BETANEWS.ID,KUDUS– Harga kebutuhan pokok di Kabupaten Kudus menjelang Ramadan tahun ini mengalami kenaikan. Tak hanya cabai setan yang tembus di harga Rp100 ribu per kilogram, harga telur di Pasar Bitingan juga naik signifikan sampai tembus di angka Rp32 ribu per kilogramnya.
Harga tersebut mengalami kenaikan secara drastis beberapa hari terkahir, mengingat harga normal telur biasanya hanya berkisar antara Rp27-28 ribu per kilogramnya.
Pedagang telur di Pasar Bitingan, Erma Siti Khoiriyah mengatakan, kenaikan harga telur sudah terjadi sejak satu pekan terakhir. Menurutnya, kenaikan harga telur disebabkan karena momen menjelang puasa. Kenaikan harga menjelang Ramadan itu disebutnya menjadi siklus tahunan.
Baca juga: UMKM Kudus Didorong Manfaatkan KUR, Hindari Jeratan Pinjol
“Untuk hari ini naik ya mas, harga eceran Rp32 ribu, sedangkan grosir Rp31 ribu. Semenjak ada tradisi Dandangan ini loh, harga telur mulai naik,” terangnya, Selasa (17/2/2026).
Kenaikan harga tersebut, kata dia, terjadi secara berangsur-angsur. Mulai dari harga normalnya Rp27 ribu per kilogram, sekarang menjadi Rp32 ribu. Ia menyebut, meski ada kenaikan harga, penjualan di lapaknya justru semakin ramai.
“Daya beli masyarakat Alhamdulillah ramai. Permintaan ada banyak ini, karena selain mendistribusikan ke pedagang di pasar Bitingan, ini ada permintaan untuk penjual Dandangan,” sebutnya.
Ia menuturkan, meningkatnya permintaan telur jelang Ramadan ini, berdampak penjualan sehari mencapai 1,5 kuwintal hingga 2 kuwintal. Tingginya harga tersebut, diperkirakan bertahan hingga satu pekan puasa berlangsung.
Baca juga: Ini Rencana Strategis Disbudpar Kudus untuk Dongkrak Pesona Colo dan Museum Kretek
“Kalau biasanya setelah satu pekan puasa itu harga akan kembali ke harga normal. Naik lagi nanti kalau mau mendekati lebaran,” jelasnya.
Salah satu pembeli, Joko mengaku, bahwa harga telur saat ini mengalami kenaikan harga secara drastis. Hal itu membuat dia terdampak pada kenaikan harga, karena telur yang dibeli biasanya dibuat menu pendamping soto yang diperjualbelikan setiap harinya.
“Kenaikan ini sangat luar biasa tinggi. Semoga saja harga tinggi ini tidak bertahan lama dan bisa kembali normal,” imbuhnya.
Editor: Kholistiono

