Sediakan Aneka Bibit Anggur Unggulan, Aan Punya Pelanggan dari Seantero Nusantara

BETANEWS.ID, KUDUS – Di pekarangan depan dan belakang rumah tembok di Dukuh Ngrangit Baru, Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus tampak tanaman anggur merambat pada baja ringan. Di pekarangan belakang yang terasa rindang dengan tanaman anggur terlihat seorang pria sedang melakukan penjarangan buah anggur. Pria tersebut yakni Sama’an (32), seorang petani anggur.

Di sela aktivitasnya tersebut, pria yang akrab disapa Aan itu sudi berbagi kisah tentang usahanya. Dia mengatakan, menekuni sebeagai petani anggur sudah dua tahun. Hal itu dilakukannya, tak terlepas dari hobinya bercocok tanam, serta ingin memperbaiki kualitas tanaman anggur yang ada di Indonesia.

Sama’an sedang memetik buah anggur di kebun miliknya. Foto : Rabu Sipan

“Anggur yang umum ditanam di negara kita, itu sebenarnya bukan untuk dikonsumsi tapi untuk bahan minuman wine. Itu sebabnya buahnya kecil dan rasanya masam,” ujarnya kepada betanews.id, Senin (4/5/2020).

-Advertisement-

Baca juga : Di Lahan 3000 Meter Persegi, Aan Wujudkan Mimpi Buat Tempat Wisata Edukasi Buah Anggur

Seusai melakukan penjarangan, Aan kemudian mengambil bibit anggur di polybag dan dipotongnya. Setelah itu, ia memotong batang anggur yang menjalar pada baja ringan. Setelah daunnya dibuang, kedua batang itu pun disambung.

Batang yang bawah yang disambung tuturnya, merupakan varietas lokal. Sedangkan yang batang atas merupakan varietas batang anggur unggul dari Ukraina. Agar bisa menghasilkan buah anggur yang besar dan manis rasanya.

Di kebunnya, Aan mengaku menyediakan aneka macam bibit anggur. Antara lain, Transfiguration, Julian untuk anggur warna hijau kekuningan. Ada juga jenis Akademik Avidsba, B2, Viking yang nanti buah anggurnya warna hitam.

Untuk buah anggur warna merah hati bibitnya berjenis Ninel, dan Everest. Sedangkan untuk buah anggur warna hijau jenis bibitnya yakni Harold serta Ilaria. Dan buah anggur warna pink, jenisnya Dubovsky Pink.

“Semua jenis bibit anggur itu saya jual dengan harga sama, yakni Rp 125 ribu,” jelasnya sambil meletakkan bibit anggur yang selesai disambungnya ke tempat semula.

Selama ini, kata dia, peminat bibit anggurnya lumayan banyak, bahkan seluruh Nusantara. Kecuali Papua, hal itu dikarenakan ongkos kirimnya yang mahal. Bahkan beberapa kali juga pernah dapat permintaan dari Malaysia.

Baca juga : Embung Panguripan Desa Ngemplak Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Air, Ada Area Outbond

“Kendalanya lagi – lagi sama, yakni ongkos kirimnya yang mahal. Untuk sehari saya bisa jual dua sampai tiga bibit anggur. Itu pas sepi ya, sebab saat ramai saya mampu jual 40 hingga 50 bibit anggur sehari,” ungkapnya.

“Saya juga berharap agar banyak masyarakat yang menanam tanaman anggur. Biar negara kita tidak impor buah yang dikenal sebagai santapan orang berduit itu,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER