Budidaya Melon Premium Modalnya Besar, Untungnya Jauh Lebih Besar, Berani Coba?

BETANEWS.ID, KUDUS – Budidaya melon premium yang sedang viral di Kudus telah menjadi primadona warga Kota Kretek dan sekitarnya. Mungkin banyak yang belum tahu, ternyata di balik untung yang melimpah budidaya melon premium, modal untuk memulainya juga tak main-main kapitalnya.

Contohnya adalah Green House Ravatar yang berada di area persawahan Kelurahan Mlati Kidul. Meskipun tampilannya terlihat sederhana, biaya pembuatannya mencapai Rp60 juta.

Baca Juga: Harga Beras di Jepara Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

-Advertisement-

Junaedi (35), pemilik budidaya melon premium mengaku, nekat membuat instalasi green house yang sederhana dengan menggunakan bambu.

“Biaya pembuatan Rp 60 juta, itupun menggunakan bahan bambu yang lebih irit dari pada bahan baja ringan seperti green house pada umumnya,” ungkapnya, Sabtu (16/9/2023).

Ia menjelaskan, pembuatan instalasi green house itu dari uang tabungannya yang saat ini sudah terkuras. Hal itu dengan harapan untuk mendapatkan atau menghasilkan keuntungan yang lebih bagus dari pertanian konvensional yang ia geluti belasan tahun.

“Alasannya karena ingin maju menjadi petani yang lebih makmur. Karena selama menggeluti pertanian 15 tahun itu kadang untung, kadang rugi. Sebab, pertanian konvensional itu di lahan yang terbuka dan banyak kendala dari hama,” tutur bapak dua anak tersebut.

Bangunan green house yang digunakan Junaedi ditutup dengan inseknet sebagai dinding dan plastik UV sebagai atap. Salah satu keunggulan dari green house adalah bisa membuat tamanaman kebal dari serangan hama.

Baca Juga: Ganjar Jajaki Potensi Kerja Sama Jateng dengan Negara-negara ASEAN

“Kalau untuk ukuran lahan ini sekitar 700 meter persegi yang bisa menampung 1.400 melon. Sedangkan untuk hasil panen melon ini, perkiraan sekitar Rp30 juta sekali panen,” jelasnya.

Junaedi lebih memilih tanaman buah melon, karena sesuai pengalamannya hasilkan keuntungan yang menggiurkan. Selain itu perawatan cepat dan mudah juga menjadi faktor utama untuk menanam melon.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER