35 Tahun Jadi Primadona, Kunci Sukses Jagung Bakar Paini Ada di Sambal

BETANEWS.ID, KUDUS – Jejeran mobil dan sepada motor tampak memenuhi area depan sebuah warung yang berada di komplek kios jajanan Gor Taman Krida, tepatnya di Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Kudus, Sabtu (6/6/2020).

Para pengunjung terlihat datang silih berganti meramaikan warung yang menyediakan jagung bakar legendaris itu. Tempat tersebut adalah Jagung Bakar Paini yang selama 35 tahun jadi primadona warga Kudus.

Warung Jagung Bakar Paini yang berada di komplek kios jajanan Gor Taman Krida, tepatnya di Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Kudus. Foto: Titis Widjayanti.

Sang pemilik, Sulastri (35) mengatakan, warung tersebut sudah dijalankan selama dua tahun menggantikan ibunya yang bernama Paini. Nama itulah yang kemudian jadi nama tempat usaha. Perempuan asli Purwodadi itu mendapatkan kepercayaan ibu angkatnya itu, lantaran dirinya sudah ikut bekerja di sana sejak umur 12 tahun.

-Advertisement-

“Kalau ini saya meneruskan milik ibu saya. Jadi sudah berdiri sejak 35 tahun, hampir 36 tahun yang lalu. Tapi sejak dua tahun silam, karena beliau meninggal, jadi saya yang meneruskan,” ungkap Lastri.

Baca juga: Sadis Abis, Warung Geprek Pertama di Kudus

Pegawai Jagung Bakar Paini, Susi (40) menambahkan, warung jagur bakar yang beberapa kali pindah tempat itu masih mempertahankan bumbu khas yang diracik Paini.

“Jadi ciri khas bumbu rahasia dari jagung bakar ini ya masih sama sejak dulu. Karena memang yang buat dari almarhumah, terus diturunkan ke Mbak Lastri,” papar Susi.

Rasa pedas yang menjadi andalan, lanjut Susi, berbeda dengan warung jagung bakar lain. DI tempat tersebut ada dua varian pedas yang bisa dipilih pembeli, yaitu pedas saja dan pedas pol. Jika pembeli meminta pedas pol, maka bumbu ditambahkan dengan cabai hijau. Nama dari bumbu berwarna coklat itu diberi nama sambal Malang.

“Kalau yang menjadi ciri khas dari bumbu jagungnya, ya rasa pedasnya. Namanya sambel Malang. Bahannya sendiri rahasia, yang jelas kami tidak memakai kecap. Terus ada dua macam, pedes saja sama pedes pol. Sambal ini yang berbeda dengan warung jagung bakar lain,” ungkap Susi.

Selain resep, yang membedakan jagung bakar di tempatnya adalah pemilihan jagung Bandungan yang memiliki tekstur lebih empuk dan manis. Sehingga saat dibakar lebih cepat matang dan saat dingin tidak terlalu keras untuk dimakan. Bahan bakunya sendiri dibeli dari Pasar Bitingan yang menjadi langganan mereka.

Baca juga: Selama Pandemi, Jagung Bakar Paini Laris Manis Dibeli Lewat Ojol 

“Kalau jagungnya, ini jenis jagung Bandungan. Karena lebih manis dan empuk. Jadi kalau dibakar lebih cepet matang. Terus, kan jagung kalau dibakar menjadi lebih keras, apalagi kalau mulai dingin. Nah, jagung jenis ini tidak begitu keras. Beda dengan jagung lokal sini,” beber dia.

Untuk mendapatkan jagung bakar legendaris ini, pembeli hanya cukup merogoh kocek sebesar Rp 6 ribu per porsi. Untuk lauk pelengkap, warungnya menyediakan sate telur, usus ayam, sosis, scallop ikan, bakso ikan, tempura dan masih banyak lagi. Pelengkap itu bisa juga dipanggang sesuai permintaan.

“Semua lauk itu dipatok seharga Rp 3 ribu per tusuk. Pembeli bisa makan murah meriah hingga kenyang di sini,” tutup Susi.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER