Ganjar Pertimbangkan Pembukaan Sekolah Kembali, Siswa Akan Duduk Sendiri-Sendiri

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mempertimbangkan pembukaan sekolah-sekolah di wilayahnya. Skenario berlangsungnya pendidikan di sekolah akan diinstruksikan sesuai dengan penerapan new normal. Namun, pembukaan sekolah belum bisa dilakukan dalam waktu dekat ini.

“Ini biar disiapkan dulu. Saya sudah meminta guru untuk mempersiapkan jika nantinya sekolah dibuka kembali. Tidak dalam waktu dekat ini, namun persiapannya harus dihitung dulu,” ujar Ganjar saat datang ke SMPN 7 Semarang, Selasa (26/7/2020).

Ganjar menjelaskan, beberapa hal yang perlu dipersiapkan sekolah di antaranya prosedur siswa masuk sekolah dan kelas, tempat duduk siswa, dan kelas berapa saja yang bisa kembali masuk. Semuanya harus dipersiapkan jika mulai diberlakukan new normal.

-Advertisement-

“Ini tadi saya ke SMP. Mungkin nanti yang masuk kelas 9, untuk kelas 7 dan kelas 8 tidak. Satu kelas nanti tempat duduknya sendiri-sendiri. Biar nanti gurunya yang membantu,” tutur Ganjar.

Ganjar mengecek kesiapan Masjid Agung Kauman Semarang. Foto: Ist

Baca juga: Lebaran Ketiga Ganjar Sidak Mal, ‘Pakai Maskernya yang Benar, Jangan Anggap Sepele Virus Ini’

Selain ke sekolahan, pada hari yang sama Ganjar juga mendatangi beberapa tempat ibadah, Gereja Katedral Semarang dan Masjid Agung Kauman Semarang. Kedatangannya ke beberapa tempat tersebut juga untuk mengecek kesiapan para pengelola atau pengurus jika nanti mulai diberlakukan new normal.

Di Gereja Katedral, Ganjar ditemui Uskup Agung Semarang, Mgr Robertus Rubiyatmoko. Kepada Ganjar, Uskup Rubiyatmoko menerangkan penerapan pembatasan peribadatan sudah ditetapkan sampai 31 Mei. Namun karena kondisi belum pasti, pembatasan peribadatan diperpanjang mulai 1 Juni sampai batas waktu yang belum ditentukan.

“Kami perpanjang lagi pembatasan peribadatan sambil menunggu perkembangan. Kami mengikuti kebijakan pemerintah, kalau ada kebijakan baru kami tentu akan mendukung,” terangnya.

Baca juga: Para Pemudik Jangan Balik ke Jakarta, Pemprov Jateng Siapkan Pelatihan dan Modal Usaha

Uskup menambahkan, apabila nantinya ada kebijakan baru dan umat diperbolehkan beribadah di gereja lagi, maka standar protokol kesehatan akan diterapkan sesuai prosedur, seperti pembatasan jamaah, pengaturan jarak saat beribadah, penyediaan tempat cuci tangan, kewajiban pakai masker.

Di Masjid Agung Kauman Semarang, Ganjar melihat persiapan yang dilakukan takmir masjid. Takmir sudah membuat batas jamaah dengan menyilang lantai dengan solasi.

Di depan masjid, petugas keamanan juga siap dengan alat pengukur suhu tubuh. Setiap jamaah juga diwajibkan cuci tangan menggunakan sabun atau handsanizer yang disiapkan di pintu masuk atau tempat wudhu.

Baca juga: Ganjar Gelontorkan Rp 38 M Demi UMKM Tetap Eksis di Tengah Pandemi

“Kami sudah siapkan sejak lama dengan membuat batasan-batasan jamaah. Kalau ada jamaah, kami hanya membuka satu akses masuk dan keluar dengan pengaturan jarak,” kata Ketua Takmir Masjid Agung Kauman Semarang, KH Hanif Ismail.

Hanif menerangkan, pembatasan jamaah juga sudah disiapkan di dalam. Jarak antara satu jamaah dengan jamaah lain dibuat lebih dari satu meter.

“Kami juga sediakan hand sanitizer di pintu masuk, dan sabun di tempat wudhu,” terangnya.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER