31 C
Kudus
Sabtu, Juli 4, 2020
Beranda Jateng Para Pemudik Jangan...

Para Pemudik Jangan Balik ke Jakarta, Pemprov Jateng Siapkan Pelatihan dan Modal Usaha

BETANEWS.ID, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat terjadi kebocoran pemudik cukup besar. Lebih dari 600 ribu waga Jawa Tengah yang ada di Jabodetabek nekat mudik. Mereka yang terlanjur mudik diminta untuk tetap di kampung halaman, karena Pemprov telah menyiapkan pelatihan dan modal usaha.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, masyarakat yang sudah terlanjur mudik untuk tetap stay di Jawa Tengah. Dalam beberapa kesempatan, Ganjar menegaskan bahwa pihaknya sudah merencanakan program pemberdayaan bagi masyarakat terdampak.

Menurutnya, mereka yang tidak bisa bekerja akan diberikan pelatihan, modal usaha hingga pemasaran sesuai potensi masing-masing. Dirinya bahkan sudah bekerjasama dengan sejumlah e-commerce raksasa nasional untuk menyukseskan program itu.

“Lebih baik sekarang yang sudah terlanjur mudik, tetap di daerah saja. Toh kemarin meski dilarang, anda juga mbolos dan nekat. Saya ingatkan hati-hati, jangan nekat (kembali ke Jakarta),” tutupnya.

Baca juga: Ganjar: New Normal Belum Bisa Diterapkan Dalam Waktu Dekat

Sekadar diketahui, meski pemerintah melarang mudik, banyak warga Jawa Tengah yang bekerja di Jakarta maupun kota besar lain seperti Bodetabek nekat untuk mudik. Mereka menggunakan berbagai cara agar bisa berlebaran di kampung halaman masing-masing.

Ganjar Pranowo meminta masyarakat yang sudah terlanjur mudik untuk tidak nekat berangkat ke Jakarta. Kecuali, mereka yang telah memiliki izin dari tempat kerjanya masing-masing.

“Jangan ke Jakarta, wong sudah dikasih tahu kok. Kecuali mereka yang bekerjanya di kantoran, pasti pulannya kemarin kan pakai izin,” kata Ganjar saat ditemui di rumah dinasnya beberapa waktu lalu.

Baca juga: Ganjar Gelontorkan Rp 38 M Demi UMKM Tetap Eksis di Tengah Pandemi

Ganjar menyarankan, karena ada aturan pengetatan itu, maka masyarakat tidak perlu balik ke Jakarta. Apalagi lanjut dia, Jakarta merupakan salah satu episentrum penyebaran covid-19.

“Ketika disuatu tempat terjadi wabah, janganlah kamu mendekati daerah wabah itu. Itu saja rumusnya. Yang nekat, ya anda akan mendapatkan kondisi yang tidak nyaman,” tegasnya.

Editor: Suwoko

Tinggalkan Balasan

24,655FansSuka
13,322PengikutMengikuti
4,306PengikutMengikuti
12,711PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler

Dibuka Kembali, Wisata Ternadi yang Suguhkan Indahnya Alam Muria Ramai Pengunjung

BETANEWS.ID, KUDUS – Keindahan lereng Penggunungan Muria langsung menyergap indra penglihatan saat tiba di Destinasi Wisata Ternadi, Sabtu (27/6/2020). Cuaca yang cerah...

Industri Furniture di Semarang Ini jadi Langganan Artis Hollywood

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo tiba-tiba menghentikan sepedanya ketika melintas di depan bangunan tua bergaya Eropa di Jalan Raya...

Iuran BPJS Kesehatan Naik, Kelas 3 Dapat Subsidi Rp 16.500

BETANEWS.ID, KUDUS - Sejumlah orang yang hendak masuk ke kantor BPJS Kesehatan Kudus tampak diarahkan untuk cek suhu badan dan cuci tangan...

Segar di Mulut Aman di Perut, Es Mie Telur Jelly di Kedai Azzam Diburu Pembeli

BETANEWS.ID, KUDUS - Di tepi Jalan Tambak Lulang, Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kudus tampak bangunan bercat merah jambu. Di dalam bangunan terlihat...

Satu Pegawai Positif Covid-19, Kampus UMK Diliburkan Sepekan

BETANEWS.ID, KUDUS - Universitas Muria Kudus (UMK) akan meliburkan sementara aktivitas di kampus menyusul adanya satu pegawai yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Mantan Anggota DPRD Kudus Meninggal di Depan ATM

BETANEWS.ID, KUDUS - Mantan Anggota DPRD Kabupaten Kudus , Ngatmin Ali Manda meninggal mendadak di depan ATM BNI dekat Kantor Perusahaan Daerah...

Sempat Stop Setahun, Pedangdut Ayu Vaganza Kembali Konsumsi Narkoba Karena Sepi Job

BETANEWS.ID, KUDUS - Pedangdut Ayu Vaganza (23) ditangkap Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Kudus, Selasa (30/6/2020). Perempuan yang memiliki nama asli...