31 C
Kudus
Minggu, Februari 15, 2026

Beduk dan Rebana Buatan Sugiharto Unggulkan Kualitas Suara dan Tahan Lama

BETANEWS.ID, KUDUS – Ratusan tempurung perlengkapan rebana terlihat tertata rapi di gudang milik Sugiharto (40) di Desa Kedung Sari, RT 01/RW 04, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Selain rebana, ada pula beduk yang sudah setengah jadi. Barang-barang tersebut memang sengaja belum diberi kulit dan proses finishing, karena tidak ada pembeli di masa Pandemi Covid-19.

Sugiharto mengungkapkan, sebelum ada pandemi, dalam sebulan dirinya bisa menjual 10 sampai 15 buah beduk. Sedangkan untuk perlengkapan rebana mencapai puluhan set.

Sugiharto mengecek kualitas rebana di tempat produksinya. Foto: Imam Arwindra.

“Di sini kualitasnya bagus. Kayu yang saya gunakan utuh tidak berupa susunan,” tuturnya, beberapa waktu lalu.

-Advertisement-

Dia menjelaskan, keistimewaan menggunakan kayu utuh adalah, walau beduk atau alat rebana sudah lama, suara yang dihasilkan akan tetap bagus. Selain itu, kulit yang berada pada alat tidak akan kendor.

“Kalau kayunya sambungan atau disusun, paling beberapa tahun saja sudah tidak enak didengar,” ungkapnya yang sudah jadi generasi ketiga usaha beduk dan terbang itu.

Baca juga: Produksi Beduk dan Rebana Tutup, Sugiharto Bangkit dengan Gambus

Sugiharto menerangkan, kayu yang digunakan untuk memproduksi beduk yakni kayu mahoni, kayu trembesi dan kayu Jati. Diameter yang dibuat yakni dari 60 sentimeter hingga 1,5 meter.

“Kulit yang digunakan yakni kulit kerbau,” jelasnya.

Selain menggunakan kayu utuh, lanjut Sugiharto, keistimewaan lain dari beduk yang dibuatnya adalah ukiran. Ukiran yang diberikan bisa disesuaikan dengan permintaan pemesan.

“Ukirannya bisa tulisan Arab atau bisa custom. Namun untuk harga tentu tambah, sesuai dengan kerumitan,” tuturnya.

Sugiharto memberitahukan, harga yang dipatok untuk satu buah beduk yakni Rp 12,5 juta hingga Rp 120 juta.

“Saya sudah kirim ke seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Namun untuk keluar negeri belum,” tambahnya.

Baca juga: Keluar Lapas dengan Kaki Diamputasi, Wawan Bangkit Bikin Kerajinan dari Stik Es

Sementara itu, untuk perlengkapan rebana, lanjut Sugiharto, dirinya hanya menjual per set saja. Menurutnya, satu set perlengkapan rebana berisi alat rebana, keplak, tam, darbuka dan bass.

“Harganya mulai Rp 2,5 juta hingga Rp 4 juta,” tuturnya.

Sama seperti Beduk, kayu yang digunakan yakni kayu utuh. Bahan yang digunakan ialah kayu nangka dan kayu mahoni. Sementara itu untuk kulitnya yakni kulit kambing.

“Yang paling laris itu perlengkapan rebana. Selain harga terjangkau, memang sering digunakan untuk kegiatan hadroh atau habib syehan,” tutup Sugiharto.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER