31 C
Kudus
Selasa, Januari 27, 2026

Saking Larisnya, Siswanto Hanya Mampu Layani 400 Keranjang Kolak Gudang Sehari

BETANEWS.ID, KUDUS – Aroma gula langsung tercium saat berada di sebuah rumah yang berada di Dukuh Sekandang Tempel RT 1 RW 1 Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Di pekarangan samping rumah, tampak seorang pria menginstruksikan beberapa pekerjanya untuk merebus singkong ke dalam gulali yang mendidih. Sedang beberapa yang lain terlihat mengupas singkong. Pria yang mengenakan kemeja itu adalah Muhammad Siswanto (40), pembuat kolak gudang.

Sembari melakukan aktivitasnya, pria yang akrab disapa Siswanto itu berbagi kisah tentang usahanya tersebut. Dia mengatakan, sudah produksi kolak gudang sekitar 10 tahun yang lalu. Menurutnya, produksi kolak gudang itu dijadikan sampingan di sela memproduksi gula kawur.

Kolak Gudang yang diproduksi Muhammad Siswanto di kediamannya di Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Selasa (30/6/2020). Foto: Rabu Sipan.

“Selain sampingan, produksi kolak gudang dulu itu juga musiman. Namun, mulai tahun ini saya berencana fokus produksi kolak gudang dan produksi setiap hari tanpa musim,” ujar Siswanto kepada Betanews.id, Selasa (30/6/2020).

-Advertisement-

Hal tersebut dikarenakan minat masyarakat luas terhadap kolak gudang gula jawa miliknya makin meningkat. Jika dulu permintaan sekitar 50 keranjang. Sekarang ini, setiap harinya dia mampu menjual sekitar 400 keranjang. Itu pun masih nolak-nolak pesanan, karena keterbatasan waktu produksi.

“Kendalanya ada di waktu produksi yang butuh waktu lumayan lama,” ungkap pria yang dikaruniai dua anak itu.

Baca juga: Melihat Pembuatan Gula Tumbu di Gondangmanis Kudus

Siswanto lantas menjelaskan proses produksi kolak gudang gula jawa di tempatnya. Pertama-tama, bahan baku singkong dikupas, kemudian dikemas dua kilogram dalam keranjang. Terus dicuci dan direndam selama satu jam. Setelah bersih, baru kemudian direbus selama satu jam agar singkong itu merekah. Kemudian masuk proses pemanisan tahap pertama sekitar setengah jam.

“Setelah itu, lanjut pemanisan tahap akhir yakni singkong direbus dikuali berisi gulali mendidih. Waktu pemanisan itu juga sekitar 30 menit,” bebernya.

Untuk harga, ia mematok banderol Rp 25 ribu per keranjang untuk para bakul, dan Rp 30 ribu per keranjang untuk pembelian ecer. Menurutnya, peminat kolak gudang gula jawa miliknya sangat banyak. Yang datang tidak hanya orang Kudus saja, tapi juga ada yang dari Jepara, Pati, Demak, Semarang, Jakarta, dan Bali.

Kolak gudang sekarang ini memang disukai banyak kalangan. Kalau dulu hanya orang pedesaan yang mengkonsumsi, sekarang justru banyak orang perkotaan yang memburu makanan dengan cita rasa manis tersebut. Bahkan saat akhir pekan, tempatnya tersebut penuh mobil dan motor orang perkotaan yang berburu kolak gudang.

Baca juga: Bejo Indarto, Satu-Satunya Pembuat Tahu Kacang Hijau di Karesidenan Pati

Mungkin, tambahnya, mereka ingin melihat proses pembuatan kolak gudang. Pembuatannya itu memenuhi standar kebersihan atau tidak. Makanya, dia bersyukur selama ini tidak pernah ada masalah dengan kebersihan.

“Saya berharap ke depan usaha saya makin lancar. Orang-orang tidak bosan mengkonsumsi kolak gudang hasil karya saya. Sehingga rencana saya untuk produksi kolak gudang setiap hari dan tak kenal musim bisa terwujud,” tukas Siswanto.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER