BETANEWS.COM,KUDUS – Segelas kopi terlihat di samping seorang pria yang sedang merakit sangkar burung. Pria itu tak lain adalah Nur Afif (25) perajin sangkar burung anggungan dengan tema Kejawen. Sambil merakit sangkar, pria yang akrab disapa Kinung itu menjelaskan, bahwa sangkar burung bertema Kejawen paling diburu penghobi perkutut.Perbedaan sangkar burung tema Kejawen dengan lainnya adalah terletak pada tiangnya yang bermotif keris.

Selain itu, ada juga motif bambu petuk. Kinung mengungkapkan, jika proses pembuatan produk khusus bertemakan Kejawen ini lebih rumit. Sehingga, dia mematok harga lebih mahal dibandingkan produk-produk biasa.
“Karena ini produk khusus limited edition, jadi saya buat lebih baik dari produk biasanya. Motif Kejawen ini sangat diminati dan diburu penghobi perkutut. Meski saya patok harga jauh lebih mahal, tetap saja ada peminatnya,” terang warga Desa Jepang Wetan, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus itu.

Saat membuat sangkar, bagian yang sulit katanya adalah ketika membuat lengkung kubah bagian atas. Ada juga bagian yang paling menjenuhkan, yakni saat merajut rotan, karena butuh ketelitian dan kesabaran. Meski dikerjakan dengan senang hati, menurutnya tetap saja ada saat-saat jenuh. Untuk mengatasinya, biasanya ditinggal sejenak untuk bermain dulu dengan hewan peliharaannya.
Untuk saat ini, sangkar buatannya dijual di daerah Kudus, Jepara, Demak dan Semarang. Dia masih terkendala proses pengiriman jika memasarkan secara online, karena kena berat volume sehingga ongkos kirimnya mahal. Sementara ini, media sosial yang digunakan baru Facebook saja, dan pembelinya orang sekitar daerah Kudus.
Perajin sangkar itu, mengaku sejak kecil memang sudah suka memelihara hewan. Ketika melakukan aktivitas yang berkaitan dengan hewan, dia akan merasa senang. Saat ini, selain memelihara burung perkutut, dia juga memelihara luwak. Menurutnya, bermain dengan hewan bisa membuat pikiran menjadi segar.
Editor : Kholistiono

