jati Belanda itu tidak tahan oleh air. Namun untuk menyiasati itu, Surono melapisi  kayu jati Belanda dengan clear agar lebih awet.

Dia mengatakan, Jandaku menerima orderan pembuatan aneka produk mebel dari jati Belanda. Di antaranya, meja yang dihargai Rp  300 ribu, kursi Rp 130 ribu, gerobak bakso kisaran Rp 1,8 juta. Serta pemasangan di distro.

“Berbeda dengan produk mebel lainnya yang dipatok harga per unit. Pemasangan kayu jati Londo di distro dipatok harga per meter, yakni Rp 500 ribu per meter. Pokoknya kami siap menerima orderan pembuatan produk mebel dari jati Londo,” ujarnya.

Di Jati Belanda Kudus juga menjual triplek bekas ukuran 122 cm × 244 cm serta tebal 8 mm dengan harga Rp 70 ribu per lembar. Ada juga yang seharga Rp 15 ribu serta Rp 20 ribu dengan ukuran yang lebih kecil. Dan tentunya jati Belanda itu sendiri yang dijual dengan harga Rp 8 ribu per keping.

Baca juga : Kualitas Oke, Mebel Spesialis Kayu Lawasan Pak Timin Diburu Konsumen

“Kami juga menjual palet jati Belanda dengan harga Rp 85 ribu. Itu harga ecer, kalau beli banyak harga bisa kurang,” paparnya.

Dia menuturkan, Jandaku itu buka sejak 2008 dan hingga sekarang sudah punya banyak pelanggan. Tidak hanya orang Kudus saja, tapi juga orang Demak, dan Jepara.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER