BETANEWS.ID, KUDUS – Green house yang berada di area persawahan Kelurahan Mlati Kidul, Kecamatan/Kabupaten Kudus itu tampak berbeda dari biasanya. Jika umumnya green house dibangun dengan baja ringan, tempat tersebut memilih gunakan bambu sebagai tiangnya.
Menurut Pemilik Green House Ravatar, Junaedi, penggunaan bambu itu untuk meminimalisir modal usaha pertanian modern yang saat ini sedang naik daun. Menurutnya, meski menggunakan bambu, rupanya bisa bertahan selama kurang lebih lima tahun.
“Selain itu, pakai bambu ini karena lebih kuat dari kendala angin. Untuk dinding yang berfungsi melindungi tanaman dari hama ini menggunakan bahan inseknet dan atapnya baru plastik UV (khusus green house),” ungkap pria berumur 35 tahun tersebut.
Baca juga: Budidaya Melon Premium Modalnya Besar, Untungnya Jauh Lebih Besar, Berani Coba?
Ia menjelaskan, usaha pertanian yang dikemas secara modern itu baru ia lakukan pertama kali ini, dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas hasil dari pertanian. Dengan menggunakan green house, hasil pertanian melon bisa lebih maksimal.
“Kalau sebagai petani ini kurang lebih sudah 15 tahunan. Selama ini memang sering menanam melon yang hasilnya lumayan. Karena ingin lebih sejahtera lagi, saya gunakan green house agar hasilnya tambah maksimal, tanpa ada hama yang menyerang,” jelasnya.
Sistem green house, lanjutnya, memiliki keunggulan yang lebih bagus ketimbang pertanian konvensional. Selain untuk mencegah hama menyerang, green house juga dinilai lebih efektif di musim kemarau ataupun musim penghujan.
“Ini saya belajar dari teman. Jadi memang untuk sistem pertanian seperti ini lebih irit perawatan. Penyomprotan lebih irit dan ringan, hasilnya juga tentu lebih bagus,” tuturnya.
Baca juga: Melihat Serunya Wisata Petik Melon Premium di Kudus
Untuk membuat green house dengan bambu, Junaedi mengaku menghabiskan modal Rp60 juta. Menurutnya, modal itu hanya digunakan untuk membangun instalasi saja. Kemudian bibit dan perawatan tanaman dengan modal lainnya.
Junaedi menambahkan, dengan lahan seluas 700 meter persegi dan jumlah 1.400 pohon melon, diperkirakan mendapatkan hasil Rp30 juta untuk panennya.
“Kalau modal keseluruhan mulai dari penyemaian hingga panen ini sekitar Rp15 juta,” imbuhnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

