BETANEWS.ID, KUDUS – Peristiwa dugaan tawuran pelajar terjadi di wilayah Kabupaten Kudus, tepatnya di Jalan Bareng–Colo, Desa Rejosari, Kecamatan Dawe, Senin (4/5/2026). Sejumlah siswa yang masih mengenakan seragam sekolah terlihat terlibat aksi saling kejar dan pemukulan di jalan.
Dalam aksi yang beredar, tampak pula beberapa pelajar menyalakan petasan.
Salah satu saksi mata yang berada di lokasi kejadian, Ruslan, menuturkan bahwa keributan bermula dari sekelompok pelajar yang datang dari arah selatan menuju utara. Situasi kemudian memanas hingga terjadi aksi saling serang.
“Awalnya ramai dari arah sana, terus berhenti, lalu tidak tahu pasti di titik mana, tiba-tiba sudah berantem,” ujar pria yang biasa berjualan cilok di sekitar lokasi kejadian.
Menurutnya, para pelajar tersebut berlarian sambil saling memukul. Aksi itu berlangsung secara berkelompok dan sempat membuat situasi sekitar menjadi gaduh.
“Ada yang dipukul, ada yang saling pukul. Rame-rame soalnya banyak,” katanya.
Ia menyebut para pelajar yang terlibat masih mengenakan seragam sekolah. Namun, tidak terlihat adanya senjata tajam yang dibawa.
“Sepertinya tidak ada senjata tajam, paling hanya benda seadanya seperti bambu,” tambahnya.
Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi pada Senin (4/5/2026) pukul 12.30 WIB, bertepatan dengan jam istirahat sekolah. Meski demikian, belum diketahui secara pasti jumlah pelajar yang terlibat maupun pemicu utama keributan.
Sementara itu, Kepala SMKN 2 Kudus, Budi Susanto, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti kronologi kejadian yang berada tak jauh dari lokasi sekolahnya.
“Saya tidak tahu secara pasti kronologi kejadian karena pada saat itu sedang ada acara di luar sekolah. Informasinya, siswa kami diserang dari dua SMK,” ungkapnya.
Ia menambahkan, untuk saat ini pihaknya mendatangi kantor Kepolisian Sektor (Polsek) setempat karena sebelumnya sudah diimbau oleh dinas terkait untuk datang ke Polsek.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait insiden tersebut, termasuk apakah ada korban luka atau langkah penanganan yang telah dilakukan.
Editor: Kholistiono

