Wisata Air Jratunseluna di Desa Temulus Kembali Dibuka

BETANEWS.ID, KUDUS – Sungai Jratunseluna yang berada di kawasan Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, Kudus, tampak ramai pada Rabu (10/6/2020) sore. Belasan anak-anak perempuan dengan busana adat tampak menari berlenggak lenggok di atas perahu.Hal itu adalah bagian dari rangkaian pembukaan kembali Wisata Air Jratunseluna Desa Temulus.

Kepala Desa Temulus Suharto, yang hadir untuk membuka secara langsung wisata air tersebut menyampaikan, jika sebenarnya wisata itu sudah dibuka pertama kali pada 26 Januari 2020 lalu. Namun, karena ada pandemi Covid-19, akhirnya wisata itu terpaksa harus ditutup sementara.

Pembukaan wisata susur sungai di Desa Temulus. Foto : Titis Widjayanti

“Sejak ada aturan pemerintah mengenai PSBB dan larangan berkumpul, tempat ini kami tutup. Karena saat ini ini sudah mulai memasuki era new normal, jadi wisata ini kami buka kembali.Harapannya, nanti bisa menjadi alternatif untuk berwisata, utamanya wisata air bagi warga sekitar,” ujarnya.

-Advertisement-

Baca juga : Embung Panguripan Desa Ngemplak Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Air, Ada Area Outbond

Meski demikian, pihaknya akan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk pengunjung tempat wisata. Pihaknya telah menyiapkan tandon air untuk cuci tangan. Kemudian, pengunjung juga diimbau untuk menggunakan masker.

Di tempat ini, katanya, pengunjung bisa menikmati wisata air, yakni menyusuri sungai dengan menggunakan perahu sejauh 2,5 kilometer. Sedangkan untuk biayanya, pengunjung hanya membayar Rp 5 ribu.

Lelaki yang november 2019 lalu resmi menjabat sebagai kepala desa itu melanjutkan, dahulunya sungai tersebut dipenuhi enceng gondok dan tidak terawat. Menumpuknya tanaman air tersebut, dikatakannya juga menimbulkan adanya hama tikus yang merusak pertanian.

Hingga akhirnya, ia berinovasi untuk membersihkan enceng gondok di sana bersama dengan warga. Usai kondisi sungai bersih dari enceng gondok, pihaknya menjadikan sungai itu sebagai tempat wisata air. Dalam hal ini, awalnya ada dua perahu yang disediakan untuk pengunjung menyusuri sungai.

“Sekarang ini kan masih awal, kami akan terus mengembangkan wisata ini. Seperti nantinya mungkin kuliner khas yang bisa dihadirkan di sini. Terus edu wisata lain. Seperti pertanian sampai peternakan,” katanya.

Suharto menyebut, jika wisata air di desanya bisa dikembangkan dengan maksimal. Apalagi, saat pembukaan awal tempat tersebut, setidaknya pada tiga pekan awal pembukaan, sudah ada sekitar 10 ribu warga yang berbondong-bondong datang ke sana.

Baca juga : Sambut New Normal, Waterpark Mulia Wisata Beri Potongan Harga

Sementara itu, Sutiyo, Anggota DPRD Dapil 4 Kudus mengatakan, jika dirinya mendukung adanya tempat wisata air dengan fasilitas perahu itu. Ia juga mengakui bahwa dirinya ikut serta menginisiasi adanya wisata air tersebut. Ia berharap, wisata ini nanti juga bisa menjadi kebanggaan tersendiri bagi Desa Temulus dan sebagai ruang baru destinasi wisata di Kota Kretek.

“Kalau pembukaan, dari awal sama bersama Pak Lurah serta beberapa pihak lain memang yang menginisiasi untuk pembuatan wisata ini. Hasil dari wisata ini juga bisa jadi kebanggaan desa. Karena memang Pak Lurahnya cekatan, jadi senang juga saya. Waktu pembukaan hari pertama saja dulu, sekitar 3.000 orang hadir. Sampai padat memang. Itu berarti masyarakat cukup antusias,” papar dia.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER