BETANEWS.ID, MAGELANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan bantuan untuk sejumlah lembaga keagamaan di Kabupaten Magelang sebesar Rp 705 juta. Bantuan itu diberikan kepada yayasan, pondok pesantren, sekolah keagamaan, dan lainnya. Bantuan tersebut bersumber dari anggaran Pembangunan Pendidikan dari APBD Provinsi Jawa Tengah.
Salah satu penerima bantuan dari Yayasan Birrul Ummah Tegalrejo KH Zainul Habib, sangat berterimakasih dengan perhatian pemerintah terhadap pengembangan pendidikan keagamaan di Magelang.

“Alhamdulillah, perhatian ini membuat kami tambah semangat untuk mendidik anak-anak menjadi generasi yang cerdas dan religius,” kata dia dalam acara penyerahan bantuan di SMP Birrul Ummah Tegalrejo Magelang, Kamis (16/7/2020).
Baca juga: Tak Ingin Jadi Klaster Covid-19, Ganjar Minta Protokol Kesehatan di Pesantren Diperketat
Dalam kegiatan yang dihadiri sejumlah pengasuh pondok pesantren dan lembaga keagamaan lain di Kabupaten Magelang itu, Yayasan Birrul Ummah Tegalrejo mendapat bantuan Rp 60 juta. Sebelumnya, pihak yayasan juga mendapat bantuan Rp 100 juta yang telah digunakan untuk membantun empat ruang kelas sekolah.
“Kami memiliki SMP berbasis pesantren yang kami dirikan pada 2017 lalu. Alhamdulillah, dengan gotong royong masyarakat dan bantuan dari pemerintah ini, kami bisa membangun ruang kelas untuk belajar mengajar para santri,” jelasnya.
Zainul juga memastikan, semua kegiatan belajar mengajar di yayasannya menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
“Kami berusaha agar santri disiplin, baik di dalam pondok maupun di sekolah,” tutupnya.
Baca juga: Pelaku Pariwisata di Jateng Dapat Bantuan Sembako dari Kemenparekraf
Selain memberikan bantuan, Ganjar juga menyempatkan diri melihat proses belajar para santri di Yayasan Birrul Ummah Tegalrejo. Ganjar senang, karena semua santri tertib memakai masker dan jarak antara satu dengan lainnya terjaga.
“Seperti ini yang kami harapkan, tinggal nanti saat mereka keluar istirahat atau lainnya, tetap diminta disiplin menjaga jarak,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

