31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

K-Plug, Alat Perekam Canggih Buatan Warga Kudus Diminati Musisi Mancanegara

BETANEWS. ID, KUDUS – Sore itu di depan salah satu rumah berpagar besi warna hitam sebelah kiri jalan Gang 8 Dersalam, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, terlihat beberapa orang sedang menunduk, sibuk di meja masing-masing. Mereka sedang fokus terhadap beberapa piranti elektronik yang memenuhi hampir sederet meja kayu tersebut.

Setelah didekati, beberapa orang sedang menyolder kabel-kabel kecil yang dipasang pada sebuah pelat berwarna coklat. Sedangkan seorang lagi di sudut sebelah kiri yang duduk sendirian, nampak sibuk menyablon papan ukuran persegi panjang berwarna hitam.

Pengecekan quality control K-Plug sebelum dikemas dan dijual ke pasaran. Foto : Titis Widjayanti

Ialah Agus Utomo (34), yang merupakan penggagas sekaligus pemilik dari perakitan alat rekam musik elektronik pengganti amplifier. Agus, sapaan akrabnya bercerita kepada betanews.id, tentang awal mula idenya yang kini menghasilkan produk elektro praktis dengan merek K-Plug.

-Advertisement-

“Ini sebutannya alat perekam, bisa buat jamming juga, istilahnya pengganti amplifier. Utamanya untuk para musisi dan orang-orang yang ingin bermain dan merekam musik mereka nanti bisa pakai alat ini dengan cara dihubungkan ke gitar, headset/ earphone dan handphone. Jadi orang luar tidak mendengar kebisingan, dan orang yang merekam mendapatkan hasil rekaman yang jernih tanpa suara dari luar. Kalau awalnya ya karena kebutuhan pribadi. Sampai sekarang profesi sayakan musisi wedding, tepatnya gitaris. Awalnya karena kebutuhan itu. Karena dulu lulusan elektro, terus saya coba buat alat yang bisa menggantikan amplifier yang praktis semenjak punya anak. Biar nggak bising juga,” papar Agus kepada betanews.id, Jumat (6/3/2020).

Setelah itu, Agus mengatakan, usahanya kemudian mulai dirintis ketika teman-temannya tertarik untuk menggunakan alat tersebut. Dari sana Agus mulai memproduksi K-Plug yang kini telah banyak dipesan dan digunakan oleh para musisi Nusantara, bahkan hingga luar negeri.

“Pemasaran awalnya ya dari mulut ke mulut. Ketertarikan dan kebutuhan teman-teman dekat sendiri, utamanya para musisi. Lalu mulai dikenal melalui media sosial juga. Sekarang banyak musisi terkenal Indonesia sudah memakai produk kami. Bahkan luar negeri. Tetapi juga tidak hanya musisi, semisal anak-anak sekolah yang ingin jamming musik dan merekam karya mereka, juga menjadi target pasar,” papar dia.

Usaha yang digeluti dari sekitar satu tahun yang lalu itu kini membuahkan hasil. Agus berkata, tidak hanya inovasi dari segi kepraktisan yang ia utamakan dari produknya, akan tetapi juga kualitas dan harga yang terjangkau. Yakni dibanderol sekitar Rp 180 ribu tiap pcs nya.

“Keunggulannya ya praktis, kualitasnya kami berani jamin, karena sebelum kami pasarkan tiap alat kami cek quality controlnya, dan tentu harganya yang ekonomis. Jadi semua kalangan bisa menjangkau. Dari tipe 1A, 1B, 1C, memang beda, tapi kami banderol sekitar Rp 180 ribu tiap buah,” jelas dia.

Lelaki nyentrik tersebut, kemudian menuturkan, jika untuk segi pemasaran memang fluktuatif. Dikatakannya, bahwa musim pernikahan adalah musim paling laris pesanan. Akan tetapi, sejauh ini untuk produksi tiap minggu mulai stabil. Agus mengatakan, K-Plug tiap seminggu bisa diproduksi sekitar 100-150 pcs. Baik itu ada pesanan maupun untuk stok.

Sementara hingga saat ini, sedang mengembangkan produknya ke tipe selanjutnya yang memiliki keunggulan bisa audio dan visual. Akan tetapi, untuk saat ini masih dalam proses pengembangan.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER