Budidaya Anggur Secara Organik Diklaim Lebih Cepat dan Buahnya Lebih Banyak

BETANEWS.ID, KUDUS – Pohon anggur tampak tumbuh subur menjalar di area rumah milik Eko Purnomo (51) yang berada di kawasan Kavling Krapyak, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. Dua rumah berhadapan itu, dihubungkan oleh baja ringan sebagai tempat menjalarnya dua pohon anggur beraneka varian. Pohon yang sudah ditanam sekitar 1 tahun itu nampak mulai berbuah.

“Kalau anggur ini, cara penanamannya menggunakan teknik grafting. Karena bibitnya kebanyakan varian impor, jadi untuk menyesuaikan dengan tanah di sini, harus pakai teknik itu. Supaya bibit impornya tidak kaget karena perbedaan unsur tanah. Jadi batang dan akar dasar pakai pohon anggur lokal, pucuknya pakai yang import,” papar Eko, Minggu (14/6/2020).

Anggur yang dibudidayakan Eko Purnomo secara organik. Foto : Titis Widjayanti

Baca juga : Di Lahan 3000 Meter Persegi, Aan Wujudkan Mimpi Buat Tempat Wisata Edukasi Buah Anggur

-Advertisement-

Ia kemudian memperlihatkan beberapa bibit yang sudah berhasil ia budidayakan dan siap dijual. Untuk bibit yang siap tanam, dikatakan Eko, setidaknya membutuhkan usia tumbuh sekitar 3 bulan di polibag. Selanjutnya jika sudah melewati waktu itu, bibit siap ditanam di tanah biasa atau dipindahkan ke pot yang lebih besar. Biasanya, untuk pembibitan ia menggunakan pupuk organik tanpa dicampur dengan tanah di dalam polibag.

“Untuk bibit yang siap tanam, selain menunggu proses graftingnya sempurna juga menunggu sekitar 3 bulanan. Baru bisa dipindahkan ke pot yang lebih besar atau langsung media tanah. Kalau untuk pembibitan langsung pakai pupuk organik tanpa dicampur dengan tanah. Karena memang pupuk organik sendiri bisa mempercepat pertumbuhan secara alami,” ungkap dia.

Varian anggur impor yang ia dapatkan dari Komunitas Budidaya Anggur bermacam-macam. Di antaranya varian banana, ninel, everest dan menicure finger. Di samping rumahnya, Eko juga menanam berbagai varian itu sebagai indukan pohon. Di mana pucuknya dijadikan sebagai bibit grafting.

Untuk perawatan, dikatakan Eko tidak terlalu rumit. Hanya disemprot dengan POC organik dan pengairan dengan selang timer supaya tanah selalu basah.

Baca juga : Sediakan Aneka Bibit Anggur Unggulan, Aan Punya Pelanggan dari Seantero Nusantara

“Nah, ini bisa dilihat sendiri kalau dari pupuk dan pestisida organik, buah yang dihasilkan lebih banyak ya. Terus nanti hasilnya juga lebih besar dan rasanya akan lebih manis,” kata dia.

Untuk bibitnya sendiri, dikatakan Eko dijual dengan harga Rp 125 ribu sampai Rp 750 ribu, tergantung varian. Ia juga mengatakan, siap membantu serta konsultasi mengenai budidaya anggur secara organik kepada pelanggan. Sehingga ia berharap, selain pembuahan yang lebih cepat, semakin banyak bahan makanan yang bebas dari residu kimia yang bisa dikonsumsi manusia.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER