31 C
Kudus
Sabtu, Desember 3, 2022
BerandaJATENGJadi Klaster Covid-19,...

Jadi Klaster Covid-19, Pemprov Jateng Akan Perketat Protokol Kesehatan Pasar Tradisional

BETANEWS.ID, SEMARANG – Beberapa pasar tradisional Jawa Tengah menjadi klaster penularan Covid-19. Untuk memutus rantai penyebaran ini, pelibatan petugas pelindung masyarakat (Linmas) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dinilai sudah mendesak. Mereka akan disiagakan untuk mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng Arif Sambodo mengatakan, pelibatan itu penting untuk memastikan pedagang dan pembeli patuh terhadap protokol kesehatan. Seperti memakai masker dan menjaga jarak antar individu. Terkait pengawasan protokol kesehatan, pihaknya meminta tidak bersifat parsial, artinya semua kabupaten/kota di Jawa Tengah harus terlibat. 

“Kalau diperankan di perdangangan (Dinas Perdagangan) saja, tidak bisa. Karena jumlah pasar banyak, petugas terbatas. Terakhir rapat dengan kabupaten dan kota, kita minta libatkan Satpol PP sebagai penegak peraturan, karena ada surat dari Mendagri itu untuk pelibatan Satpol PP dan Linmas,” ujarnya, Kamis (4/6/2020).

- Ads Banner -

Menurutnya, beberapa pasar seperti di Salatiga dan Demak bisa menerapkan jarak antar pedagang. Kebijakan itu, dilakukan sesuai dengan instruksi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang diberikan kepada pemerintah tingkat dua sejak April 2020. 

“Saya juga memuji langkah tegas Pemkot Semarang yang menutup sementara operasional pasar, yang ditemukan kasus penularan Covid-19,” katanya.

Baca juga: Pasar Tradisional di Indonesia Diminta Contoh Jateng yang Terapkan Jaga Jarak Antarpedagang

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng Yulianto Prabowo juga menyuarakan hal sama. Menurutnya, penutupan sementara operasional pasar tradisional merupakan langkah bagus untuk memtus rantai penularan. 

“Inilah kemudian yang harus menjadi kesadaran, baik pedagang maupun pembeli agar mau menerapkan protokol kesehatan. Sampai kapan itu akan dibuka, ya sampai antar pembeli dan pedagang sepakat untuk kemudian memakai masker dan menjaga jarak,” tegasnya.

Seperti diketahui, beberapa wilayah di Jateng, seperti Kota Semarang dan Kabupaten Jepara, kasus penularan Covid-19 terjadi di pasar tradisional. Di ibukota Jateng Semarang, tiga pasar yakni Pasar Prembaen, Pasar Karimata, dan Pasar Jati Banyumanik (Rasamala).

Pemkot Semarang melakukan penutupan sementara pasar tradisional tersebut, hingga Minggu (7/6/2020). Selama penutupan operasional sementara, dilakukan sterilisasi.

Baca juga: Seluruh Pasar dan Pabrik di Semarang Wajib Terapkan Protokol Kesehatan

Di Kabupaten Jepara, tercatat Covid-19 menjangkiti dua pedagang di dua pasar. Mereka adalah pedagang yang berjualan di Pasar Satu Jepara dan Pasar Karangaji, Kecamatan Kedung.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jepara Ratib Zaini, mengaku belum akan melakukan penutupan operasional pasar tradisional, yang terdeteksi ada penularan Covid-19. Namun, pihaknya lebih memilih untuk menyiagakan petugas keamanan. 

“Kita terapkan physical distancing ke 11 pasar tradisional di Jepara, kewajiban memakai masker dan cuci tangan. Kalau nanti untuk new normal nanti, kita minta bantuan dari TNI dan Polri untuk ikut menjaga sesuai edaran dari kemendag,” pungkas Ratib.

Editor: Ahmad Muhlisin

Ahmad Muhlisin
Ahmad Muhlisinhttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sebelumnya telah lama menjadi reporter dan editor di sejumlah media.

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler