Beranda blog Halaman 1831

Dukung Musisi Kudus, Herdjini Bangun Studio Rekaman dan Dirikan Disket Band

0
Lurah Wergu Kulon, Kecamatan Kota Kudus Herdjini. Foto: Titis Widjayanti.

BETANEWS.ID, KUDUS – Lampu-lampu mulai dihidupkan di sebuah rumah pinggir Gang Wakaf tak jauh dari gerbang masuk Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jumat (5/6/2020) petang. Rumah bata merah yang tampak sepi itu milik Herdjini, Lurah Wergu Kulon, Kecamatan Kota, Kudus. Namanya semakin dikenal masyarakat setelah menciptakan lagu “Kota Kudus” yang meramaikan program jogo tonggo.

Dengan senyum ramah, ia menceritakan salah satu kegiatannya di sela-sela menjadi lurah, yaitu bermusik. Hobi tersebut dikatakan wanita asal Semarang itu sudah muncul sejak ia duduk di Sekolah Dasar (SD).

Sambil duduk santai di sofa hijau ruang tamu rumahnya, wanita yang akrab disapa Ninuk itu mengaku terlahir dari keluarga musisi. Almarhum ayahnya sudah lebih dulu berkecimpung di dunia musik, khususnya keroncong. Hal itulah yang membuat Ninuk kecil tertarik dunia seni. Bahkan, saat kelas 5 SD, dia sudah mahir bermain gitar sambil bernyanyi.

Baca juga: Lurah Wergu Kulon, Sang Pencipta Lagu ‘Kota Kudus’

“Kalau latar belakang, saya memang terlahir dari keluarga musisi. Almarhum ayah, dulu beliau musisi keroncong. Jadi sejak kecil, saya tidak asing dengan kesenian. Saat kelas 5 SD, saya sudah bisa bermain gitar sambil menyanyi. Dan itu terus saya lakukan, meskipun tidak langsung memfokuskan diri,” ungkapnya.

Hobi Ninuk semakin mendapat ruang ketika lima kakaknya, yakni tiga laki-laki dan dua perempuan berkecimpung di bidang musik. Dari situ, sebagai anak terakhir, dia mengaku mulai ikut tampil di depan orang ketika saudaranya mengajak bergabung dengan band. Kala itu, band yang digawangi sang kakak beraliran pop jazz.

“Ya, karena ayah saya orang yang tegas sejak dulu. Waktu SMP baru mengenal keroncong lebih dalam. Lalu saat SMA, saya hanya boleh gabung band dengan kakak saya. Saat itu tampil di resto-resto. Sekaligus mencari uang jajan tambahan,” papar perempuan berjilbab coklat itu.

Namun, ia mulai cukup serius menekuni musik sejak lima tahun terakhir. Hal itu dibuktikan dengan pendirian manajemen musik yang ia manajeri sendiri. Di manajemen itu, dia kemudian membentuk Disket Band dan mengumpulkan beberapa pemuda-pemudi potensial yang hobi bermusik.

Baca juga: Kelurahan Wergu Kulon Terapkan Program Si Kaya Bantu Si Miskin

“Sejauh ini ada 18 anggota, di bawah nama yang sama. Hampir semua anggota orang Kudus. Sisanya, seperti bassist itu orang Semarang. Jadi kalau misal ada job atau acara di waktu yang sama, bisa berangkat sekaligus. Orang-orangnya dibagi. Meskipun ada grup inti,” kata dia.

Disket band sendiri, dikatakan Ninuk, sudah beberapa kali mengikuti perlombaan, selain juga manggung di acara-acara parade dan pernikahan. Salah satu prestasi yang diraih Disket Band adalah saat menyabet juara di ajang Loenpia Jazz, 2017 lalu di Semarang. Dari situ, Disket Band mulai tampil di ajang-ajang besar, seperti International Jazz Day di Jakarta sebanyak dua kali dan di BSD Tangerang Selatan.

“Dari perjalanan itu, saya semakin yakin, sebenarnya para musisi atau pegiat kesenian di Kota Kudus sangat potensial. Hanya saja jarang ada wadahnya. Nah, sejak setahun lalu akhirnya saya dan suami sepakat mulai membangun home recording sendiri di sini. Namanya Rumah Kreatif Disket,” beber dia.

Baca juga: K-Plug, Alat Perekam Canggih Buatan Warga Kudus Diminati Musisi Mancanegara

Sampai saat ini, Ninuk masih aktif menulis lagu dan juga mengaransemen ulang lagu sang kakak untuk dibawakan oleh bandnya. Bahkan, sekarang dia sedang menggarap lagu berjudul Indahnya Negeriku, dengan alirannya keroncong. Lagu tersebut mengenai New Normal.

“Saya juga pernah ikut lomba lirik Asean School Games di Dinas Pariwisata, meskipun tidak menang waktu itu. Judulnya Semangat di Jiwaku,” tukas Ninuk.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Ganjar Beri Izin Pembukaan Candi Borobudur untuk Simulasi

0
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Foto: Ist.

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan izin pengelola Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) untuk melaksanakan simulasi pembukaan destinasi wisata. Simulasi tersebut nantinya diharapkan berlangsung sukses dan menjadi proyek percontohan.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Sinoeng Nugroho Rachmadi mengatakan, TWCB telah mengajukan konsep pelaksanaan simulasi dalam menyongsong new normal atau kenormalan baru. Pengajuan itu sudah mendapat izin dari Gubernur Jawa Tengah.

“Konsep simulasi yang diajukan telah kami pelajari, telaah, dan cermati, lalu kita ajukan ke Pak Gubernur dan mendapat izin karena memenuhi standar protokol kesehatan pelaksanaan simulasi,” ujar Sinoeng usai Rapat Evaluasi Perkembangan dan Penanganan Covid-19 di Ruang Rapat Gedung B lantai 5 Provinsi Jawa Tengah, Senin (8/6/2020).

Pelaksanaan simulasi TWCB tersebut rencananya akan berlangsung Rabu (10/6/2020) sekitar pukul 09.00 WIB. Ada 50 peserta dan rencananya akan dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah.

Baca juga: Pemprov Jateng Kebut Susun Norma Baru sebagai Pedoman New Normal

“Kami minta jumlah peserta dibatasi, dan pihak TWCB mengatakan ada 50 peserta meliputi manajemen, Pemkab Magelang, Pemprov, rencananya Pak Gubernur juga akan hadir dan pelaku simulator,” ungkapnya.

Sinoeng menambahkan, pelaksanaan simulasi tersebut dimaksudkan untuk memahami dan menguasai protokol kesehatan di destinasi wisata untuk menjalani new normal  di tengah pandemi.

“Yang penting dalam simulasi adalah adanya petugas evaluasi yang akan mengawal proses simulasi itu berjalan sesuai protokol kesehatan. Bukan hanya sekali, tapi simulasi dilakukan minimal dua kali dengan masing-masing dievaluasi dengan cermat dan matang,” paparnya.

Ia berharap, pelaksanaan simulasi TWCB tersebut berjalan lancar dan sukses, sehingga menjadi proyek percontohan.

“Mudah-mudahan simulasi ini menjadi masterpiece piloting destinasi wisata lainnya dalam menggunakan protokol kesehatan,” harapnya.

Baca juga: Simulasi New Normal, Makam Sunan Muria Dibuka Hanya untuk Peziarah Lokal

Selain di Candi Borobudur, Disporapar Provinsi Jawa Tengah juga nantinya mendorong wisata-wisata di tingkat desa untuk melakukan simulasi serupa.

“Hal yang sama juga kami dorong untuk desa wisata. Tentu, wisata yang berada di zona hijau,” imbuhnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menuturkan, pihaknya telah mempersiapkan semua sektor dalam menghadapi penerapan kenormalan baru.

“Karena ada permintaan banyak soal normal baru, maka saat ini kami sedang menyusun norma baru. Meski belum dilaksanakan normal baru, setidaknya norma baru yang kita siapkan ini bisa menjadi panduan agar nantinya pelaksanaan normal baru bisa lancar,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

PWI Kudus dan KBI Sumbang APD untuk Rumah Sakit Rujukan Covid-19

0
Perwakilan PWI Kudus menyerahkan bantuan APD untuk rumah sakit di Kudus. Foto : Imam Arwindra.

BETANEWS.ID, KUDUS – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kudus bersama Komunitas Bulutangkis Indonesia (KBI) mendonasikan alat pelindung diri (APD) untuk empat rumah sakit rujukan Covid-19 di Kudus.

Ketua PWI Kabupaten Kudus Saiful Annas menuturkan, bantuan yang diberikan yakni berupa APD coverall sejumlah 200 set. Menurutnya, ratusan APD tersebut disumbangkan ke RSUD dr Loekmono Hadi, RS Kumalasiwi, RS Aisyiyah dan RS Mardi Rahayu Kudus.

APD yang akan disumbangkan untuk rumah sakit di Kudus. Foto : Imam Arwindra

“Bantuan ini memang tidak banyak. Namun semoga bermanfaat untuk membantu tim medis kita,” ungkapnya, Sabtu (6/6/2020).

Baca juga : Layani Pesanan APD, Naini Fashion Kebanjiran Order

Menurutnya, APD coverall sangat penting untuk tim medis agar tidak tertular Covid-19 “Semoga kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus tidak meningkat,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua KBI Hariyanto Arbi mengungkapkan, bantuan yang diberikan yakni hasil dari donasi dari mantan pebulutangkis. Menurutnya, para mantan pebulutangkis tergugah hatinya untuk ikut membantu penanganan Covid-19 di Indonesia.

“Mari kita bersama-sama menangani Covid-19. Kalau kita bersatu pasti akan selesai,” tuturnya.

Selain di Kudus, lanjut Hariyanto Arbi, pihaknya juga mendonasikan APD kepada rumah sakit yang ada di Indonesia.

“Ini juga bukti terima kasih kami para atlet yang selalu mendapatkan dukungan dari masyarakat Indonesia,” tuturnya.

Atlet kelahiran Kudus tersebut menuturkan, pihaknya dalam pembagian APD menggandeng PWI agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.

Baca juga : Komunitas Toyota Land Cruiser Kudus Sumbang APD dan Sembako

“Sekarang rasa solidaritas dan jiwa nasionalisme kami tergugah lagi untuk ikut membantu penanganan pendemi ini. Semoga bantuan yang bersinergi dengan PWI ini bermanfaat,” ungkap juara All England 1993 dan 1994, serta Juara Dunia 1995 ini.

Sementara itu, Direktur RS Mardi Rahayu dr Pujianto menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Menurutnya bantuan yang diberikan sangat bermanfaat bagi tim medis yang menangani Covid-19.

“Terima kasih bantuan ini sangat bermanfaat sekali. Semoga para tenaga medis tetap sehat dan berjuang dalam menangani pandemi ini,” tuturnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Sempat Tutup, Puskesmas Kaliwungu Kini Sudah Dibuka Kembali

0
Puskesmas Kaliwungu sudah dibuka kembali. Foto : M. Khoirul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Puskesmas Kaliwungu, Kabupaten Kudus, harin ini, Senin (8/6/2020) akhirnya dibuka kembali setelah beberapa hari ditutup. Penutupan dikarenakan terdapat tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kudus dr Andini Aridewi menuturkan, saat ini masyarakat yang ingin mengakses layanan kesehatan sudah dapat mengunjungi fasilitas kesehatan yang disediakan.

“Sudah buka, sudah normal seperti biasanya,” ungkapnya saat ditemui di sela-sela penyerahan bantuan alat Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) oleh PT Djarum di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, Senin (8/6/2020).

Dia menjelaskan, Puskesmas Kaliwungu sebelumnya ditutup sejak Minggu (31/5/2020) hingga Minggu (7/6/2020). Saat Puskesmas Kaliwungu ditutup, semua pelayanan sementara dialihkan ke Puskesmas Sidorekso dan Puskesmas Gribig.

Andini memberitahukan, pihaknya sudah melakukan tes swab kepada 73 orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19. Hasilnya, enam orang dinyatakan positif.

“Itu sudah selesai, sudah terakhir untuk yang Kaliwungu. Jadi untuk tenaga kesehatan yang hasil swabnya negatif bisa melayani masyarakat,” tutupnya.

Baca juga : Enam Nakes Positif Corona, Puskesmas Kaliwungu Ditutup Sementara

Sementara itu, untuk Puskesmas Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, menurut Andini, pihaknya tidak pernah menutup puskesmas tersebut. Dikatakan, pelayanan berjalan normal seperti biasanya dengan protokol kesehatan Covid-19. “Puskesmas Tanjungrejo tidak tutup dari awal,” jelasnya.

Dirinya mengakui, memang hari Sabtu (6/6/2020) kemarin dilakukan tes swab di Puskesmas Tanjungrejo. Hal tersebut dilakukan karena Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus melakukan tracking kontak dengan orang yang berhubungan dengan pasien positif Covid-19.

“Saat ini yang sudah diswab 80 orang. Itu dari tenaga kesehatan dan masyarakat,” tuturnya.

Menurutnya, tenaga kesehatan yang tidak memiliki kontak erat dengan pasien Covid-19 masih cukup. Sehingga, Puskesmas Tanjungrejo masih bisa berjalan normal seperti biasanya.

“Untuk yang sudah diswab hasilnya masih menunggu. Swab dikirim ke Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND),” tutupnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Pemprov Jateng Kebut Susun Norma Baru sebagai Pedoman New Normal

0
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Foto : Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah terus mempersiapkan berbagai kebijakan baru dalam rangka persiapan memasuki kenormalan baru. Berbagai pedoman atau norma baru tengah disusun, termasuk juga mengedukasi masyarakat agar siap saat new normal diterapkan di Jateng.

Penyusunan norma baru itu sedang dikebut oleh Pemprov Jateng. Ini terlihat saat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen mengumpulkan seluruh kepala Organisasi perangkat Daerah (OPD) bersama para pakar dan akademisi untuk membahas norma-norma yang akan dijadikan pedoman dalam pelaksanaan kenormalan baru, Senin (8/6/2020).

“Karena ada permintaan banyak soal normal baru, maka saat ini kami sedang menyusun norma barunya. Meski belum dilaksanakan normal baru, setidaknya norma baru yang kita siapkan ini bisa menjadi panduan agar nantinya pelaksanaan normal baru bisa lancar, tidak kelabakan,” kata Ganjar.

Baca juga: Ganjar Kumpulkan Ulama Jateng Rumuskan Kenormalan Baru di Tempat Ibadah

Meski begitu, Ganjar menegaskan belum semua daerah di Jateng akan diperbolehkan menerapkan kenormalan baru dalam waktu dekat. Penerapan hanya diperbolehkan di beberapa daerah hijau sampai level bawah.

“Kita bisa selektif untuk itu. Makanya normanya kita siapkan agar normalnya bisa berjalan baik. Beberapa daerah hijau seperti Banyumas, Kota Tegal sudah kontak saya minta diterapkan. Saya bilang uji coba dulu agar mereka latihan,” terangnya.

Norma baru yang disiapkan, lanjut Ganjar, nantinya akan diterapkan di berbagai sektor. Misalnya sektor peribadatan, perkantoran, industri, perdagangan, pendidikan dan pariwisata. Beberapa daerah hijau yang akan menerapkan kenormalan baru, diharuskan memegang pedoman norma baru yang disusun itu.

“Bentuknya nanti mungkin instruksi gubernur (Ingub), atau bisa juga nanti instruksi gugus tugas. Kita sedang susun, dalam waktu dekat segera kami umumkan,” ucapnya.

Baca juga: Ingin Pastikan Warga Siap, Ganjar Tak Gegabah Terapkan Kenormalan Baru

Ganjar juga meminta daerah mempersiapkan sejumlah sarana prasarana pendukung lainnya. Seperti tenaga kesehatan, Puskesmas, layanan kesehatan, dan berbagai kebutuhan lain.

“Sekarang mulai terasa beberapa sudah bergerak, tinggal sedikit yang perlu kita dorong agar fluktuasinya tidak terlalu tinggi dan grafiknya bisa sama. Meskipun ini tidak mudah, karena harus selektif. Misalnya Kota Semarang pasti belum, karena grafiknya masih meningkat. Kita siapkan untuk daerah yang sudah hijau,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Ganjar Gelar Kompetisi Mobile Legend War From Home Berhadiah Rp 30 Juta

0
Flyer Kompetisi Mobile Legend War From Home. Foto: Ist.

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bakal menggelar kompetisi Mobile Legend bertajuk National Esport War From Home Central Java Governor Cup 2020. Event yang terbuka untuk umum dan dikhususkan untuk usia 16+ itu merebutkan total hadiah senilai Rp 30 juta rupiah.

Acara yang menggandeng Gmedia tersebut akan berlangsung dalam dua tahap, yaitu babak kualifikasi pada 17-18 Juni, dan babak 32 besar yang akan berlangsung pada 19-21 Juni 2020.

Ketua Panitia perlombaan, Ibrahim mengatakan, seluruh pertandingan akan digelar secara daring. Nantinya, peserta akan bertanding secara kelompok dan setiap kelompok terdiri dari lima orang.

“Yang dilombakan game Mobile Legend. Ada kualifikasi dan final. Mulai babak 32 besar akan disiarkan Live streaming di channel YouTube Ganjar Pranowo,” katanya, Senin (8/6/2020).

Baca juga: Serasa Kendarai Moge, Yamaha All New NMAX Digemari Anak Muda

Ibrahim menargetkan minimal 200 kelompok akan berpartisipasi dalam ajang tersebut. Untuk registrasi per kelompok dikenakan biaya Rp 50 ribu. Untuk pendaftaran, peserta bisa menghubungi Gmedia di nomor telepon 081802407275.

“Untuk total hadiah sejumlah Rp 30 juta. Pendaftaran akan ditutup pada 15 Juni mendatang pukul 18.00 WIB. Tapi bisa juga hari sebelumnya jika kuota sudah terpenuhi,” katanya.

Secara rinci, untuk Juara 1 akan memperoleh hadiah Rp 10.000.000 + Trophy + E-sertifikat. Juara 2, Rp 7.500.000 + E-sertifikat. Juara 3, Rp 5.000.000 + E-sertifikat. Juara 4, Rp 2.500.000 + E-sertifikat. Juara 5, Rp 1.500.000 + E-sertifikat. Selain itu ada juga hadiah untuk MVP Final sebesar Rp 1.000.000 dan Doorprize Diamond-Skin senilai Rp 2.500.000.

“Peserta bisa dari seluruh daerah di Indonesia, tidak dibatasi wilayah asal kuota masih tersedia. Harapannya event ini bisa memicu gamer di Jawa Tengah lebih keren lagi,” katanya.

Baca juga: K-Plug, Alat Perekam Canggih Buatan Warga Kudus Diminati Musisi Mancanegara

Di sisi lain, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga mengajak pemain game untuk berpartisipasi di kejuaraan itu. Ajakan ini dilakukannya melalui postingan di media sosialnya.

“Kamu gamers? Nah, yang jago Mobile Legend mending ikut National Competition War From Home Central Java Governor Cup 2020 tanggal 19 sampai 21 Juni. Yang tidak ikut, nanti bisa nyimak streamingnya di channel YouTube-ku, Ganjar Pranowo. Ayo daftar daftar daftar,” kata Ganjar.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Kontak dengan Pasien Positif Covid-19, Puluhan Anggota Polsek Gebog dan Bae Diswab

0
Puluhan anggota Polisi Sektor (Polsek) Gebog dan Polsek Bae dites swab, di Mapolsek Gebok, Senin (8/6/2020). Foto: Imam Arwindra.

BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan anggota Polisi Sektor (Polsek) Gebog dan Polsek Bae dites swab, di Mapolsek Gebok, Senin (8/6/2020). Hal tersebut dilakukan setelah beberapa anggotanya memiliki kontak langsung dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kudus dr Andini Aridewi menuturkan, kontak tersebut terjadi saat anggota kepolisian mengadakan kegiatan bakti sosial di Desa Padurenan, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Mereka tidak menyangka bahwa warga yang diberi sembako ternyata positif Covid-19.

Puluhan anggota Polisi Sektor (Polsek) Gebog dan Polsek Bae dites swab, di Mapolsek Gebok, Senin (8/6/2020). Foto: Imam Arwindra.

“Hari ini yang dilakukan tes swab yakni Polsek Gebog, Polsek Bae, dan warga yang memiliki kontak langsung dengan satu pasien positif Covid-19 asal Desa Padurenan,” tuturnya saat ditemui di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus.

Andini menjelaskan, jumlah orang yang sudah dites swab Senin (8/6/2020) berjumlah 41 orang. Dia merinci, pada periode pertama, pihaknya sudah melakukan tes swab kepada delapan orang pada Jumat dan Sabtu (5-6/6/2020). Selanjutnya, dilanjutkan hari Senin (8/6/2020) sejumlah 38 orang.

“Jadi angka 41 orang tersebut campur. Untuk anggota (kepolisian) sendiri sekitar 20 orang,” jelasnya.

Baca juga: Bertambah Tiga, Kasus Positif Covid-19 di Kudus Menjadi 64 Orang

Saat ini, lanjut Andini, 41 orang tersebut tengah melakukan karantina mandiri. Namun, tidak menutup kemungkinan jika ditemukan ada yang memiliki penyakit penyerta, akan dirawat di rumah sakit.

“Sampai hari ini hasil swab belum keluar. Yang periode pertama juga belum. Hasil swab kami kirim ke Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND),” tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Kudus AKBP Catur Gatot Efendi membenarkan ada anggotanya yang memiliki kontak langsung dengan pasien Covid-19. Mereka juga sudah dilakukan swab dan masih menunggu hasil.

“Ini kan proses screening saja. Ini hanya untuk antisipasi. Anggota polisi kan melayani masyarakat. Jadi harus dipastikan anggota sehat dan bisa melayani masyarakat,” tuturnya.

Menurutnya, tes swab bukan hanya dilakukan di Polsek Gebog dan Polsek Bae saja, tapi tes swab sudah dilakukan di Polsek Kaliwungu.

“Kemarin juga sudah dilakukan di Kaliwungu (Polsek), nantinya semua anggota akan dites swab,” kata Catur.

Baca juga: Polres Kudus Gelar Simulasi Antisipasi Dampak Terburuk Covid-19

Catur memastikan, dengan adanya tes swab, pelayanan di Polsek Gebog dan Polsek Bae masih normal seperti biasanya. Namun, dirinya meminta masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

“Layanan masih normal seperti biasanya. Karena ada anggota yang tidak memiliki kontak dengan pasien Covid-19. Namun, selalu patuh pada protokol kesehatan. Terutama mengenakan masker,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Dari Panggung Kahanan, Terkumpul Donasi Rp 425 Juta untuk Seniman Jateng

0
Penampilan seniman dalam program Panggung Kahanan yang digelar di Rumah Dinas Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Foto : Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Panggung Kahanan yang merupakan program pertunjukan seni daring yang digelar di Rumah Dinas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berhasil mengumpulkan donasi Rp 425.990.991. Nantinya, panitia akan menyalurkan donasi kepada seniman Jateng melalui tiga kluster, yakni Proposal Program, Submit Karya dan Bantuan Langsung Tunai.

Pertunjukan yang digelar pada Ramadan lalu, yakni 4 Mei-22 Mei 2020 di Puri Gedeh, Jalan Gubernur Budiono No 8 Semarang tersebut, dilaksanakan tiga kali dalam satu pekan. Program ini sendiri telah digelar 9 kali kegiatan yang menampilkan seniman (perorangan maupun kelompok).

“Saya mengucapkan terima kasih pada teman-teman seniman yang turut berpartisipasi dalam Panggung Kahanan ini. Mereka tampil dengan sukarela dan semangat kebersamaan sebagai wujud sumbangan seniman pada penanganan Covid 19,” kata Penanggung Jawab Panggung Kahanan, Anton Sudibyo, Minggu (7/6/2020).

Baca juga : Bantu Seniman yang Kehilangan Penghasilan, Ganjar Galang Donasi Lewat Panggung Kahanan

Hingga kegiatan ke-9, panggung pertunjukan daring ini telah mengumpulkan donasi sebesar Rp 425.990.991. Seluruh uang donasi akan disalurkan kepada para seniman yang berasal dari Jawa Tengah apapun genrenya, baik itu tradisi maupun modern.

“Jadi ini pertunjukan dari seniman untuk seniman. Tapi karena kami ingin dana ini terus bergulir maka penyalurannya tidak berhenti sekadar menyerahkan uang atau barang, melainkan sebisa mungkin menghasilkan karya atau manfaat lain seperti pertunjukan di daerah atau pelatihan dan penerbitan buku yang dibagikan gratis,” kata Anton.

Penyaluran donasi tersebut, sebagaimana diunggah akun @panggungkahanan.id dan direpost @ganjar_pranowo memiliki tiga ketentuan. Yaitu Submit Karya, Proposal Program, dan Bantuan Langsung Tunai. Untuk Submit Karya, donasi yang bakal disalurkan senilai total Rp 105 juta. Seniman yang mengirim karya akan dipilih untuk mendapat bantuan Rp 500 ribu kategori perseorangan dan Rp 1 juta kategori kelompok.

Sementara Proposal Program yang berisi perencanaan penyelenggaraan kegiatan kesenian, donasi yang bakal disalurkan sebanyak Rp 245 juta. Para seniman bisa mengajukan berbagai program. Seperti pertunjukan daring, workshop seni, penerbitan buku, atau penelitian seni budaya.

Baca juga : Tak Mempan dengan Keris, Kekebalan Cakil Luntur Karena Disinfektan

Sementara, bantuan langsung tunai, ditujukan kepada seniman yang dilanda sakit maupun yang memerlukan biaya pendidikan anaknya. Proses tiga ketentuan penerima donasi tersebut akan diakhiri pada 21 Juni 2020.

Ganjar Pranowo mengatakan, penyaluran dana tersebut sesuai dengan semangat Panggung Kahanan sejak awal yakni mendorong seniman tetap berkarya meski di tengah pandemi.

“Mudah-mudahan Panggung Kahanan ini tetap mendorong seniman untuk berkarya. Makanya kita dorong untuk ada donasi agar teman-teman seniman tetap urip (hidup),” kata Ganjar.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Jelang PPDB Online, Disdikpora Kudus Beri Pelatihan kepada Operator Sekolah

0
Pelatihan PPDB Online kepada operator sekolah dan ketua PPDB untuk 48 SMP di Kudus. Foto : Ahmad Rosyidi.

BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan orang mengenakan pakaian dinas mulai berdatangan di SMPN 2 Kudus, Senin (8/6/2020). Sebelum naik ke lantai dua, seorang petugas tampak mengarahkan mereka untuk cuci tangan. Kemudian mereka dites suhu badan menggunakan thermo gun. Mereka tak lain adalah peserta Pelatihan PPBD Online SMP Tahun 2020/2021 yang diselenggarakan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus.

Dian Vitayani Winahyu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) pada Disdikpora Kudus menyampaikan, kegiatan tersebut untuk mempersiapkan pendaftaran sekolah menengah pertama (SMP) dalam melakukan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online. Peserta kegiatan sendiri adalah Ketua PPDP SMP beserta operatornya.

Pelatihan operator PPDB Online yang digelar di SMPN 2 Kudus. Foto : Ahmad Rosyidi

“Kegiatan ini diikuti oleh 48 SMP di Kabupaten Kudus. Harapannya, dengan dibekali pelatihan ini, nantinya operator sudah terampil saat pelaksanaan. Untuk PPDB SMP di Kudus buka mulai tanggal 22 Juni hingga tanggal 27 Juni,” terangnya kepada betanews.id.

Baca juga : Masuk Zona Hijau, Sekolah di Rembang dan Kota Tegal Sudah Bisa Buka

Setelah dibuka, siswa yang ingin mendaftar bisa mengikuti petunjuk teknis yang akan disosialisasikan melalui akun media sosial Dinas Pendidikan. Perempuan yang akrab disapa Dian itu juga menambahkan, pihaknya akan berusaha memfasilitasi.

“Karena sudah menjadi tugas kami untuk memfasilitasi, jadi kami akan berusaha sebaik mungkin. Jangan sampai ada masyarakat yang tidak tahu tentang informasi PPDB online,” tambahnya.

Agar informasi terkait PPDB online tidak rancu, jadi setiap sekolah disiapkan satu humas saja. Informasi keluar satu pintu agar tidak kebingungan di tingkat masyarakat. Pihaknya juga akan melakukan hal yang sama, demi menghindari kebiasan informasi.

“Nanti kami komunikasikan lagi agar informasi keluar dari satu pintu. Demi menghindari informasi yang bias dan membingungkan masyarakat,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Masuk Zona Hijau, Sekolah di Rembang dan Kota Tegal Sudah Bisa Buka

0
Ilustrasi : Beberapa siswa SMA nampak berjalan melewati ruang kelas. Foto: dokumen betanews.id

BETANEWS.ID, SEMARANG – Dua daerah di Jawa Tengah, yakni Kabupaten Rembang dan Kota Tegal sudah dinyatakan sebagai zona hijau Covid-19. Terkait hal tersebut, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah menyatakan, jika sekolah di dua daerah ini dimungkinkan buka kembali.

Berdasarkan hasil rapat dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, bahwa sekolah diizinkan membuka kembali tatap muka langsung jika memenuhi persyaratan. Yakni melaksanakan protokol kesehatan, berada di kabupaten atau kota zona hijau, dan selama dua minggu tidak ada penambahan jumlah pasien positif.

“Yang pasti (zona hijau) baru dua kabupaten dan kota yaitu Tegal (Kota) dan Rembang,” kata Kepala Dinas Pendidikan Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Jumeri, di Kantor Gubernur Jateng, Semarang, Senin (8/6/2020).

Baca juga : Pembukaan Sekolah di Jateng Masih Tunggu Keputusan Mendikbud

Namun, membuka kembali sekolah di masa pandemi, bukan perkara mudah. Sebab, banyak juga siswa dari satu kabupaten yang bersekolah di kota lain.

“Nah kita nanti mengindentifikasi. Misalnya SMA 3 (Semarang), murid dari Kendal berapa. Kalau Kendal masih merah, tidak boleh masuk dia (murid),” terang Jumeri mencontohkan.

Jumeri juga menerangkan soal rencana pengambilan buku rapor sekolah yang sedianya dilakukan 12 Juni 2020 tetap akan dilakukan. Pihaknya akan mengundang orang tua murid secara virtual. Lantaran kondisi perkembangan kasus Covid-19 di Jawa Tengah yang belum bagus.

“Tadinya akan mengundang orang tua siswa. Tetapi sekarang tetap mengundang orang tua, tapi secara virtual. Karena kondisi Jawa Tengah belum bagus,” tuturnya.

Pihaknya juga tengah melakukan persiapan yang mengacu Kementerian Pendidikan. “Bahwa ada syarat-syarat tertentu sekolah bisa membuka pembelajaran tatap muka kembali. Dinas Pendidikan sendiri sudah menyiapkan protokol kesehatan untuk sekolah, petunjuk teknis untuk penyiapan gugus tugas di sekolah, protokol berangkat sekolah, pulang dari sekolah, pengaturan manajemen pendidikan, pengaturan kurikulum, itu kita buat,” ujarnya.

Baca juga : Ganjar Pertimbangkan Pembukaan Sekolah Kembali, Siswa Akan Duduk Sendiri-Sendiri

Saat ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memang terus menyiapkan diri menghadapi kenormalan baru atau new normal. Termasuk salah satunya adalah menyiapkan diri di sektor pendidikan. Yaitu kesiapan sekolah yang ada di Jawa Tengah. Diketahui, sekolah di Jateng rencananya akan mulai masuk pada 13 Juli 2020.

Ganjar menuturkan, pihaknya tengah menyusun persiapan normal baru di berbagai sektor. Seperti sektor peribadatan, perkantoran, industri, perdagangan, pendidikan dan pariwisata. Beberapa daerah hijau yang akan menerapkan normal baru, diharuskan memegang pedoman norma baru yang disusun itu.

“Bentuknya nanti mungkin instruksi gubernur (Ingub), atau bisa juga nanti instruksi gugus tugas. Kita sedang susun, dalam waktu dekat segera kami umumkan,” kata Ganjar.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Belasan Tahun Ikut Orang, Agus Beranikan Diri Buka Bengkel Modifikasi Motor

0
Tri Agus Santoso sedang melakukan modifikasi motor di bengkel miliknya. Foto : Ahmad Rosyidi

BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah kendaraan tampak terparkir di sebuah bengkel di Desa Jepang Wetan, RT 05 RW 01, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Bengkel modifikasi motor yang ramai pelanggan itu tak lain yakni milik Tri Agus Santoso (30). Sambil mengelas bagian rangka motor, dia berbagi cerita kepada betanews.id tentang bengkel AGS Modifikasi miliknya.

Agus sapaan akrabnya, sebelum membuka bengkel ia sudah ikut bengkel modif motor selama belasan tahun. Saat itu, dia masih kelas 1 SMP pada tahun 2010. Setelah itu, pada 2017 dia pergi merantau untuk mencari modal membuka bengkel sendiri.

Tri Agus sedang melakukan modifikasi sepeda motor milik salah satu pelanggannya. Foto : Ahmad Rosyidi

“Kemudian tahun 2018 saya balik dari Sulawesi dan membuka bengkel ini. Saya merasa sudah punya pengalaman banyak dari menjadi karyawan. Jadi saya bertekad untuk membuka bengkel sendiri,” terangnya, Jumat (5/6/2020).

Bengkel yang sudah dirintis lebih kurang sekitar dua tahun itu, buka mulai hari Senin hingga Sabtu, pukul 09.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Saat ini, dia dibantu oleh adiknya yang kebetulan juga hobi motor.

Baca juga : Rahasia Bengkel AGS Modifikasi yang Tetap Ramai Meski saat Pandemi

“Saat ini saya dibantu adik, karena dia juga hobi motor jadi saya ajari agar bisa bantu-bantu. Kalau sudah berawal dari suka kan dia menikmati pekerjaannya. Tentu akan mengerjakan dengan sabar dan teliti,” tambahnya.

Menurutnya, proses modifikasi memang butuh kesabaran dan ketelitian. Waktu yang dibutuhkan juga cukup lama. Satu motor biasanya dia selesaikan dalam waktu satu hingga tiga bulan.

Sedangkan menurut Sigit Fatkhur Rozaq (23), salah satu pelanggan AGS Modifikasi, dirinya tidak keberatan menunggu lama. Karena hasilnya memang bagus jadi wajar jika harus antre dan banyak yang menggunakan jasa AGS Modifikasi.

“Bengkel bagus kan biasanya memang ramai, jadi ya tidak masalah. Saya juga senang main ke sini, bisa sekalian ngobrol tanya-tanya,” jelas pria yang akrab disapa Gardu itu.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Sidak Pasar Karangayu, Ganjar Dapati Kondisi Pasar Kumuh dan Tidak Teratur

0
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan sidak di Pasar Karangayu Semarang. Foto : Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Untuk memastikan penanganan Pasar Karangayu Kota Semarang usai ditutup karena ditemukannya tiga orang positif Covid-19 di pasar tersebut, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melakukan sidak pada Senin (8/6/2020).

Pada saat Ganjar datang, kondisi pasar sudah sepi. Pintu masuk pasar ditutup menggunakan garis kuning bertuliskan larangan masuk. Di dalam pasar, tidak ada satupun aktivitas jual beli yang dilakukan. Meski begitu, Ganjar tetap blusukan ke dalam pasar untuk mengecek situasi. Kondisi pasar yang kumuh, kotor dan tidak teratur menjadi perhatian Ganjar.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat melakukan sidak di Pasar Karangayu, Senin (8/6/2020). Foto : Ist

“Setelah dilakukan tes PCR massal di Pasar Karangayu ini, diketahui ada yang positif. Saya apresiasi Pak Walikota Semarang yang tegas untuk menutup pasar ini selama tiga hari. Tiga hari ini saya minta ke pengelola pasar untuk melakukan penataan,” kata Ganjar kepada pengelola pasar Karangayu.

Baca juga : Jadi Klaster Covid-19, Pemprov Jateng Akan Perketat Protokol Kesehatan Pasar Tradisional

Pengelola Pasar Karangayu, lanjut Ganjar, harus membersihkan lapak yang terlihat kumuh itu. Lapak-lapak yang berhimpitan harus diatur jaraknya menggunakan pembatas.

Penataan jarak juga harus dilakukan bagi pedagang di luar pasar. Pembuatan garis pembatas harus dilakukan agar tidak terjadi penumpukan pedagang dan pembeli.

“Silakan dibuat garis-garis untuk mengatur jarak pedagang. Yang tidak disiplin, diberikan tindakan tegas saja. Kalau di dalam pasar kurang, bisa menggunakan ruas jalan depan pasar, biar nanti dinas perhubungan dan kepolisian bisa membantu mengatur lalulintasnya,” tegasnya.

Tidak hanya Pasar Karangayu, Ganjar meminta semua pasar di Jawa Tengah melakukan penataan selama wabah Covid-19. Kondisi saat ini, lanjut dia, harus jadi momentum melakukan penataan.

Mau tidak mau, penataan harus dilakukan dalam rangka menyiapkan normal baru. Tidak hanya jaga jarak, kalau perlu Ganjar mengusulkan agar jumlah pengunjung pasar dan waktu operasional pasar dibatasi. Setelah proses pasar selesai, maka semua tutup dan melakukan pembersihan.

“Ini akan jadi kebiasaan baru dalam berdagang di pasar tradisional. Setidaknya, sampai Desember semua pasar harus ditata sebagai gerakan persiapan untuk normal baru. Masyarakat harus diedukasi terus agar bisa berjalan dengan baik,” tutupnya.

Sementara itu, Pengelola Pasar Karangayu, Fajar Joko Purwanto membenarkan bahwa pasar tersebut ditutup selama tiga hari. Hal itu dikarenakan adanya temuan tiga orang positif Covid-19 setelah dilakukan pemeriksaan.

Baca juga : Penutupan Pasar Kliwon Diminta jadi Pembelajaran Pedagang

“Selama tiga hari ini, sesuai perintah Pak Gubernur kami akan lakukan penataan. Sampah-sampah akan kami bersihkan dan kami buat garis-garis pembatas bagi pedagang agar jaga jarak,” ucapnya.

Nantinya, setelah pasar kembali di buka, semua pedagang di pasar itu akan berjarak minimal satu meter. Apabila di dalam pasar tidak cukup, maka pengelola akan memaksimalkan halaman pasar untuk menampung pedagang.

“Di luar pasar ini, biasanya digunakan untuk parkir, nanti kami garis-garis untuk pedagang. Kalau kurang tadi masukan Pak Gubernur untuk memaksimalkan jalan depan pasar. Nanti kami lihat dulu setelah dilakukan penataan, bisa saja semua pedagang di dalam kompleks pasar, kendaraan nantinya akan kami taruh di luar pasar,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Beduk dan Rebana Buatan Sugiharto Unggulkan Kualitas Suara dan Tahan Lama

0
Sugiharto mengecek kualitas ukiran beduk di tempat produksinya. Foto: Imam Arwindra.

BETANEWS.ID, KUDUS – Ratusan tempurung perlengkapan rebana terlihat tertata rapi di gudang milik Sugiharto (40) di Desa Kedung Sari, RT 01/RW 04, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Selain rebana, ada pula beduk yang sudah setengah jadi. Barang-barang tersebut memang sengaja belum diberi kulit dan proses finishing, karena tidak ada pembeli di masa Pandemi Covid-19.

Sugiharto mengungkapkan, sebelum ada pandemi, dalam sebulan dirinya bisa menjual 10 sampai 15 buah beduk. Sedangkan untuk perlengkapan rebana mencapai puluhan set.

Sugiharto mengecek kualitas rebana di tempat produksinya. Foto: Imam Arwindra.

“Di sini kualitasnya bagus. Kayu yang saya gunakan utuh tidak berupa susunan,” tuturnya, beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan, keistimewaan menggunakan kayu utuh adalah, walau beduk atau alat rebana sudah lama, suara yang dihasilkan akan tetap bagus. Selain itu, kulit yang berada pada alat tidak akan kendor.

“Kalau kayunya sambungan atau disusun, paling beberapa tahun saja sudah tidak enak didengar,” ungkapnya yang sudah jadi generasi ketiga usaha beduk dan terbang itu.

Baca juga: Produksi Beduk dan Rebana Tutup, Sugiharto Bangkit dengan Gambus

Sugiharto menerangkan, kayu yang digunakan untuk memproduksi beduk yakni kayu mahoni, kayu trembesi dan kayu Jati. Diameter yang dibuat yakni dari 60 sentimeter hingga 1,5 meter.

“Kulit yang digunakan yakni kulit kerbau,” jelasnya.

Selain menggunakan kayu utuh, lanjut Sugiharto, keistimewaan lain dari beduk yang dibuatnya adalah ukiran. Ukiran yang diberikan bisa disesuaikan dengan permintaan pemesan.

“Ukirannya bisa tulisan Arab atau bisa custom. Namun untuk harga tentu tambah, sesuai dengan kerumitan,” tuturnya.

Sugiharto memberitahukan, harga yang dipatok untuk satu buah beduk yakni Rp 12,5 juta hingga Rp 120 juta.

“Saya sudah kirim ke seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Namun untuk keluar negeri belum,” tambahnya.

Baca juga: Keluar Lapas dengan Kaki Diamputasi, Wawan Bangkit Bikin Kerajinan dari Stik Es

Sementara itu, untuk perlengkapan rebana, lanjut Sugiharto, dirinya hanya menjual per set saja. Menurutnya, satu set perlengkapan rebana berisi alat rebana, keplak, tam, darbuka dan bass.

“Harganya mulai Rp 2,5 juta hingga Rp 4 juta,” tuturnya.

Sama seperti Beduk, kayu yang digunakan yakni kayu utuh. Bahan yang digunakan ialah kayu nangka dan kayu mahoni. Sementara itu untuk kulitnya yakni kulit kambing.

“Yang paling laris itu perlengkapan rebana. Selain harga terjangkau, memang sering digunakan untuk kegiatan hadroh atau habib syehan,” tutup Sugiharto.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Banjir Pesanan Sangkar Burung, Kinung Ajak Kawannya yang Kena PHK

0
Kinung sedang menunjukkan sangkar burung hasil karyanya. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria telihat menekuk bilah bambu dengan sebuah alat dari besi di dalam sebuah ruangan rumah. Sesekali, ia mengatur setingan alatnya agar bilah yang ditekuk, bentuknya seusai harapan. Pria tersebut yakni Muhammad Nur Afif (27), pembuat sangkar perkutut.

Pria yang akrab disapa Kinung itu menuturkan, sejak pandemi Corona, usaha sangkar burungnya tersebut justru mengalami peningkatan pesanan. Karena kewalahan, ia akhirnya memperkerjakan kawannya yang kena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Kebetulan, sejak ada corona ada dua temannya yang di-PHK dan dirumahkan oleh perusahaan mereka bekerja. Daripada mereka menganggur, Kinung pun mempekerjakan mereka untuk memenuhi pesanan sangkar burung dari pelanggannya.

“Kedua teman saya itu sebelumnya kerja di perusahan furnitur bagian ukir. Jadi sesuai, soalnya saya ini lagi inovasi membuat sangkar burung perkutut yang ada motif ukirnya,” ujar Kinung sambil melanjutkan menekuk bilah bambu.

Baca juga: Sangkar Motif Kejawen Paling Diburu Penghobi Perkutut

Sistem kerjanya, lanjut Kinung, temannya tersebut diupah secara borongan dan bisa dikerjakan di rumah mereka masing-masing. Bahan dikirim setelah jadi mereka menelepon dan Kinung akan mengambil barang sekaligus mengirim bahannya.

“Aku berharap sangkar burung perkutut hasil karya saya makin diminati dan makin banyak pemesan. Sehingga saya bisa menolong banyak orang dengan memberi mereka pekerjaan,” harap Kinung yang memberi merek sangkarnya Cikal Bakal Farm itu.

Menurutnya, sangkar burung perkutut hasil karyanya sangat khas dan kokoh. Masih mempertahankan khas kejawen dengan kubah rajut menjalin, serta ada garansi sebulan untuk kerusakan sangkar.

“Karena kokoh itu saya berani beri garansi sebulan. Sebab saya tahu pasti kalau tidak dibanting, sangkar buatan saya tidak akan rusak,” jelas pria yang mulai menekuni pembuatan sangkar burung sejak 2018.

Untuk harga, tuturnya, sangkar Cikal Bakal Farm dipatok berbeda. Harga tergantung dari motif serta kerumitan pembuatan sangkar. Meski sudah punya ciri khas, kokoh, dan bergaransi, ia mematok harga sangat terjangkau untuk hasil karyanya. Yakni mulai Rp 150 ribu sampai Rp 800 ribu per sangkar.

Baca juga: Berinovasi saat Pandemi, Permintaan Sangkar Burung Buatan Kinung Meningkat

“Itu untuk harga sangkar yang kami produksi setiap harinya. Untuk harga Rp 1 juta ke atas kami hanya menerima pesanan khusus,” beber Kinung.

Peminat sangkar burung perkutut karyanya, masih kata Kinung, tidak hanya orang Kudus saja. Namun seantero Pulau Jawa, serta ada beberapa pesanan dari Pulau Sumatra. Selain memasarkan secara daring, dia juga punya pedagang tetap yang siap menampung sangkar perkututnya.

“Saya bersyukur, meski ada Corona, permintaan sangkar burung perkutut kami mengalami peningkatan. Meski begitu, saya berdoa semoga saja Corona cepat hilang,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Lurah Wergu Kulon, Sang Pencipta Lagu ‘Kota Kudus’

0
Lurah Wergu Kulon, Kecamatan Kota Kudus Herdjini pencipta lagu "Kota Kudus" saat ditemui di rumahnya, Jumat (5/6/2020). Foto: Titis Widjayanti.

BETANEWS.ID, KUDUS – Herdjini mulai memperlihatkan file-file video aksinya saat menyanyi di beberapa acara. Sambil bercerita, Warga Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus itu sesekali ikut menyanyikan lagu yang baru diciptakannya untuk Kabupaten Kudus.

Wanita asal Semarang yang akrab disapa Mbak Ninuk itu lantas menceritakan proses menciptakan lagu “Kota Kudus”, hingga dijadikan sebagai pengisi musik untuk sejumlah kegiatan Jogo Tonggo dan kegiatan lain di Kelurahan Wergu Kulon.

“Awalnya bisa dikatakan iseng. Karena saya pribadi memang sering menulis lagu. Dan suami sendiri yang mengolah musiknya. Lalu kami beri video klip dengan foto-foto beberapa kegiatan warga di tengah-tengah pandemi. Seperti kegiatan Jogo Tonggo, waktu mempersiapkan pos-posnya dan kegiatan lain,” papar Herdjini, Jumat (5/6/2020).

Baca juga: ‘Tak Terhitung’, Lagu Ciptaan Band Tanpa Nada untuk Pejuang Covid-19

Lagu yang ditulis hanya dalam satu malam itu menceritakan tentang Kota Kudus. Oleh karena itu, lagu tersebut cocok dengan foto-foto kegiatan warga Wergu Kulon tersebut. Selain itu, Herdjini berharap bisa mengungkapkan betapa kayanya Kota Kudus melalui lirik. Kekayaan itu tidak hanya terletak pada Sumber Daya Manusia (SDM), tetapi juga Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah ruah dan indah.

“Ada hal yang bisa diambil dari pandemi ini. Salah satunya adalah melalui Satgas Jogo Tonggo, di mana pada akhirnya, tetangga yang belum kenal menjadi kenal. Lalu yang mampu bisa membantu yang kurang mampu. Juga saya harap bisa menyampaikan kekayaan dan keindahan Kota Kudus ini melalui lirik lagu itu. Tentang sawah yang terbentang seperti permadani, wisata air terjun, sampai Gunung Muria yang indah,” papar dia.

Sambil sesekali meminum wedang kencur, Herdjini mengatakan jika lagu beraliran keroncong itu sekaligus dinyanyikan oleh dirinya. Meskipun diakuinya, ia terhitung masih baru mendalami musik keroncong. Akan tetapi, ia juga mengungkap bahwa sudah mengenal musik sejak kecil.

Baca juga: Kelurahan Wergu Kulon Terapkan Program Si Kaya Bantu Si Miskin

Saat ini, ia aktif bermusik di sela-sela kegiatannya sebagai lurah. Karena bagaimanapun juga, secara tanggung jawab, menjadi lurah mengharuskannya untuk selalu berkegiatan di tengah masyarakat.

“Kalau musik, justru dari kecil saya sudah berada di dunia itu. Istilahnya mengenal musik sejak kecil. Lalu menjadi hobi sampai sekarang. Jadi kalau dunia seni, sudah menjadi bagian hidup sejak dulu. Saya menulis lagu seperti ini biasanya kalau hari libur atau kalau tidak ada agenda lain. Bahkan malah waktu malam hari sebelum tidur juga sering,” tukas dia.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -