BETANEWS.ID,KUDUS-Masyarakat Dukuh Krajan, Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus merogoh kocek pribadi untuk meninggikan jalan. Hal tersebut dilakukan karena sudah kesal, hampir tiap tahun akses utama mereka selalu kebanjiran.
Tokoh masyarakat setempat, Hawi Sukamto menyampaikan, swadaya pengurugan jalan memang sudah jadi kesepakatan warga 10 RT di RW 2 Desa Karangrowo. Sebab selama lima tahun terakhir jalan tersebut selalu kebanjiran ketika musim hujan datang.
“Bahkan kemarin, jalan kami terendam banjir hingga 1,3 meter. Oleh karenanya atas kesepakatan, kami inisiatif iuran untuk meninggikan jalan dengan diurug menggunakan batu kapur,” ujar Hawi kepada awak media, Selasa (17/2/2026).
Baca juga: Sempat Diperbaiki Warga dengan Uang Pribadi, Jalan Berlubang Pati-Kayen Akhirnya Diaspal
Hawi mengungkapkan, ketika banjir akses utama selalu ikut terendam sangat tinggi. Hal itu mengakibatkan warga terisolasi
“Dengan adanya pengurugan ini, nantinya jika ada banjir jalannya masih aman. Warga masih tetap bisa berangkat kerja dan aktifitas lainnya, meski rumahnya kebanjiran,” bebernya.
Dia menuturkan, swadaya masyarakat ini bersifat sukarela. Ada yang iuran Rp 50 ribu, ada juga yang senilai batu kapur sebanyak 10 dump truk.
“Satu dump truk batu kapur kita beli dengan harga Rp 500 ribu. Kita juga sewa alat berat ekskavator kecil untuk proses pengurugan dan perataan,” bebernya.
Hal senada juga disampaikan warga lainnya yakni Siswoyo. Menurutnya, peninggian jalan atas kesepakatan warga. Namun, sudah sepengetahuan pemerintah desa.
Baca juga: Pemprov Jateng Kebut Perbaikan Jalan, Jelang Mudik Lebaran Dipastikan Mantap
“Rencana jalan yang kita urug untuk ditinggikan kurang lebih sepanjang 200 meter. Sementara untuk lebarnya sekitar enam meter,” ujar Siswoyo.
Ketinggian urugan bervariasi antara 50 sentimeter hingga 80 sentimeter. Ia memperkirakan pengurugan jalan tersebut menghabiskan 150 batu kapur dump truk.
“Dari warga mampunya swadaya untuk peninggian jalan. Terkait pengaspalan jalan, kita berharap ada bantuan dari pemerintah,” harapnya.
Editor: Kholistiono

