31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Para Pemudik Jangan Balik ke Jakarta, Pemprov Jateng Siapkan Pelatihan dan Modal Usaha

BETANEWS.ID, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat terjadi kebocoran pemudik cukup besar. Lebih dari 600 ribu waga Jawa Tengah yang ada di Jabodetabek nekat mudik. Mereka yang terlanjur mudik diminta untuk tetap di kampung halaman, karena Pemprov telah menyiapkan pelatihan dan modal usaha.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, masyarakat yang sudah terlanjur mudik untuk tetap stay di Jawa Tengah. Dalam beberapa kesempatan, Ganjar menegaskan bahwa pihaknya sudah merencanakan program pemberdayaan bagi masyarakat terdampak.

Menurutnya, mereka yang tidak bisa bekerja akan diberikan pelatihan, modal usaha hingga pemasaran sesuai potensi masing-masing. Dirinya bahkan sudah bekerjasama dengan sejumlah e-commerce raksasa nasional untuk menyukseskan program itu.

-Advertisement-

“Lebih baik sekarang yang sudah terlanjur mudik, tetap di daerah saja. Toh kemarin meski dilarang, anda juga mbolos dan nekat. Saya ingatkan hati-hati, jangan nekat (kembali ke Jakarta),” tutupnya.

Baca juga: Ganjar: New Normal Belum Bisa Diterapkan Dalam Waktu Dekat

Sekadar diketahui, meski pemerintah melarang mudik, banyak warga Jawa Tengah yang bekerja di Jakarta maupun kota besar lain seperti Bodetabek nekat untuk mudik. Mereka menggunakan berbagai cara agar bisa berlebaran di kampung halaman masing-masing.

Ganjar Pranowo meminta masyarakat yang sudah terlanjur mudik untuk tidak nekat berangkat ke Jakarta. Kecuali, mereka yang telah memiliki izin dari tempat kerjanya masing-masing.

“Jangan ke Jakarta, wong sudah dikasih tahu kok. Kecuali mereka yang bekerjanya di kantoran, pasti pulannya kemarin kan pakai izin,” kata Ganjar saat ditemui di rumah dinasnya beberapa waktu lalu.

Baca juga: Ganjar Gelontorkan Rp 38 M Demi UMKM Tetap Eksis di Tengah Pandemi

Ganjar menyarankan, karena ada aturan pengetatan itu, maka masyarakat tidak perlu balik ke Jakarta. Apalagi lanjut dia, Jakarta merupakan salah satu episentrum penyebaran covid-19.

“Ketika disuatu tempat terjadi wabah, janganlah kamu mendekati daerah wabah itu. Itu saja rumusnya. Yang nekat, ya anda akan mendapatkan kondisi yang tidak nyaman,” tegasnya.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER