31 C
Kudus
Selasa, November 29, 2022
BerandaJATENGKPU Pastikan Pilkada...

KPU Pastikan Pilkada Tetap Digelar saat Pandemi, Ganjar Usul Sistem E-Voting

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengusulkan pelaksaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 bisa dilakukan dengan cara pemungutan suara pemilu secara elektronik (e-voting). Pemilihan sistem ini mengacu pada keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang memastikan tetap melanjutkan tahapan pesta demokrasi lima tahunan itu di tengah kondisi pandemi.

Ganjar mengaku siap untuk menggelar Pilkada serentak, meskipun harus ada Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan.

“Intinya kami siap semuanya. Hanya mungkin yang perlu disiapkan dengan lebih matang adalah SOP yang mesti dilakukan, mulai tahapan awal sampai tata cara pencoblosan,” kata Ganjar saat ditemui di kantornya, Selasa (9/6/2020).

- Ads Banner -

Menurutnya, proses Pilkada saat ini memang harus berbeda. Ada banyak rutinitas yang diubah, misalnya cara kampanye yang tidak lagi terbuka dengan mengumpulkan massa besar, melainkan menggunakan medsos dan platform digital lainnya.

Baca juga: Pilkada di Tengah Pandemi, Ganjar Minta KPU Cari Titik Temu Rencana Anggaran

“Syukur-syukur sebenarnya, kalau hari ini kita percaya dengan sistem, proses pemilihannya menggunakan e-voting. Hari ini sebenarnya saatnya kita pakai e-voting, meskipun saya tahu perdebatan pasti akan sangat panjang. Namun, harus ada pola baru yang disiapkan agar tidak ada kerumunan massa saat proses pencoblosan berlangsung,” terangnya.

Dengan mekanisme itu, lanjut Ganjar, sebenarnya orang tidak perlu berkerumun datang ke tempat pemungutan suara, karena di mana pun dia berada bisa menentukan pilihannya masing-masing. Makanya, dirinya ingin ada diskusi dan pembahasan serius tentang kemungkinan e-voting ini.

“Dengan e-voting, orang bisa ngevote di mana pun dia berada. Sebenarnya, ini cara yang bisa dipakai di tengah kondisi saat ini. Saya pengen ada diskusi dan pembahasan serius soal ini,” terangnya.

Terkait anggaran, Gubernur Jateng dua periode itu menegaskan semuanya sudah disiapkan, termasuk anggaran untuk protokol kesehatan. Namun, dirinya justru mengkhawatirkan kesiapan daerah yang akan melaksanakan Pilkada serentak itu.

Baca juga: Pemprov Jateng Kebut Susun Norma Baru sebagai Pedoman New Normal

Kekhawatiran ini cukup beralasan, mengingat selama pandemi covid-19, semua daerah memfokuskan anggaran untuk penanganan wabah. Makanya, perlu dievaluasi bersama, daerah-daerah itu masih ada anggaran untuk Pilkada atau tidak.

“Kalau tidak ada, maka urutannya bagaimana, apakah dibantu dari provinsi, pusat atau bagaimana. Soal ini sedang dibahas oleh KPU, Kemendagri dan Bawaslu. Namun intinya kami siap, kami akan bantu dan dorong kabupaten/kota untuk hal ini,” tutupnya.

Untuk diketahui, daerah di Jawa Tengah yang akan mengikuti Pilkada serentak 2020 ada 21 kabupaten/kota. Yaitu Kabupaten Blora, Boyolali, Demak, Grobogan, Kebumen, Kendal, Klaten, Pekalongan, Pemalang, Purbalingga, Purworejo, Rembang, Semarang, Sragen, Sukoharjo, Wonogiri dan Wonosobo. Sementara untuk kota, ada Kota Magelang, Pekalongan, Semarang dan Surakarta.

Editor: Ahmad Muhlisin

Ahmad Muhlisin
Ahmad Muhlisinhttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sebelumnya telah lama menjadi reporter dan editor di sejumlah media.

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler