Di sebuah pasar nampak sebuah lapak yang bertuliskan es dawet dan es gempol mbak Kotim tepatnya di Pasar Kliwon, Kudus. Seorang perempuan terlihat sedang sibuk membuat es dawet yang akan dibungkus oleh pembeli. Ia adalah Kotim (25) pemilik lapak es dawet tersebut.
Perempuan yang akrab disapa dengan Kotim itu mengaku berjualan es dawet kliwon ini sejak 1999.
“Awal mula jualan es dawet kliwon ini, karena kan di Kliwon ini terkenalnya dawet, nah ingin mencoba, lalu ya jualan dawet kliwon ini, terus dulu itu pernah berhenti jualan es dawet ini, cuma jualan bakso sama nasi, tapi banyak yang nanyain, lalu jualan es dawet lagi. Dulu juga jualannya nggak langsung di sini, di depan eskalator, kalau jualan di sininya udah hampir 7 tahunan,” ujar Kotim.
Baca juga: Hadirkan Cita Rasa Khas Betawi, Kerak Telor Racikan Roso Laris di Pati
Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan es dawet kliwon ini ada gula aren asli dan santan.
“Bahan-bahan yang saya gunakan dalam pembuatan es dawet kliwon ini, bahan utamanya santan, dari kelapa diparut lalu dijadikan santan, terus ada gula aren asli, dan cendolnya dari pati aren, pembuatannya dari sebelum subuh,” imbuh Kotim.
Yang membedakan es dawet kliwon dari es dawet yang lain adalah santannya lebih kental, manis, gula aren asli, dan segar.
Untuk menikmati es dawet kliwon ini, pembeli bisa datang setiap hari mulai dari jam setengah 9 pagi sampai jam 4 sore.
Baca juga: Es Dawet Yuhu Original dan Nangka Jadi Favorit di Kedai Martha
“Buka setiap hari, dari jam setengah 9 pagi sampai jam 4 sore, liburnya saat lebaran sama pemilu saja,” terang Kotim saat ditemui benerapa waktu lalu.
Selain jualan es dawet kliwon, di sini juga ada es gempol pleret, nasi pecel, soto, nasi pindang, bakso, mie, gado-gado, lontong tahu, dan ayam geprek.
Penulis: Liana Safitri, Mahasiswa PPL IAIN Kudus
Editor: Ahmad Rosyidi

