BETANEWS.ID, KUDUS – Warung mungil dengan warna dominan merah dan kuning yang berada di Jalan Jendral Sudirman, Tumpangkrasak, Kecamatan Jati, Kudus itu nampak ramai pengunjung. Terutama para lelaki berjaket ojek online yang duduk menunggu pesanan. Sementara itu, dua perempuan di dapur sedang sibuk menggoreng ayam dan mengemas pesanan.
Ialah Yenny Darwa (27) dan Sita Devi (31), dua orang kakak beradik yang merintis Warung Geprek Sadis Abis tersebut. Sang kakak yang mulai buka pukul 11.00 WIB sudah berjibaku dengan ayam gepreknya, nampak sedikit kelelahan. Sementara itu, si adik yang baru saja pulang dari kerja langsung bergabung membantu menyiapkan pesanan. Warung geprek, yang pertama kali berdiri di Kota Kudus itu sebentar lagi akan genap berumur 5 tahun di bulan Agustus. Informasi itu dikatakan oleh Yenny seusai melayani pelanggan.

“Kalau awalnya, saya pribadi yang menginisiasi warung geprek ini. Karena dulu waktu kerja di Semarang, suka sekali makan pedas di Ayam Geprek Idola. Itu sekitar beberapa tahun lalu. Dan makin hari kok makin enak, sampai saya ketagihan. Karena memang dasarnya suka pedes kali ya. Habis itu, pulang dan nyoba buat sama ibu sama mbak. Terus bikin tester supaya dicoba ke keluarga dan tetangga. Sampai beberapa kali berhasil dan open order lewat BBM sama Facebook,” ungkap Yenny, Kamis (28/5/2020).
Baca juga : Kopi Muria Wilhelmina Aman Dinikmati Bagi Penderita Lambung
Setelah itu, Yenny mengatakan, jika mereka membuka order selama seminggu 3 kali. Pertama, ia mendapatkan 70 pesanan, lalu selanjutnya semakin banyak dan para pemesan minta dibuatkan setiap hari. Dari sana Yenny optimis untuk mendirikan warung dengan menu ayam geprek yang belum di pernah ditemuinya di Kudus. Berbekal hal itu pula, ia meminta restu dan modal oleh sang ibu. Akan tetapi, sempat ditentang dan tidak diperbolehkan.
“Awalnya sempat tidak boleh sama orang tua. Karena memang selain belum yakin, setiap orang tua kan pingin anaknya lulus sekolah itu kerja. Bukan warungan gitu ya, apalagi ini masih belum jelas apakah nanti laris. Tapi, saya masih optimis dan meyakinkan ibu. Karena memang saya lihat pasarnya cukup bagus dan belum ada di Kudus,” katanya.
Akhirnya orang tuanya merestui dan membantu secara modal awal untuk sewa ruko dan sebagainya. Karena dirinya tidak punya modal yang cukup waktu itu.
Dari sana, Warung Geprek Sadis Abis mulai semakin luas dikenal. Beberapa pelanggan awal yang sudah menantikan menu itu, bisa menikmati masakan Yenny setiap hari. Hingga akhirnya saat ini mereka memiliki pelanggan tidak hanya dari Kota Kudus, tetapi kota-kota lain di sekitarnya.
Baca juga : Asyiknya Belajar Olahan Kelor di Lokasi Wisata Edukasi Komunitas Pangan Sehat
Ia menambahkan, kesuksesan usahanya tersebut tidak lain karena campur tangan kakak perempuannya dan ibunya. Sampai pada akhirnya, dalam kurun dua tahun terakhir, ia sudah mulai bekerja di salah satu Bank BUMN di Kota Kudus. Sedangkan usaha tersebut mulai diurus secara full time oleh sang kakak dan ibunya.
“Karena memang dari awal ya kami bertiga yang mengolah dan memasarkan. Cuma memang saya yang menginisiasi, hanya saat ini Alhamdulilah diterima kerja, jadi tidak bisa full time mengurus. Lebih ke kakak saya dan ibu yang mengurus. Sama beberapa pegawai,” kata dia.
Editor : Kholistiono

