31 C
Kudus
Selasa, Februari 17, 2026

Bendung Wilalung Berstatus Awas, Pintu Arah Sungai Juwana Dibuka 20 Cm

BETANEWS. ID, KUDUS– Intensitas curah hujan tinggi di daerah hulu, tepatnya di Kabupaten Grobogan memicu debit air di Bendung Wilalung saat ini berstatus awas. Status awas di bendung pengendalian air yang berada di Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan itu terjadi mulai Senin (16/2/2026).

Operator dan Pemeliharaan (Operasional) Bendung Wilalung, Karno menyampaikan, bahwa saat ini kondisi debut air terbilang tinggi. Hari Selasa (17/2/2026) pukul 9.00 WIB ini, debit air di angka 950 meter kubik per detik.

Mengingat angka sudah melebihi standart operasional prosedur (SOP), yakni angka 800 meter kubik per detik, saat ini pintu ke arah Sungai Juwana dibuka 20 sentimeter secara bertahap.

-Advertisement-

“Jadi bukaan pintu nomor 8 sudah dibuka secara bertahap. Total bukaan saat ini 20 sentimeter ke arah Sungai Juwana. Pertama dibuka kemarin pukul 13.00 WIB, ketika debit air di angka 866 m³/detik, lalu bukaan ditambah 10 sentimeter, karena debit terus bertambah menjadi 900 m³/detik,” katanya saat ditemui di kantornya, Selasa (17/2/2026).

Ia menjelaskan, bahwa kondisi debit air di Bendung Wilalung saat ini dengan elevasi walking tanggul di angka 248 sentimeter dan tinggi jagaan tanggul hanya tinggal 48 sentimeter saja.

Baca juga :Sepanjang 2025, Kinerja Pegadaian Kudus Lampaui Target

Meski debit air hampir mencapai angka 1.000 meter kubik per detik, Karno menyebut, bahwa saat ini kondisinya terkendali. Hal itu dikarenakan ada proyek normalisasi di Sungai Wulan pada titik muara di Wedung, Jepara hingga Karanganyar Demak.

“Normalisasi sungai sangat membantu sekali. Biasanya debit air di angka 700 m³/detik, membuat ramai orang dan kondisi pintu Bendung Wilalung nomor 10 dan 11 biasanya banjir. Tapi ini di angka 950 m³/detik Alhamdulillah masih aman terkendali,” bebernya.

Ia menuturkan, kondisi cuaca di hulu saat ini masih mendung. Sehingga pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati, mengingat bencana alam tidak ada yang tahu.

“Meski debit air saat ini tinggi, tren menunjukkan penurunan tipis-tipis. Bagi warga terus waspada dan menjaga tanggul di masing-masing daerah,” terangnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER