Dukung Musisi Kudus, Herdjini Bangun Studio Rekaman dan Dirikan Disket Band

BETANEWS.ID, KUDUS – Lampu-lampu mulai dihidupkan di sebuah rumah pinggir Gang Wakaf tak jauh dari gerbang masuk Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jumat (5/6/2020) petang. Rumah bata merah yang tampak sepi itu milik Herdjini, Lurah Wergu Kulon, Kecamatan Kota, Kudus. Namanya semakin dikenal masyarakat setelah menciptakan lagu “Kota Kudus” yang meramaikan program jogo tonggo.

Dengan senyum ramah, ia menceritakan salah satu kegiatannya di sela-sela menjadi lurah, yaitu bermusik. Hobi tersebut dikatakan wanita asal Semarang itu sudah muncul sejak ia duduk di Sekolah Dasar (SD).

Sambil duduk santai di sofa hijau ruang tamu rumahnya, wanita yang akrab disapa Ninuk itu mengaku terlahir dari keluarga musisi. Almarhum ayahnya sudah lebih dulu berkecimpung di dunia musik, khususnya keroncong. Hal itulah yang membuat Ninuk kecil tertarik dunia seni. Bahkan, saat kelas 5 SD, dia sudah mahir bermain gitar sambil bernyanyi.

-Advertisement-

Baca juga: Lurah Wergu Kulon, Sang Pencipta Lagu ‘Kota Kudus’

“Kalau latar belakang, saya memang terlahir dari keluarga musisi. Almarhum ayah, dulu beliau musisi keroncong. Jadi sejak kecil, saya tidak asing dengan kesenian. Saat kelas 5 SD, saya sudah bisa bermain gitar sambil menyanyi. Dan itu terus saya lakukan, meskipun tidak langsung memfokuskan diri,” ungkapnya.

Hobi Ninuk semakin mendapat ruang ketika lima kakaknya, yakni tiga laki-laki dan dua perempuan berkecimpung di bidang musik. Dari situ, sebagai anak terakhir, dia mengaku mulai ikut tampil di depan orang ketika saudaranya mengajak bergabung dengan band. Kala itu, band yang digawangi sang kakak beraliran pop jazz.

“Ya, karena ayah saya orang yang tegas sejak dulu. Waktu SMP baru mengenal keroncong lebih dalam. Lalu saat SMA, saya hanya boleh gabung band dengan kakak saya. Saat itu tampil di resto-resto. Sekaligus mencari uang jajan tambahan,” papar perempuan berjilbab coklat itu.

Namun, ia mulai cukup serius menekuni musik sejak lima tahun terakhir. Hal itu dibuktikan dengan pendirian manajemen musik yang ia manajeri sendiri. Di manajemen itu, dia kemudian membentuk Disket Band dan mengumpulkan beberapa pemuda-pemudi potensial yang hobi bermusik.

Baca juga: Kelurahan Wergu Kulon Terapkan Program Si Kaya Bantu Si Miskin

“Sejauh ini ada 18 anggota, di bawah nama yang sama. Hampir semua anggota orang Kudus. Sisanya, seperti bassist itu orang Semarang. Jadi kalau misal ada job atau acara di waktu yang sama, bisa berangkat sekaligus. Orang-orangnya dibagi. Meskipun ada grup inti,” kata dia.

Disket band sendiri, dikatakan Ninuk, sudah beberapa kali mengikuti perlombaan, selain juga manggung di acara-acara parade dan pernikahan. Salah satu prestasi yang diraih Disket Band adalah saat menyabet juara di ajang Loenpia Jazz, 2017 lalu di Semarang. Dari situ, Disket Band mulai tampil di ajang-ajang besar, seperti International Jazz Day di Jakarta sebanyak dua kali dan di BSD Tangerang Selatan.

“Dari perjalanan itu, saya semakin yakin, sebenarnya para musisi atau pegiat kesenian di Kota Kudus sangat potensial. Hanya saja jarang ada wadahnya. Nah, sejak setahun lalu akhirnya saya dan suami sepakat mulai membangun home recording sendiri di sini. Namanya Rumah Kreatif Disket,” beber dia.

Baca juga: K-Plug, Alat Perekam Canggih Buatan Warga Kudus Diminati Musisi Mancanegara

Sampai saat ini, Ninuk masih aktif menulis lagu dan juga mengaransemen ulang lagu sang kakak untuk dibawakan oleh bandnya. Bahkan, sekarang dia sedang menggarap lagu berjudul Indahnya Negeriku, dengan alirannya keroncong. Lagu tersebut mengenai New Normal.

“Saya juga pernah ikut lomba lirik Asean School Games di Dinas Pariwisata, meskipun tidak menang waktu itu. Judulnya Semangat di Jiwaku,” tukas Ninuk.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER