Beranda blog Halaman 1830

Raup Untung di Tengah Pandemi dari Pembuatan Media Tanam Hidroponik

0
Muhammad Rif'an sedang menyelesaikan pembuatan media untuk bercocok tanam hidroponik di rumahnya, Senin (8/6/2020). Foto: Rabu Sipan.

BETANEWS.ID, KUDUS – Di depan pelataran rumah lantai dua, RT 3 RW 3 Desa Panjang, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus tampak seseorang pria menyambung pipa Pvc. Pipa tersebut dirangkai hingga berbentuk trap. Tak berselang lama terlihat pria mengenakan peci putih datang membantu. Pria tersebut yakni Muhammad Rif’an (37) penyedia media untuk bercocok tanam hidroponik.

Seusai menyelesaikan menyelesaikan pekerjanya, pria yang saat ini tercatat sebagai Wakil Sekretaris Yayasan Arwaniyah Kudus itu sudi berbagi kisah tentang usahanya. Dia mengatakan, mulai menekuni usaha penyedia dan pemasangan media tanam hidroponik sejak puasa tahun ini. Hal itu dilakukan karena usaha yang dimiliki sebelumnya, terdampak oleh Corona.

Muhammad Rif’an sedang mengecek tanaman hidroponik di rumahnya, Senin (8/6/2020). Foto: Rabu Sipan.

“Saya sebelumnya punya usaha dekorasi pengantin. Namun sejak ada Corona dan ada larangan agar penyelenggaraan pesta pernikahan untuk menghindari kerumunan, banyak order yang dipending atau dijadwal ulang,” ujar pria yang akrab disapa Rif’an kepada Betanews.id, Senin (8/6/2020).

Akibatnya, lanjut Rif’an, hal itu sangat berpengaruh pada pemasukan dan keuangan keluarganya. Tak ingin berdiam diri, dia pun memutar otak agar punya tambahan penghasilan, untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Kemudian muncul lah ide untuk memasarkan jasa pembuatan media tanam hidroponik.

Baca juga: Enggan Bergantung dengan Yayasan, Rif’an Rintis Usaha Dekorasi dan Hidroponik 

“Awalnya saya itu hanya memosting tanaman hidroponik yang saya punya. Malah ada teman yang tanya bagaimana cara buat medianya. Kemudian saya jawab aja, pesan saja sama saya, dan teman saya setuju,” ujar pria berkaus oblong tersebut.

Dari situ, dia kemudian rajin memasarkan jasa pembuatan media tanam hidroponik di media daring. Menurutnya, selama ini respon dan peminatnya lumayan banyak. Sehari minimal ada dua orang yang pesan. Pesanan datang dari berbagai daerah.

Untuk harga, masih kata dia, satu set rangkaian berisi 40 lubang tanam dibanderol Rp 1,3 juta. Dengan harga tersebut, pembeli sudah terima beres. Media tanam itu diantar sampai tujuan lengkap dengan ember serta pompa air sebagai pendorong sirkulasi air.

“Pembeli juga dapat bonus bibit tanaman yang akan mereka tanam beserta nutrisi AB mix. Bibitnya yang kami jadikan bonus itu sudah tumbuh,” jelas pria yang sudah dikaruniai tiga anak tersebut.

Baca juga: Cerita Sukses Deni dari Selada Hidroponik, Awalnya Nekat Utang Rp 900 Juta

Saat ini, dia menerima pesanan dengan berbagai sistem. Antara lain, sistem DFT, NTF, Vertikal, apung dan lain sebagainya. Dia berharap, usahanya ini bisa makin berkembang dan banyak peminatnya.

“Semoga saja banyak orang yang minat untuk bercocok tanam secara hidroponik. Semakin banyak orang bertani, cita-cita negara untuk ketahanan pangan akan terwujud,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Mencegah Berat Badan Berlebih Saat Bekerja di Rumah

0
Makan berlebih saat bekerja di rumah bisa membuat berat badan naik.

Penulis: Meiliana

*Dosen Program Nutrisi dan Teknologi Kuliner, Universitas Katolik Soegijapranata

Keluhan dan meme mengenai peningkatan berat badan selama bekerja dari rumah (BDR) terkait pandemi Covid-19 bermunculan di media sosial (Ro, 2020). Menyadari pengaruh stres dan perubahan lingkungan terhadap perilaku makan, kita butuhkan agar peningkatan berat badan yang tidak diharapkan dapat dicegah.

Perubahan lingkungan secara drastis berdampak pada stres yang dapat berujung pada emotional eating akibat tingkat hormon kortisol yang tinggi. Saat stres, secara fisiologis tubuh menginginkan makanan tinggi kalori dan tinggi gula supaya ada asupan energi dalam waktu yang singkat. Gula juga menghasilkan dopamin, neurotransmitter yang mengaktifkan pusat kegembiraan di otak dan dapat mengalihkan seseorang dari emosi negatif (American Psychological Association, 2014; Ro, 2020).

Konsumsi makanan tinggi kalori dan tinggi gula menyebabkan keseimbangan energi positif, akibat jumlah konsumsi energi lebih besar daripada yang dikeluarkan tubuh melalui aktivitas fisik dan olah raga. Ini bisa berujung pada kenaikan berat badan.

Godaan snacking sangat besar saat bekerja dari rumah. Karenanya, pilihlah kudapan yang mengenyangkan dan mengandung banyak protein dengan rasio karbohidrat: protein 1:1 (jangan lebih besar dari 2:1) (Schuler, 2017). Kacang-kacangan, yogurt, dan buah bisa menjadi pilihan. Sekali waktu, jajanan tradisional misalnya lemper dan serabi bisa dikonsumsi dengan tetap memperhatikan porsi.

Salah satu cara mengontrol total kalori yang masuk tubuh adalah makan secara perlahan-lahan (eat slowly), sehingga kita sadar apa yang sedang dikonsumsi (Harvard Health Publishing, 2016). Dan yang perlu diperhatikan, kegiatan makan tidak seharusnya dilakukan bersamaan dengan aktivitas lain.

Latihan mengelola emosi dan olahraga juga menjadi kunci menghindari asupan energi berlebihan. Olahraga dapat menghilangkan stres dan meningkatkan energi keluar dari tubuh. Latihan pernafasan, peningkatan kekuatan otot, kelenturan, dan daya tahan tubuh bisa membantu mengurangi stres.

Olahraga dapat dilakukan saat jenuh bekerja maupun saat tubuh terasa pegal akibat posisi tubuh yang konstan dengan durasi panjang. Pilihlah aktivitas yang dapat dinikmati dan dapat dilakukan secara rutin. Peregangan bahu selama lima menit, jalan kaki, maupun berenang; semuanya lebih baik daripada duduk terus-menerus di depan layar komputer.

Referensi
Ro, C. (2020, April 1). Coronavirus: How to avoid overeating when working from home. Retrieved May 1, 2020, from https://www.bbc.com/worklife/article/20200331-how-to-eat-a-healthy-diet-when-work-from-home-coronavirus.


American Psychological Association. (2014). Stress in America™: Are Teens Adopting Adults’ Stress Habits? Retrieved from https://www.apa.org/news/press/releases/stress/2013/stress-report.pdf.


Schuler, L. (2017, February 2). Is working from home making you fat? Retrieved May 4, 2020, from https://growthlab.com/is-working-from-home-making-you-fat/


Harvard Health Publishing. (2016, January). 8 steps to mindful eating. Retrieved May 3, 2020, from https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/8-steps-to-mindful-eating.


- advertisement -

Selama Pandemi, Jagung Bakar Paini Laris Manis Dibeli Lewat Ojol

0
Sulastri sedang memanggang jagung pesanan pembeli di Warung Jagung Bakar Paini, Sabtu (6/6/2020). Foto: Titis Widjayanti.

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa pegawai berbaju warna merah di Warung Jagung Bakar Paini tampak sibuk di bagian masing-masing. Ada yang mendapat bagian membakar, ada yang menyiapkan piring sebagai wadah jagung yang diserut, dan sebagian menyiapkan minum untuk para pembeli yang siang itu cukup ramai.

Keramaian tersebut menjadi pemandangan sehari-hari di warung yang berada di komplek kios jajanan Gor Taman Krida, tepatnya di Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Kudus.

Sulastri sedang memanggang jagung pesanan pembeli di Warung Jagung Bakar Paini, Sabtu (6/6/2020). Foto: Titis Widjayanti.

Pegawai Jagung Bakar Paini, Susi (40) mengatakan, usaha yang berdiri sejak 35 tahun yang lalu itu memang selalu ramai setiap harinya, termasuk juga di masa pandemi Covid-19. Tak hanya dari Kudus, pembeli juga berdatangan dari luar daerah. Meski saat ada wabah omzet harian menurun, tetapi pihaknya bersyukur masih banyak pembeli yang memesan via ojek online (ojol).

“Kalau pengaruh, pasti jelas mempengaruhi. Karena biasanya, sebelum pandemi ini, setiap hari bisa habis sampai satu kwintal jagung. Sekarang paling 50 sampai 80 kilogram per hari. Kecuali hari Jumat, Sabtu, dan Minggu, itu bisa habis satu kwintal,” ungkapnya saat ditemui, Sabtu (6/6/2020).

Baca juga: 35 Tahun Jadi Primadona, Kunci Sukses Jagung Bakar Paini Ada di Sambal 

Selain itu, pihaknya juga mengikuti aturan pemerintah untuk melaksanakan protokol kesehatan di warungnya. Beberap hal yang dilakukan seperti jam buka diperpendek, penggiliran karyawan yang masuk, pesanan melalui ojol, dan berbagai penyiapan protokol kesehatan lain di warung.

“Sejak ada pandemi, kami ikut serta aturan pemerintah. Awalnya yang bisa tutup sampai malam, saat ini paling jam 21.00 WIB kami sudah tutup. Sampai kami ambil kebijakan untuk menggilir karyawan yang masuk setiap harinya. Saat ini, banyak yang pesan melalui ojek online di Grab. Pesanan lebih banyak daripada yang datang langsung ke sini. Ya alhamdulilah, kami bisa tetap bertahan di kondisi saat ini, ya melalui itu,” kata dia.

Selain memanfaatkan pengiriman via ojol, Susi juga mengungkapkan hal lain yang membuat warung itu bisa bertahan. Yaitu mengandalkan servis dan keramahan dalam melayani pembeli. Sehingga, mereka nyaman dan menjadikan warung tersebut sebagai tujuan untuk berkuliner jagung bakar.

“Hal itu sangat penting dan terus dilakukan, bahkan sejak awal dibukanya warung itu oleh almarhum Ibu Paini,” ungkap Susi.

Baca juga: Kopi dan Ketan, Menu Andalan yang Jadi Nama Kafe

Hal lain yang menjadi andalan warung tersebut adalah banyaknya varian rasa yang bisa dipilih pembeli. Dia menyebut, rasa yang bisa dipilih pelanggan adalah bumbu pedas yang menjadi ciri khas, kemudian coklat, asin manis, asin gurih, dan nano-nano (pedas, manis, asem, asin). Termasuk berbagai lauk pelengkap yang disediakan di warung.

“Kalau selain bumbu andalan yang turun temurun, ada banyak varian bumbu itu. Sesuai permintaan pembeli. Terus lauk lain yang hanya ada di sini, kami menyediakan pepes ndok kodok. Sedangkan yang sering banyak disukai pembeli itu bakwan jagungnya,” pungkas Susi.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Disnaker Kudus Hentikan Layanan Online Sejak 9 Juni 2020

0
Beberapa warga tampak sedang melihat informasi loker di Dinasker Kudus. Foto : M Khaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah orang tampak keluar masuk di ruang pelayanan Kartu AK1 di Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disnakerperinkopukm) Kudus. Satu di antara mereka yakni Zaenal Abidin. Dia mengaku membuat kartu Tanda Pencari Kerja (AK1) secara online.

Dirinya ke sana untuk mengumpulkan syarat dan mengambil kartu tersebut. Zaenal juga mengungkapkan, proses pembuatan secara online membutuhkan waktu lima hari. “Buatnya cepet sih, tapi nunggunya lama,” ungkapnya.

Sedangkan menurut Bambang Santoso (44), Kepala Bidang (Kabid) Penempatan Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja. Untuk membuat AK1 secara online membutuhkan waktu dua hari. Bisa lebih dari dua hari jika di luar hari kerja.

“Bisa lebih lama kalau di luar hari kerja, untuk normalnya sekitar dua hari. Karena sudah tidak kami batasi layanan tatap muka, jadi mulai hari ini kami menghentikan layanan online,” jelasnya, Selasa (9/6/2020).

Baca juga : Pemohon Kartu Kuning di Kudus Melonjak

Menurutnya, layanan online tersebut memang lebih memudahkan warga dalam membuat AK1. Tetapi pihaknya harus bekerja ekstra dalam menginput data, sehingga membatasi layanan tatap muka.

“Untuk layanan online memang inisiatif kami demi menghindari kerumunan. Jadi kami memanfaatkan google form untuk layanan online. Dalam empat hari aktif kerja, kami sudah melayani 285 orang secara online dan 100 orang secara tatap muka,” terangnya.

Kepala Dinas Disnakerperinkopukm, Bambang Tri Waluyo mengimbau, bagi pemohon yang tidak mengikuti protokol kesehatan untuk ditindak tegas. Dengan cara tidak melayani pembuatan kartu AK1.

“Semua wajib menggunakan protokol kesehatan. Bagi yang tidak patuh tidak usah dilayani. Demi keselamatan dan kebaikan bersama kita harus tegas,” tambahnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Mulai Dibuka, Ganjar Minta Bus Wisata Terapkan Prosedur New Normal

0
Ganjar Pranowo saat menerima bantuan APD dari Asosiasi Pengusaha Transportasi Pariwisata Jateng (Aspatria), Selasa (9/6/2020). Foto: Ist.

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo minta pengusaha bus pariwisata mulai mempersiapkan prosedur kenormalan baru. Ini dilakukan guna menyambut pembukaan destinasi wisata dengan penerapan protokol Covid-19.

“Tidak sulit kok, caranya. Yang penting bus harus bersih, apakah itu (bus) dipasangi UV atau dipasangi air purifying. Bisa juga supir dan kondekturnya pakai APD (Alat Pelindung Diri), atau kah jaraknya diatur dan wajib pakai masker,” kata Ganjar, susai menerima bantuan APD dari Asosiasi Pengusaha Transportasi Pariwisata Jateng (Aspatria), Selasa (9/6/2020).

Bidang usaha tak terkecuali pariwisata, lanjut Ganjar, memang harus berubah karena wabah Corona. Ia menyadari, sektor wisata paling terpengaruh Covid-19. Banyak pengusaha transportasi wisata yang tak mengoperasikan armadanya.

“Seiring beberapa daerah telah menurun (tingkat penularan) kita dengan hati-hati melakukan simulasi. Kami harap anda (pengusaha bus wisata), bisa ikut menjadi bagian, terkait prosedur normal baru (di bidang transportasi wisata),” urainya.

Baca juga: Ganjar Beri Izin Pembukaan Candi Borobudur untuk Simulasi

Saat ini, pihaknya tengah mempersiapkan pembukaan Borobudur untuk simulasi. Di Candi Budha yang terletak di Magelang itu, akan disimulasikan protokol kesehatan untuk wisatawan, Rabu (10/6/2020).

“Jumlah pesertanya (simulasi) 50 orang. Setelahnya, akan dilakukan evaluasi apakah destinasi tersebut bisa dibuka tapi terbatas, mekanisme masuknya bagaimana, kemudian pelindung diri yang digunakan. Besok akan kita lihat,” papar Ganjar.

Menanggapi hal itu, Ketua Harian Aspatria Jateng Kuswidyo Aji mengamininya. Ia mengaku siap menyesuaikan armada yang dimiliki oleh asosiasi dengan kenormalan baru. 

Kuswidyo memaparkan, sejak pandemi Covid-19 sekitar 1.000 armada bus pariwisata terpaksa tak mengaspal. Hal itu juga berimbas pada kru bus wisata yang otomatis menganggur.

Baca juga: Pemprov Jateng Kebut Susun Norma Baru sebagai Pedoman New Normal

Insyaallah, kita siap untuk menyikapinya, apakah itu dengan mengurangi kapasitas bus jadi separuh atau kah dengan pemasangan (penyekat) mika. Kita akan bicarakan dengan asosiasi. Proses ini (kenormalan baru) juga perlu kerja sama dengan biro, hotel dan restoran,” bebernya.

Pada kesempatan tersebut, Aspatria menyumbangkan 250 APD berupa cover all dan face shield kepada Pemprov Jateng, untuk diserahkan kepada tenaga medis. Tujuannya, untuk menyemangati para dokter dan perawat yang merawat para pasien Covid-19.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Pemohon Kartu Kuning di Kudus Melonjak

0
Pelayanan pembuatan Kartu AK1 di Disnaker Kabupaten Kudus. Foto : Ahmad Rosyidi

BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah orang tampak menunggu di depan layanan pembuatan Kartu AK1 atau kartu kuning di Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disnakerperinkopukm) Kudus, Selasa (9/6/2020). Tak lama datang seorang pria mengenakan baju batik ke ruangan tersebut. Dia adalah Bambang Santoso (44), Kepala Bidang (Kabid) Penempatan Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja pada Disnakerperinkopukm Kudus.

Dia sudi berbagi penjelasan kepada betanews.id tentang meningkatnya pemohon kartu tanda pencari kerja. Setelah ditutup karena pandemi Covid-19, pihaknya membuka kembali layanan pada tangga 2 Juni 2020. Menurutnya, peningkatan pemohon hingga 4 kali lipat dari biasanya.

Baca juga : Masuki Fase New Normal, Perusahaan Wajib Buat Tim Penanganan Covid-19

“Jika hari-hari biasa 15 hingga 20 orang, kali ini meningkat tajam. Dalam sepekan kita buka, sudah ada 405 yang dilayani. Untuk layanan online kita buka mulai tanggal 3 Juni 2020, dan layanan tatap muka kami batasi hanya 20 orang. Tetapi mulai tanggal 9 Juni 2020 ini kami buka full tatap muka tanpa pembatasan sesuai intruksi Bapak Kepala Dinas,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Bambang itu juga menjelaskan, pembukaan layanan tatap muka tetap akan memberlakukan protokol kesehatan. Jika ada pemohon yang tidak mengikuti prosedur, maka tidak akan dilayani. Pihaknya akan memberlakukan dengan tegas protokol kesehatan di sana.

Dengan dibukanya layanan tatap muka secara penuh, dirinya berharap warga yang datang juga akan mematuhi protokol kesehatan demi kebaikan bersama. Sehingga jika ada antrean tetap bisa kondusif dan tidak berkerumun.

“Karena tenaga pelayanan di sini juga terbatas, jadi kami berharap warga juga bisa tertib jika nanti harus antre. Pelayan kami ada 6 orang, tentu jika membeludak kami akan kewalahan,” ungkapnya.

Baca juga : 100 UMKM Makanan Ringan Dapat Bantuan Sembako Senilai Rp 2,8 Juta

Sementara itu, Kepala Disnakerperinkopukm, Bambang Tri Waluyo (59) menyampaikan, mulai tanggal 9 Juni 2020 layanan tatap muka untuk pembuatan AK1 tidak lagi dibatasi. Dirinya juga sudah menyampaikan, agar pemohon tetap menjalankan protokol kesehatan dalam pelayanan.

“Semua wajib menjalankan protokol kesehatan. Dan pembatasan hanya melayani 20 orang sudah tidak kami berlakukan,” tegasnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Elektabilitas Ganjar Pranowo Melonjak, Prabowo Anjlok

0
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Lembaga survei Indikator Politik Indonesia telah merilis hasil survei terkait elektabilitas sejumlah tokoh. Berdasarkan hasil survei yang telah dirilis, elektabilitas Gubernur Ganjar Pranowo melonjak. Posisi gubernur Jateng dua periode tersebut tepat di bawah Prabowo Subiyanto yang masih bertengger di puncak.

Indikator Politik Indonesia melakukan survei pada 16-18 Mei. Hasil survei menunjukkan, elektabilitas Ganjar sebesar 11,8 persen. Angka tersbeut meningkat 2,7 persen dibanding survei yang dilakukan sebelumnya pada Februari, yakni sebesar 9,1 persen.

Sedangkan elektabilitas Prabowo, berdasarkan hasil survei tersebut menunjukkan penurunan cukup signifikan, meski berada di nomor satu. Menteri Pertahanan tersebut hanya memperoleh eletabilitas sebesar 14,1 persen. Angka tersebut menurun jika dibandingkan survei yang dilakukan sebelumnya, yakni sebesar 22,2 persen.

Baca juga: KPU Pastikan Pilkada Tetap Digelar saat Pandemi, Ganjar Usul Sistem E-Voting

Indikator Politik Indonesia melakukan survei ini via wawancara sambungan telepon kepada responden pada Mei lalu. Survei juga dilakukan kepada responden yang dipilih secara acak dari kumpulan sampel acak survei tatap muka langsung yang pada rentang Maret 2018-Maret 2020.

Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 1.200 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error) sebesar lebih kurang 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Menanggapi hasil surveri yang menempatkan namanya di urutan kedua, Ganjar mengaku tak begitu tertarik dengan hal tersebut. Menurut politisi PDI Perjuangan tersebut, tidak etis membicarakan hasil survei elektabilitas di tengah pandemi Covid-19 yang masih melanda Indonesia.

Baca juga: Usai Dilantik, Ganjar Ingatkan Bupati Jepara untuk Perbaiki Data Penduduk

“Sebenarnya saya tidak terlalu tertarik untuk membicarakan soal survei (eletabilitas). Tidak etis lah membicarakan hal tersebut di situasi seperti sekarang ini,” ujar Ganjar, Selasa (9/5/2020).

Menurut Ganjar, akan lebih baik jika konsentrasinya dicurahkan lebih besar untuk mengurusi penanganan penyebaran Covid-19. Apalagi, kata dia, tren penularan virus yang belum ditemukan vaksinnya tersebut terus meningkat.

“Biarlah survei itu menjadi bahan diskusi di masyarakat. Saya akan lebih banyak berkonsentrasi untuk penanganan penyebaran Covid-19 dan dampak yang timbul di masyarakat. Survei itu biarlah begitu, saya akan mengurus ini saja,” katanya.

Editor: Suwoko

- advertisement -

KPU Pastikan Pilkada Tetap Digelar saat Pandemi, Ganjar Usul Sistem E-Voting

0
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengusulkan pelaksaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 bisa dilakukan dengan cara pemungutan suara pemilu secara elektronik (e-voting). Pemilihan sistem ini mengacu pada keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang memastikan tetap melanjutkan tahapan pesta demokrasi lima tahunan itu di tengah kondisi pandemi.

Ganjar mengaku siap untuk menggelar Pilkada serentak, meskipun harus ada Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan.

“Intinya kami siap semuanya. Hanya mungkin yang perlu disiapkan dengan lebih matang adalah SOP yang mesti dilakukan, mulai tahapan awal sampai tata cara pencoblosan,” kata Ganjar saat ditemui di kantornya, Selasa (9/6/2020).

Menurutnya, proses Pilkada saat ini memang harus berbeda. Ada banyak rutinitas yang diubah, misalnya cara kampanye yang tidak lagi terbuka dengan mengumpulkan massa besar, melainkan menggunakan medsos dan platform digital lainnya.

Baca juga: Pilkada di Tengah Pandemi, Ganjar Minta KPU Cari Titik Temu Rencana Anggaran

“Syukur-syukur sebenarnya, kalau hari ini kita percaya dengan sistem, proses pemilihannya menggunakan e-voting. Hari ini sebenarnya saatnya kita pakai e-voting, meskipun saya tahu perdebatan pasti akan sangat panjang. Namun, harus ada pola baru yang disiapkan agar tidak ada kerumunan massa saat proses pencoblosan berlangsung,” terangnya.

Dengan mekanisme itu, lanjut Ganjar, sebenarnya orang tidak perlu berkerumun datang ke tempat pemungutan suara, karena di mana pun dia berada bisa menentukan pilihannya masing-masing. Makanya, dirinya ingin ada diskusi dan pembahasan serius tentang kemungkinan e-voting ini.

“Dengan e-voting, orang bisa ngevote di mana pun dia berada. Sebenarnya, ini cara yang bisa dipakai di tengah kondisi saat ini. Saya pengen ada diskusi dan pembahasan serius soal ini,” terangnya.

Terkait anggaran, Gubernur Jateng dua periode itu menegaskan semuanya sudah disiapkan, termasuk anggaran untuk protokol kesehatan. Namun, dirinya justru mengkhawatirkan kesiapan daerah yang akan melaksanakan Pilkada serentak itu.

Baca juga: Pemprov Jateng Kebut Susun Norma Baru sebagai Pedoman New Normal

Kekhawatiran ini cukup beralasan, mengingat selama pandemi covid-19, semua daerah memfokuskan anggaran untuk penanganan wabah. Makanya, perlu dievaluasi bersama, daerah-daerah itu masih ada anggaran untuk Pilkada atau tidak.

“Kalau tidak ada, maka urutannya bagaimana, apakah dibantu dari provinsi, pusat atau bagaimana. Soal ini sedang dibahas oleh KPU, Kemendagri dan Bawaslu. Namun intinya kami siap, kami akan bantu dan dorong kabupaten/kota untuk hal ini,” tutupnya.

Untuk diketahui, daerah di Jawa Tengah yang akan mengikuti Pilkada serentak 2020 ada 21 kabupaten/kota. Yaitu Kabupaten Blora, Boyolali, Demak, Grobogan, Kebumen, Kendal, Klaten, Pekalongan, Pemalang, Purbalingga, Purworejo, Rembang, Semarang, Sragen, Sukoharjo, Wonogiri dan Wonosobo. Sementara untuk kota, ada Kota Magelang, Pekalongan, Semarang dan Surakarta.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Pemkab Kudus Kucurkan Dana Hibah Rp 8,65 Miliar

0
HM Hartopo, Plt Bupati Kudus menyerahkan bantuan dana hibah kepada salah satu lembaga di Kudus. Foto : Imam Arwindra

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus menyalurkan dana hibah senilai Rp 8,65 miliar untuk organisasi kemasyarakatan, Selasa (9/6/2020). Bantuan dana hibah tersebut diberikan kepada 113 lembaga peribadatan, pendidikan keagamaan dan organisasi sosial masyarakat.

“Bantuan ini, harapannya dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Terutama untuk stimulan kegiatan kemasyarakatan di saat Pandemi Covid-19,” tuturnya ketika memberikan bantuan di Pendapa Kabupaten Kudus.

Dalam pembagian, lanjut Hartopo, tidak semua diundang ke pendapa, hanya perwakilan saja.

Kemudian, di antara lembaga yang mendapatkan hibah yakni Universitas Muria Kudus (UMK) Rp 600 juta, Baznas Rp 620 juta, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Rp 100 juta, MA NU Hasyim Asy’ari 3 Rp 300 juta, MI Muhammadiyah 2 Kudus Rp 300 juta dan Masjid Ar Rohman Gribig Rp 250 juta.”Jadi setiap lembaga jumlahnya berbeda-beda,” tuturnya.

Baca juga : 100 UMKM Makanan Ringan Dapat Bantuan Sembako Senilai Rp 2,8 Juta

Hartopo membeberkan, jumlah lembaga yang diusulkan awalnya yakni 128 lembaga. Namun setelah proses validasi dan verifikasi menjadi 113 lembaga. Hal tersebut membuat jumlah dana hibah yang awalnya sebesar Rp 8,9 miliar menjadi Rp 8,65 miliar.

“Jadi anggaran awal yang diusulkan Rp 8,9 miliar, namun setelah proses verifikasi jadinya turun. Anggaran tersebut dari APBD tahun 2020,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor UMK Suparnyo menyampaikan terima kasih atas hibah yang diberikan. Menurutnya dana hibah tersebut akan digunakan untuk pengadaan sarana dan prasarana di kampus.

“Kami akan menggunakan anggaran tersebut untuk pengadaan AC (air conditioner) di Ruang Auditorium kampus,” tuturnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Persyaratan Terlalu Berat, Nakes di Kudus Terancam Gagal Dapat Insentif

0
Petugas kesehatan sedang mempersiapkan alat untuk tes swab terhadap 12 tenaga medis puskesmas. Foto : Imam Arwindra

BETANEWS.ID, KUDUS – Pencairan dana insentif bagi tenaga medis yang menangani Covid-19 di Kabupaten Kudus terganjal banyaknya persyaratan yang terlalu berat.

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Kudus Mukhasiron menuturkan, tenaga medis sebagai garda terdepan Covid-19, harus mendapatkan dana insentif. Selain misi kemanusiaan, tenaga medis juga perlu memperoleh haknya atas pengorbanan dan waktunya. Namun, hingga sekarang tidak ada satu pun dari tenaga medis yang memenuhi persyaratan.

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Kudus Mukhasiron. Foto: Imam Arwindra.

“Tadi disampaikan Dinas Kesehatan. Tidak ada satu pun yang bisa memenuhi standar. Persyaratan untuk mendapatkan insentif berat,” tuturnya selepas kegiatan rapat koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Senin (8/6/2020).

Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut memberitahukan, Dinas Kesehatan Kudus harus menyetorkan datanya kepada Kementerian Kesehatan besok tanggal 10 Juni 2020. Namun, hingga sekarang belum ada yang sesuai persyaratan.

Baca juga: Alat Tes Swab di RSUD Kudus Sudah Bisa Dioperasikan

“Salah satu persyaratan yang berat yakni ada angka khusus terkait jumlah kasus yang ditangani tenaga medis. Baik kasus orang dalam pengawasan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) maupun pasien terkonfirmasi Covid-19,” jelasnya.

Dengan adanya hal tersebut, pihaknya meminta Dinas Kesehatan agar lebih memberikan pendampingan kepada tenaga medis yang berhak memperoleh dana insentif.

“Berdasarkan laporan memang ada sebagian tenaga medis yang murni ikhlas tidak mengambil insentif. Namun, ada juga yang memilih mengambil. Untuk itu, Dinas Kesehatan harus melakukan pendampingan lebih maksimal,” pinta Mukhasiron.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kudus dr Andini Aridewi menuturkan, beberapa tenaga kesehatan sudah mengajukan anggaran dana insentif tersebut. Namun, memang belum ada yang sesuai dengan persyaratan.

“Itu tidak hanya Kudus saja. Kabupaten sekitar Kudus pun sama,” ungkapnya.

Baca juga: Sempat Tutup, Puskesmas Kaliwungu Kini Sudah Dibuka Kembali

Beberapa tenaga kesehatan yang sudah mengajukan sementara hanya dari empat rumah sakit saja. Saat ini pihaknya masih melakukan proses revisi dan persepsi dalam menghitung kelengkapan data pendukung.

“Totalnya kami masih hitung, karena jumlahnya terus bertambah,” tuturnya.

Andini menjelaskan, dana insentif yang diberikan besarannya variatif, mulai dari Rp 5 juta hingga Rp 15 juta per bulan. Tertinggi, lanjut Andini, yakni dokter spesialis sebesar Rp 15 juta. Selanjutnya dokter umum dan dokter gigi Rp 10 juta, bidan dan perawat Rp 7,5 juta, dan tenaga medis lainnya Rp 5 juta.

“Jadi angka tersebut yakni per bulan. Paling tinggi dokter spesialis sampai Rp 15 juta perbulan. Namun, itu bukan angka mutlak. Tergantung berapa kasus yang ditangani,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Kedai Id Luncurkan Menu Baru dengan Promo Menarik

0
Salah satu pelayan di Kedai Id sedang membuat salah satu minuman favorit di kedai tersebut. Foto : Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Di salah satu kedai Muria Kuliner Kudus, tepatnya di los nomor 1, terlihat seorang perempuan mengenakan jilbab hitam dan bermasker sedang melayani seorang pembeli. Setelah menulis pesanan pelanggan dengan dibantu dua pekerjanya, perempuan tersebut menyiapkan pesanan. Perempuan itu yakni Fitriya Dwi Noor Aini (26) pemilik Kedai Id yang sempat tutup akibat corona.

Di sela aktivitasnya, perempuan yang akrab disapa Fitri itu sudi berbagi penjelasan tentang usahanya tersebut. Dia mengaku, saat ada pandemi Covid-19, kedai miliknya itu sempat tutup dua bulan. Hari Sabtu (6/6/2020) mulai buka lagi untuk menyambut berlakunya new normal atau kenormalan baru.

Salah satu konsumen sedang melihat menu yang ada di Kedai Id. Foto : Rabu Sipan

Baca juga : Gravitasi Teras Muria, Angkat Potensi Muria sebagai Menu Khas

“Tutup dua bulan, lumayan bikin pusing, karena tidak ada pemasukan. Kasihan juga karyawan menganggur. Kemudian, banyak pelanggan yang DM agar membuka Kedai Id,” ujar Fitri kepada Betanews.id.

Perempuan yang dikaruniai satu anak itu menuturkan, dengan memutuskan membuka kedainya di masa pandemi, dia pun sudah menyiapkan segala sesuatu yang terkait dengan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

Pihaknya, menyediakan tempat cuci tangan lengkap dengan hand soap. Pihaknya juga melengkapi diri dengan masker. Menerapkan phisical distancing, serta bagi pembeli yang tidak mengenakan masker tidak dapat promo menarik dari Kedai Id.

“Ya kami memang sedang ada promo menarik. Di antaranya, seblak dan moktail dengan harga khusus Rp 6 ribu seporsi. Beli enam porsi gratis satu porsi. Give away mesin blender. Serta voucer diskon harga 20 persen untuk all treatment di Arraya Salon,” beber perempuan yang kenakan masker kuning tersebut.

Perempuan yang tercatat sebagai warga Desa Bumirejo, Kecamatan Margorejo, Pati itu mengatakan, Kedai Id menyediakan aneka minuman jus, moktail, thai tea, serta berbagai menu makanan. Di antaranya, seblak, roti bakar, banana rainbow dan lain sebagainya.

“Karena lagi pandemi corona, kami juga berinovasi dengan buat menu baru. Yang kami beri nama Wedang Uwuh dan Wedang Secang,” tutur Fitri yang mematok harga Rp 8 ribu satu porsi untuk kedua menu barunya tersebut.

Baca juga : Kopi dan Ketan, Menu Andalan yang Jadi Nama Kafe

Dia menjelaskan, kedua menu minuman itu mengandung rempah, jadi sangat bagus untuk tubuh. Bisa sebagai penambah daya tahan tubuh agar terhindar dari virus. Seperti diketahui, virus corona itu belum ada vaksinnya. Namun bisa dicegah penularannya dengan menerapkan protokol kesehatan serta dengan memperkuat imun tubuh.

“Semoga saja keadaan bisa secepatnya kembali normal. Kedai Id juga semakin ramai pembeli seperti saat sebelum ada corona,” ungkap Fitri yang mengaku sebelum ada corona Keda Id bisa melayani 50 transaksi per harinya

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Alat Tes Swab di RSUD Kudus Sudah Bisa Dioperasikan

0
Salah seorang petugas di RSUD dr Loekmono Hadi sedang berada di laboratorium untuk uji swab. Foto : Imam Arwindra

BETANEWS.ID, KUDUS – Plt Bupati Kudus HM Hartopo mengumumkan alat Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) yang digunakan untuk tes swab sudah bisa difungsikan. Dengan beroperasinya alat tersebut, artinya Kabupaten Kudus sudah memiliki laboratorium Covid-19 sendiri.

Plt Bupati Kudus HM Hartopo menuturkan, tes swab sangat penting untuk penanganan Covid-19. Karena dengan dilakukan tes swab, pasien dapat didiagnosis terkonfirmasi positif Covid-19 atau negatif.

Plt Bupati Kudus HM Hartopo saat mengunjungi RSUD dr Loekmono Hadi. Foto : Imam Arwindra

“Hari ini (Senin) sudah bisa dioperasikan. Jadi karena RSUD dr Loekmono Hadi rumah sakit rujukan Covid-19, kabupaten sekitar, seperti Jepara, Pati, Purwodadi dan Demak bisa ikut menggunakan,” tuturnya saat penyerahan bantuan alat RT-PCR oleh PT Djarum di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, Senin (8/6/2020).

Baca juga : Awal Juni, Kudus Sudah Bisa Lakukan Tes Swab Sendiri

Nantinya, lanjut Hartopo, jika dari kabupaten sekitar Kudus mengirim sample lendir dengan jumlah banyak untuk dilakukan tes swab, maka sistem antrean akan diberlakukan.

“Kita tetap prioritas Kudus dulu, terutama untuk tracking pasien yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19,” tuturnya.

Hartopo memberitahukan, dalam pelayanan tes swab, pihaknya menyiapkan 15 orang operator yang ditempatkan di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus. Menurutnya, operator sudah berlatih mengoperasikan alat tersebut dan sudah lancar. “Dua hari kemarin sudah mulai berlatih. Ini sudah lancar,” tuturnya.

Menurutnya, dalam prosesnya pihaknya membutuhkan waktu delapan jam untuk mengetahui hasil swab. Dalam sehari, kapasitas yang diberikan yakni 90 swab.
“Waktu yang dibutuhkan, mulai sampel lendir sudah di sini (labolatorium) butuh sekitar delapan jam. Saya yakin kalau sudah lancar nanti bisa empat sampai lima jam,” jelasnya.

Hartopo menuturkan, sebelum memiliki alat swab RT-PCR sendiri, pihaknya harus melakukan tes swab di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) di Jakarta, Rumah Sakit Nasional Diponegoro Semarang, BBTKLPP Yogyakarta dan B2P2VRP Salatiga. Selanjutnya, waktu yang dibutuhkan untuk mengetahui hasilnya, yakni lima sampai tujuh hari.

“Sekarang waktu yang dimiliki lebih cepat. Jadi penanganan akan lebih cepat lagi,” tuturnya.

Baca juga : Djarum Sumbang Alat Tes Swab ke Pemkab Kudus, Hasil Keluar dalam Satu Hari

Dirinya menyampaikan terima kasih kepada PT Djarum yang mendonasikan alat RT-PCR. Menurutnya, dengan bantuan yang diberikan sangat membantu sekali dalam penanganan Covid-19 yang terus meningkat.

“Setelah Lebaran, kasus Covid-19 semakin naik. Ini lonjakan kedua,” tuturnya.
Sementara itu, Public Affair Djarum Foundation Purnomo Nugroho berharap agar alat RT-PCR dapat membantu penanganan Covid-19. Menurutnya, donasi alat RT-PCR yakni sebagian langkah perusahaan untuk mengabdikan diri kepada negeri.

“Ini bentuk komitmen Djarum Foundation berbakti kepada Negeri. Semoga Covid-19 selesai, dan masyarakat bisa hidup normal kembali,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

35 Tahun Jadi Primadona, Kunci Sukses Jagung Bakar Paini Ada di Sambal

0
Sulastri sedang memanggang jagung pesanan pembeli di Warung Jagung Bakar Paini, Sabtu (6/6/2020). Foto: Titis Widjayanti.

BETANEWS.ID, KUDUS – Jejeran mobil dan sepada motor tampak memenuhi area depan sebuah warung yang berada di komplek kios jajanan Gor Taman Krida, tepatnya di Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Kudus, Sabtu (6/6/2020).

Para pengunjung terlihat datang silih berganti meramaikan warung yang menyediakan jagung bakar legendaris itu. Tempat tersebut adalah Jagung Bakar Paini yang selama 35 tahun jadi primadona warga Kudus.

Warung Jagung Bakar Paini yang berada di komplek kios jajanan Gor Taman Krida, tepatnya di Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Kudus. Foto: Titis Widjayanti.

Sang pemilik, Sulastri (35) mengatakan, warung tersebut sudah dijalankan selama dua tahun menggantikan ibunya yang bernama Paini. Nama itulah yang kemudian jadi nama tempat usaha. Perempuan asli Purwodadi itu mendapatkan kepercayaan ibu angkatnya itu, lantaran dirinya sudah ikut bekerja di sana sejak umur 12 tahun.

“Kalau ini saya meneruskan milik ibu saya. Jadi sudah berdiri sejak 35 tahun, hampir 36 tahun yang lalu. Tapi sejak dua tahun silam, karena beliau meninggal, jadi saya yang meneruskan,” ungkap Lastri.

Baca juga: Sadis Abis, Warung Geprek Pertama di Kudus

Pegawai Jagung Bakar Paini, Susi (40) menambahkan, warung jagur bakar yang beberapa kali pindah tempat itu masih mempertahankan bumbu khas yang diracik Paini.

“Jadi ciri khas bumbu rahasia dari jagung bakar ini ya masih sama sejak dulu. Karena memang yang buat dari almarhumah, terus diturunkan ke Mbak Lastri,” papar Susi.

Rasa pedas yang menjadi andalan, lanjut Susi, berbeda dengan warung jagung bakar lain. DI tempat tersebut ada dua varian pedas yang bisa dipilih pembeli, yaitu pedas saja dan pedas pol. Jika pembeli meminta pedas pol, maka bumbu ditambahkan dengan cabai hijau. Nama dari bumbu berwarna coklat itu diberi nama sambal Malang.

“Kalau yang menjadi ciri khas dari bumbu jagungnya, ya rasa pedasnya. Namanya sambel Malang. Bahannya sendiri rahasia, yang jelas kami tidak memakai kecap. Terus ada dua macam, pedes saja sama pedes pol. Sambal ini yang berbeda dengan warung jagung bakar lain,” ungkap Susi.

Selain resep, yang membedakan jagung bakar di tempatnya adalah pemilihan jagung Bandungan yang memiliki tekstur lebih empuk dan manis. Sehingga saat dibakar lebih cepat matang dan saat dingin tidak terlalu keras untuk dimakan. Bahan bakunya sendiri dibeli dari Pasar Bitingan yang menjadi langganan mereka.

Baca juga: Selama Pandemi, Jagung Bakar Paini Laris Manis Dibeli Lewat Ojol 

“Kalau jagungnya, ini jenis jagung Bandungan. Karena lebih manis dan empuk. Jadi kalau dibakar lebih cepet matang. Terus, kan jagung kalau dibakar menjadi lebih keras, apalagi kalau mulai dingin. Nah, jagung jenis ini tidak begitu keras. Beda dengan jagung lokal sini,” beber dia.

Untuk mendapatkan jagung bakar legendaris ini, pembeli hanya cukup merogoh kocek sebesar Rp 6 ribu per porsi. Untuk lauk pelengkap, warungnya menyediakan sate telur, usus ayam, sosis, scallop ikan, bakso ikan, tempura dan masih banyak lagi. Pelengkap itu bisa juga dipanggang sesuai permintaan.

“Semua lauk itu dipatok seharga Rp 3 ribu per tusuk. Pembeli bisa makan murah meriah hingga kenyang di sini,” tutup Susi.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Berjubel saat Pengambilan BST, Ganjar Tegur Manajemen Kantor Pos

0
Ganjar Pranowo saat melakukan sidak di Kantor Pos Erlangga Kota Semarang, Selasa (9/6/2020) pagi. FOto: Ist.

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan sidak ke beberapa Kantor Pos untuk memastikan penyaluran bantuan sosial tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemnsos) mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Dalam pantauan di Kantor Pos Besar Semarang yang ada di kawasan Pasar Johar, Ganjar masih banyak menemukan masyarakat penerima BST yang berkerumun saat pencairan. Dirinya melihat antrean panjang masyarakat yang tidak memperdulikan jaga jarak. Mereka berdiri berhimpitan untuk menunggu giliran. Saat itu, Ganjar pun tegas meminta untuk jaga jarak dan menegur petugas agar segera melakukan penataan.

Ganjar Pranowo saat melakukan sidak di Kantor Pos Erlangga Kota Semarang, Selasa (9/6/2020) pagi. FOto: Ist.

Tak berhenti di situ, Ganjar kembali melakukan sidak di Kantor Pos Erlangga Kota Semarang, Selasa (9/6/2020) pagi. Sambil gowes, Ganjar mampir di tempat pengambilan bantuan itu. Di sana, ia melihat proses pencairan BST sudah lebih bagus, meskipun ada beberapa yang masih nekat duduk berhimpitan saat mengantre.

“Ibu, ini kan kursinya ada tanda silangnya, kenapa masih diduduki? Ayo pindah. Petugas tolong tertibkan yang semacam ini, ini tidak boleh. Yang tegas saja,” kata Ganjar mengingatkan.

Baca juga: Pemprov Jateng Kebut Susun Norma Baru sebagai Pedoman New Normal

Ganjar juga menyoroti petugas Pos yang tidak menggunakan pelindung diri secara memadai. Jarak antara petugas yang melayani dengan masyarakat juga terlalu dekat, tanpa ada penyekat. Bahkan, petugas hanya memakai masker kain seadanya, tanpa sarung tangan ataupun face shield.

“PT Pos harus memperbaiki itu. Dari sisi jarak dan penerapan disiplin. Mesti ada pelapis yang membatasi petugas dengan masyarakat agar mereka aman. Petugas juga harusnya memakai sarung tangan, karena tiap hari pegang uang, KTP, berkas-berkas dari banyak masyarakat,” tegasnya.

Pembagian BST, lanjut Ganjar, memang menjadi perhatiannya akhir-akhir ini, lantaran banyak mendapat laporan tentang kerumunan saat pencairan BST. Di beberapa tempat bahkan antrean pembagiannya mengular panjang.

“Saya melihat dan mendapat laporan beberapa hari ini memang begitu (terjadi kerumunan). Makanya saya beberapa kali sidak untuk melihat. PT Pos memang harus memperbaiki, bisa diatur jadwal pengambilannya, penambahan personel dan melakukan perbaikan-perbaikan lainnya. Kalau saya lihat tadi, personelnya memang kurang, harus ada penambahan,” ucapnya.

Baca juga: Sidak Pasar Karangayu, Ganjar Dapati Kondisi Pasar Kumuh dan Tidak Teratur

Mendapati itu, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan pengurus PT Pos terkait hal itu. Sekda Jateng, lanjut Ganjar, sudah menelepon Kepala Kanwil PT POS Jateng untuk melakukan evaluasi dan perbaikan secepatnya.

“Sudah, sudah kami komunikasikan untuk segera melakukan perbaikan. Makanya hari ini saya cek lagi, ternyata sudah agak bagus karena antrean sudah agak tertib meskipun masih ada yang berkerumun sedikit. Saya minta ditegasi saja agar semuanya aman,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Muji Jaya, Toko Sangkar Burung Terlengkap dan Terbesar di Kudus

0
Selamet Mujiyanto, Pemilik Toko Muji Jaya Sangkar Kudus. Foto : Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Sore itu, bangunan dua lantai yang berada di tepi Jalan Lingkar Utara Kudus, tepatnya di Desa Bacin, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus tampak ramai aktivitas. Beberapa orang terlihat keluar masuk bangunan dan saat keluar sambil membawa sangkar burung. Sedang di dalam tampak ribuan sangkar burung tergantung serta ada tersusun rapi memenuhi bangunan. Tempat tersebut yakni Toko Muji Jaya Sangkar Kudus.

Di antara sangkar tersebut, terlihat seorang pria mengenakan kaus oblong merah sedang sibuk melayani para pembeli. Pria itu tidak lain adalah Selamet Mujiyanto (25) pemilik dari Toko Muji Jaya Sangkar Kudus. Di sela aktivitasnya tersebut, dia sudi berbagi penjelasan tentang usahanya itu. Dia mengatakan, tokonya itu bisa dibilang pusat sangkar burung terbesar di Kudus.

Toko Muji Jaya menyediakan aneka sangkar burung. Foto : Rabu Sipan

“Toko kami ini bisa dibilang pusat sangkar burung terbesar di Kudus. Stok sangkar burung di toko kami ada banyak, ribuan Mas,” ujar pria yang akrab disapa Muji kepada Betanews.id, (6/6/2020).

Baca juga : Berinovasi saat Pandemi, Permintaan Sangkar Burung Buatan Kinung Meningkat

Selain terbesar, lanjutnya, tokonya juga bisa dibilang terlengkap untuk persedian jenis sangkar burung. Dari sangkar burung untuk perkutut, sangkar untuk aneka burung berkicau, serta sangkar untuk burung kontes juga ada di Toko Muji Jaya Sangkar Kudus.

“Tidak hanya itu, sangkar burung beo kami pun ada. Bahkan sangkar khusus untuk jebakan juga kami sediakan,” beber Muji sambil memberi pengembalian uang kepada pelanggannya.

Selain itu, masih kata dia, Toko Muji Jaya Sangkar Kudus juga menjual sangkar dari harga termurah yakni Rp 20 ribu hingga yang termahal berharga jutaan. Dari sangkar mentahan sampai sangkar burung yang sudah terfinishing.

Menurutnya, di tokonya tersebut bisa dikatakan jujugan para perajin sangkar lokal untuk memasarkan hasil karyanya. Selain itu, tokonya juga menjual aneka sangkar burung bermerk. Antara lain merk Raja, BNR, Oriq, JSF, Jendral, Ebod, Sazime dan lainnya.

“Selain terbesar, toko kami bisa dibilang paling lengkap untuk urusan sangkar burung. Dari yang kecil hingga besar. Dari yang bentuk bulat dan kotak ada semua di toko saya. Selain itu kami juga menyediakan aneka aksesoris sangkar burung,” bebernya sambil menutul kalkulator.

Baca juga : Kokoh dan Finishing Halus, Sangkar Burung Buatan Arman Laris Diburu Pembeli

Selama ini, tuturnya, pemasaran hanya secara konvensional di toko, dan dari mulut ke mulut para pelanggannya. Dia mengaku melayani pembelian ecer maupun grosir. Serta punya prinsip berjualan untung sedikit tak apa, yang penting banyak pelanggan.

Dia bersyukur, dengan prinsip yang dipegangnya tersebut, meski hanya dipasarkan secara konvensional, Toko Muji Jaya Sangkar Burung Kudus pelanggannya sudah lumayan banyak. Yakni meliputi eks Karesidenan Pati, Demak dan Semarang.

“Semoga saja toko kami bisa makin besar dan pelanggannya makin banyak. Untuk siapa saja yang ingin kerja sama berjualan sangkar burung nanti bisa saya bantu,” ungkap Muji.

Editor : Kholistiono

- advertisement -