Raup Untung di Tengah Pandemi dari Pembuatan Media Tanam Hidroponik

BETANEWS.ID, KUDUS – Di depan pelataran rumah lantai dua, RT 3 RW 3 Desa Panjang, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus tampak seseorang pria menyambung pipa Pvc. Pipa tersebut dirangkai hingga berbentuk trap. Tak berselang lama terlihat pria mengenakan peci putih datang membantu. Pria tersebut yakni Muhammad Rif’an (37) penyedia media untuk bercocok tanam hidroponik.

Seusai menyelesaikan menyelesaikan pekerjanya, pria yang saat ini tercatat sebagai Wakil Sekretaris Yayasan Arwaniyah Kudus itu sudi berbagi kisah tentang usahanya. Dia mengatakan, mulai menekuni usaha penyedia dan pemasangan media tanam hidroponik sejak puasa tahun ini. Hal itu dilakukan karena usaha yang dimiliki sebelumnya, terdampak oleh Corona.

Muhammad Rif’an sedang mengecek tanaman hidroponik di rumahnya, Senin (8/6/2020). Foto: Rabu Sipan.

“Saya sebelumnya punya usaha dekorasi pengantin. Namun sejak ada Corona dan ada larangan agar penyelenggaraan pesta pernikahan untuk menghindari kerumunan, banyak order yang dipending atau dijadwal ulang,” ujar pria yang akrab disapa Rif’an kepada Betanews.id, Senin (8/6/2020).

-Advertisement-

Akibatnya, lanjut Rif’an, hal itu sangat berpengaruh pada pemasukan dan keuangan keluarganya. Tak ingin berdiam diri, dia pun memutar otak agar punya tambahan penghasilan, untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Kemudian muncul lah ide untuk memasarkan jasa pembuatan media tanam hidroponik.

Baca juga: Enggan Bergantung dengan Yayasan, Rif’an Rintis Usaha Dekorasi dan Hidroponik 

“Awalnya saya itu hanya memosting tanaman hidroponik yang saya punya. Malah ada teman yang tanya bagaimana cara buat medianya. Kemudian saya jawab aja, pesan saja sama saya, dan teman saya setuju,” ujar pria berkaus oblong tersebut.

Dari situ, dia kemudian rajin memasarkan jasa pembuatan media tanam hidroponik di media daring. Menurutnya, selama ini respon dan peminatnya lumayan banyak. Sehari minimal ada dua orang yang pesan. Pesanan datang dari berbagai daerah.

Untuk harga, masih kata dia, satu set rangkaian berisi 40 lubang tanam dibanderol Rp 1,3 juta. Dengan harga tersebut, pembeli sudah terima beres. Media tanam itu diantar sampai tujuan lengkap dengan ember serta pompa air sebagai pendorong sirkulasi air.

“Pembeli juga dapat bonus bibit tanaman yang akan mereka tanam beserta nutrisi AB mix. Bibitnya yang kami jadikan bonus itu sudah tumbuh,” jelas pria yang sudah dikaruniai tiga anak tersebut.

Baca juga: Cerita Sukses Deni dari Selada Hidroponik, Awalnya Nekat Utang Rp 900 Juta

Saat ini, dia menerima pesanan dengan berbagai sistem. Antara lain, sistem DFT, NTF, Vertikal, apung dan lain sebagainya. Dia berharap, usahanya ini bisa makin berkembang dan banyak peminatnya.

“Semoga saja banyak orang yang minat untuk bercocok tanam secara hidroponik. Semakin banyak orang bertani, cita-cita negara untuk ketahanan pangan akan terwujud,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER