Pemprov Gelontorkan Rp28,01 Miliar untuk Pengentasan Kemiskinan dan Swasembada Pangan di Brebes

BETANEWS.ID, BREBES — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelontorkan bantuan untuk Kabupaten Brebes senilai total Rp28,01 miliar. Bantuan untuk percepatan penanganan kemiskinan dan swasembada pangan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Ahmad Luthfi di Pendopo Kabupaten Brebes, Kamis, 7 Mei 2026.

Secara rinci, bantuan tersebut terdiri atas bantuan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) pada empat titik senilai Rp921 juta. Kemudian bantuan sektor pertanian dan peternakan Rp7,03 miliar, meliputi rehabilitasi jaringan irigasi tersier 920 paket senilai Rp3,5 miliar, irigasi perpipaan delapan paket senilai Rp752 juta, bantuan benih padi, jagung, dan durian senilai Rp1,524 miliar, bantuan sarana produksi bawang merah Rp53,07 juta, serta pengembangan budidaya tanaman tebu, kelapa genjah, tembakau, dan cengkeh Rp1,201 miliar.

Selanjutnya, bantuan cadangan pangan pemerintah daerah untuk daerah rawan pangan kepada 127 orang masing-masing Rp20 juta; bantuan sosial pembangunan hunian baru korban bencana sebanyak 18 unit senilai total Rp900 juta; bantuan sambungan listrik gratis dan bantuan pompa air tenaga surya Rp131,611 juta; serta bantuan sosial berupa Usaha Ekonomi Produktif (UEP), Kelompok Usaha Bersama (KUBE), dan Kartu Jateng Ngopeni senilai Rp1,515 miliar.

-Advertisement-

Selain itu, Pemprov Jateng juga menyalurkan bantuan internet desa dan desa wisata untuk delapan titik senilai Rp502,9 juta; bantuan uang sekolah/lembaga pendidikan Rp16,545 miliar; bantuan peralatan kerja penambak garam, sarana dan prasarana Pokmaswas, premi asuransi nelayan Rp127 juta; serta hibah pendidikan keagamaan untuk delapan lembaga senilai Rp320 juta.

Baca juga : Presensi Fiktif, Sekda Jateng Ancam Sanksi Tegas 3.000 ASN Brebes

Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, Kabupaten Brebes merupakan satu dari sepuluh daerah yang menjadi prioritas intervensi untuk pengentasan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem di Jawa Tengah. Bahkan, kabupaten ini merupakan daerah yang luas dan memiliki jumlah penduduk yang banyak. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi dari berbagai pihak untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Kalau mereka tidak kita beri atensi untuk mengembangkan wilayahnya, maka akan tertinggal. Untuk itu, bantuan ini kita berikan sebagai bentuk kolaborasi dalam pengentasan kemiskinan,” katanya.

Menurut Luthfi, pengentasan kemiskinan masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemprov Jateng. Angka kemiskinan Jawa Tengah pada Maret 2025 sebesar 9,48 persen. Angka tersebut turun pada September 2025 menjadi 9,39 persen. Sementara data BPS pada Maret 2025 menyebutkan persentase penduduk miskin di Brebes tertinggi di Jawa Tengah, yakni 14,15 persen.

Sebagai informasi, berbagai upaya telah dilakukan Pemprov Jateng untuk menangani kemiskinan dan kemiskinan ekstrem. Mulai dari memberikan bantuan renovasi rumah tidak layak huni (RTLH), penanganan stunting, cek kesehatan gratis dan dokter spesialis keliling (Speling), sekolah gratis untuk anak dari keluarga miskin dan kurang mampu, hingga penyaluran bantuan sosial.

Di samping itu, Pemprov Jateng juga gencar menarik investasi ke wilayahnya sehingga berdampak pada penyerapan tenaga kerja. Begitu pula dengan peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) agar lebih memiliki daya saing dan mudah terserap investasi.

“Maka saya minta semua daerah menyiapkan kawasan industri baru. Brebes menjadi salah satu yang akan kita kembangkan terkait hal ini,” katanya.

Sementara itu, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan dari Pemprov Jateng kepada Kabupaten Brebes. Bantuan senilai Rp28,01 miliar tersebut merupakan dukungan yang sangat besar bagi Brebes karena menjangkau seluruh dimensi yang berhubungan dengan pengentasan kemiskinan.

“Sudah kami catat semua arahan Gubernur, bantuan ini akan kami kawal agar tepat sasaran,” katanya.

Ia menambahkan, persoalan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem di Brebes masih cukup besar. Tercatat, dari 297 desa dan lima kelurahan masih banyak yang membutuhkan perhatian. Ia berharap bantuan tersebut dapat mempercepat penyelesaian persoalan kemiskinan di Brebes.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER