BETANEWS.ID, KUDUS – Polemik batalnya penyelenggaraan Indonesian Downhill (IDH) di Desa Ternadi, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, mendapat perhatian dari pemerintah desa. Pemdes Ternadi berharap event balap sepeda downhill tersebut tetap digelar di Ternadi dan berencana kembali membuka komunikasi dengan pihak penyelenggara maupun Djarum.
Ketua BPD Desa Ternadi, Edi Suparman, mengatakan persoalan bermula dari adanya keluhan sejumlah warga di sekitar kawasan wisata. Warga mengeluhkan dampak kegiatan yang selama ini dirasakan, terutama sampah dan debu saat event berlangsung.
Keluhan tersebut kemudian disampaikan melalui ketua RT hingga diteruskan kepada pemerintah desa. Pemdes selanjutnya menggelar pertemuan yang melibatkan masyarakat, tokoh masyarakat, pengelola wisata, perangkat desa, serta pihak terkait lainnya.
“Dari hasil rembug bersama, intinya kami sepakat bahwa semua kegiatan yang berada di wilayah Ternadi harus berkoordinasi dengan pemerintah desa,” bebernya.
Meski demikian, Edi menegaskan bahwa hasil pertemuan tersebut bukan berarti pemerintah desa maupun masyarakat menolak adanya event IDH. Sebaliknya, pihaknya justru berharap event tersebut tetap berlangsung di Ternadi.
Menurutnya, IDH telah menjadi agenda yang dinantikan masyarakat dan telah berlangsung selama bertahun-tahun di Ternadi, sejak sekitar 2016. Keberadaan event tersebut juga dinilai memberikan aktivitas ekonomi bagi masyarakat, termasuk pelaku UMKM.
“Sayang kalau tidak dilanjutkan. Masyarakat sudah antusias. Sekarang juga banyak yang bertanya, kok belum mulai. Kalau ada UMKM sebenarnya sudah siap, penonton dan teman-teman juga sudah dikabari,” katanya.
Edi juga menilai keberadaan trek downhill Ternadi merupakan kebanggaan bagi desa. Trek tersebut memiliki standar internasional dan selama ini menjadi daya tarik tersendiri bagi kawasan wisata Ternadi.
“Desa harus bangga karena mempunyai trek yang berstandar internasional. Belum tentu desa lain punya. Itu suatu kebanggaan bagi kami,” ujarnya.
Di tengah polemik tersebut, Edi menyampaikan permohonan maaf kepada pihak penyelenggara dan Djarum apabila terdapat kesalahan dalam proses komunikasi, pengurusan, maupun persoalan teknis lainnya.
“Kami mohon dengan rendah hati, kalau ada kesalahan-kesalahan kemarin, baik dalam pengurusan atau teknis lainnya, mungkin ada yang belum kami pahami atau ada kesalahan. Kami mohon maaf kepada penyelenggara maupun pihak Djarum,” ungkapnya.
Pemerintah desa pun berencana kembali melakukan komunikasi dengan pihak penyelenggara. Perangkat Desa Ternadi, Tauhid Ahmad Salisu, mengatakan pihaknya akan mengirimkan surat resmi kepada pihak IDH maupun Djarum pada pekan depan.
“Senin depan insyaallah kami akan segera bersurat terkait kegiatan ini. Tentunya kami akan koordinasi terlebih dahulu dengan pihak IDH mengenai penjadwalan ulang,” kata Tauhid.
Ia menambahkan, pihak desa tidak menentukan batas waktu tertentu untuk pelaksanaan kembali event tersebut. Jadwal sepenuhnya akan menyesuaikan agenda penyelenggara.
“Kalau misalnya seri dua digelar September, silakan. Atau setelah seri di Arjuna, itu tergantung jadwal yang diberikan IDH,” jelasnya.
Tauhid menegaskan, Pemdes Ternadi berharap seri berikutnya tetap digelar di desa tersebut. Selain menjadi ajang olahraga, keberadaan IDH dinilai mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian dan aktivitas wisata masyarakat.
“Semoga IDH seri berikutnya tetap berlangsung di Desa Ternadi, supaya ada kelanjutan dan bisa memberikan dampak positif bagi Desa Ternadi,” tandasnya.
Sementara terkait informasi mengenai besaran uang yang membuat persoalan semakin melebar, Tauhid menjelaskan bahwa anggaran tersebut bukan merupakan permintaan pembayaran untuk penyelenggaraan kegiatan tersebut. Anggaran itu, kata dia, berkaitan dengan rencana jangka panjang pembangunan jalan loading dari area start hingga finish, serta pemeliharaan jalan yang menjadi rute balap sepeda downhill.
Menurutnya, jalur tersebut merupakan jalur Wana Wisata Ternadi. Dengan begitu, jalur tersebut diharapkan nantinya dapat mendukung aktivitas pembalap saat latihan maupun event, sekaligus memudahkan akses wisatawan menuju kawasan wisata di sekitar Ternadi.
Editor: Kholistiono

