Bejo Indarto, Satu-Satunya Pembuat Tahu Kacang Hijau di Karesidenan Pati

BETANEWS.ID, KUDUS – Siang itu, suara mesin diesel terdengar mengiringi aktivitas beberapa pria paruh baya di tempat produksi tahu di Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Asap yang mengepul di antara mereka seperti tak mengganggu kesibukan mencetak tahu.

Di bagian luar bangunan, dua orang pria dan satu perempuan sedang memotong tahu yang sudah tercetak. Tempat tersebut merupakan perusahaan tahu kacang hijau milik Bejo Indarto.

Seorang pekerja sedang menata wadah yang akan digunakan untuk mencetak tahu di tempat produksi milik Bejo Indarto, Kamis (11/6/2020). Foto: Rabu Sipan.

Ditemui di gudang penyimpanan kedelai, pria yang akrab disapa Bejo itu menuturkan, tempatnya tersebut merupakan satu-satunya yang memproduksi tahu kacang hijau di Kudus. Bahkan menurutnya, tidak hanya di Kudus saja, tapi juga satu-satunya di Karesidenan Pati.

-Advertisement-

“Ini perusahaan satu-satunya di Kudus bahkan se Karesidenan Pati, yang memproduksi tahu kacang hijau,” tegasnya saat ditemui betanews.id, Kamis (11/6/2020).

Baca juga: Tape Kuwawur, Usaha Turun Temurun yang Jadi Mata Pencaharian Warga

Dia mengatakan, tahu kacang hijau produksinya itu berbeda dengan tahu pada umumnya. Jika tahu lain hanya terbuat dari kedelai. Tahu milik Bejo campuran kacang hijau dan kedelai. Keunggulannya, rasanya lebih enak, lebih empuk dan tentu lebih diminati para pembeli.

Dia mengaku, mulai memproduksi tahu kacang hijau empat tahun lalu. Ia merasa saat itu persaingan usaha pembuatan tahu sangat ketat. Bahkan, banyak pengusaha tahu yang rela produknya dibawa para bakul dan dibayar setelah tahu terjual. Menurut Bejo, usaha seperti itu sangat riskan rugi.

Dari situ, dia berpikir untuk berinovasi agar tak terpengaruh oleh persaingan tersebut. Dalam pikirannya, dia harus membuat tahu yang lebih enak dan diminati banyak orang. Jadi nanti bukan dia yang cari konsumen, tapi konsumenlah yang berburu tahu miliknya. Lantas, terbersitlah ide membuat tahu kacang hijau.

“Sejak saat itu, selain tetap memproduksi tahu pada umumnya, saya mulai bereksperimen membuat tahu kacang hijau,” ungkapnya.

Layaknya bisnis coba-coba, ia juga sering gagal pada saat awal-awal beralih ke kacang hijau. Seperti tahunya tidak tercetak dengan baik, bentuknya mencair, dan warnanya hitam. Setelah beberapa kali percobaan, tahu kacang hijau Bejo bisa terbentuk, tapi warnanya tetap hitam.

“Setelah jadi, tahu kacang hijau itu saya tawarkan kepada para bakul. Mereka komplain, kok warnanya hitam. Namun saya meyakinkan mereka, hitam warnanya tapi rasanya dijamin lebih enak,” paparnya.

Baca juga: Dari Produksi Keripik, Abdul Banting Setir Bisnis Kopi Itheng

Para bakul itu pun, kata dia, percaya dan benar saja tahu kacang hijaunya diminati para pembeli. Hingga berangsurnya waktu, dia menemukan sebab tahu kacang hijaunya berwarna hitam, yakni dari kulit kacang hijau. Dari situ, setiap kacang hijau yang akan dicampur sama kedelai, kulitnya dihilangkan dulu.

“Alhamdulillah sekarang tahu kacang hijau produksi kami warnanya sudah sama seperti tahu pada umumnya,” kata Bejo.

Dia menuturkan, menjual tahu kacang hijau dengan harga Rp 24 ribu per papan. Harga tersebut untuk para bakul. Sedangkan harga ecer satunya dipatok Rp 6 ribu. Dia mengaku menjual tahunya itu cash, ada barang ada uang.

“Kami bersyukur dengan inovasi tersebut meski saya jual tahu secara cash, konsumen tetap berdatangan,” tutup Bejo.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER