BETANEWS.ID,KUDUS-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus bakal melanjutkan program Karya Bakti dengan membuka akses jalan penghubung antara Desa Rahtawu,Kecamatan Gebog dan Desa Ternadi,Kecamatan Dawe untuk tahun ini. Pembukaan akses jalan baru itu dinilai penting demi meningkatkan akses dan ekonomi rakyat.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris mengatakan, bahwa rencana penambahan pembukaan akses jalan penghubung itu kembali akan dilaksanakan di tahun ini. Hanya saja, proyek pekerjaan dilakukan di akhir tahun 2026.
“Kami lakukan kajian, kalau nanti Pak Gubernur membuka ya lebih baik. Apalagi sebagian tanah Perhutani, tetap ada izin juga,” bebernya usai membuka kegiatan TMMD di Desa Ngembal Kulon, Selasa (10/2/2026).
Baca juga: Angka Stunting di Kudus Capai 1.954 Anak, Didominasi di Wilayah Undaan dan Dawe
Menurutnya, pembukaan jalur baru dinilai penting untuk mempermudah mobilitas warga. Ia menyebut, dengan adanya pembukaan akses jalan perlu memperhatikan lingkungan agar tetap asri dan tanpa merusaknya. Untuk itu kajian perlu dilakukan guna lebih banyak manfaat yang didapatkan ketika jalan baru dibuka.
“Tapi kita juga perhatikan, jangan sampai sudah dibuka jalan nanti lingkungan semakin rusak. Ketika dibuka ada beberapa kearifan lokal yang harus digabung dan kegiatan sosial budaya harus digabung. Itu yang perlu dipelajari,” terangnya.
Ia menegaskan, bahwa pembukaan akses jalan Rahtawu-Ternadi itu sudah mendapat persetujuan, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi. “Pada prinsipnya, ketika pemerintah pusat maupun provinsi mengizinkan jalankan saja,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kudus, Famny Dwi Arfana menambahkan, bahwa jalan penghubung itu sudah terbuka sepanjang 500 meter dengan lebar empat meter. Menurutnya, proyek pembukaan jalan itu bakal kembali dijalanakan di tahun ini.
“Rencana akan dilanjutkan kembali di APBD Perubahan Tahun 2026. Saat ini masih menunggu arahan dari Bupati Kudus,” tuturnya.
Proyek jalan tembus di Lereng Pegunungan Muria ini diperkirakan memiliki panjang sekitar tiga sampai empat kilo meter. Tahap awal yang direncakan hanya sepanjang 425 meter, namun di lapangan terealisasi sekitar 500 meter.
Hasil tersebut membuat Pemkab Kudus semakin optimis untuk membuka akses jalan bagi masyarakat di wilayah setempat. Sehingga, mereka tidak perlu putar arah dan menempuh jarak jauh untuk masuk ke dalam dua wilayah kecamatan tersebut.
Untuk selanjutnya, pada rencana tahun 2026 akan dibuka kembali sepanjang 500 meter, melanjutkan proyek sebelumnya. Adapun anggaran yang diperlukan berkisar Rp 500 juta. Sedangkan proyek pengerjaan dilakukan melalui program Karya Bakti.
“Harapan Pak Bupati, setiap tahun bisa dilanjutkan terus, sehingga di tahun 2027 harapannya bisa rampung melalui program Karya Bakti,” ujarnya.
Famny menegaskan, bahwa tahapan pekerjaan saat ini masih sebatas pembukaan lahan. Untuk tahap lanjutan seperti pengecoran atau peningkatan kualitas jalan, pemerintah daerah belum bisa memastikan waktunya.
Baca juga: Serahkan Bantuan Alsintan, Bupati Kudus Targetkan Surplus Pangan Naik Hingga 35 Ribu Ton
“Sebelumnya, jalan tersebut merupakan jalan setapak dengan lebar sekitar satu meter yang masih dipenuhi dengan semak belukar. Ini sudah terbuka sebagian dengan lebar yang cukup untuk kendaraan roda empat,” tandasnya.
Pembukaan akses jalan penghubung ini dilakukan bukan tanpa alasan. Proyek ini diharapkan mampu mendukung konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas warga, serta membuka peluang ekonomi baru, khususnya di kawasan wisata Muria.
“Akses jalan yang lebih baik juga akan mempermudah distribusi hasil pertanian dan meningkatkan potensi pariwisata desa,” katanya.
Pihaknya memastikan pembangunan jalan Rahtawu–Ternadi tetap menjadi bagian dari perencanaan jangka menengah, dengan harapan dapat diselesaikan secara bertahap sesuai prioritas dan kemampuan fiskal daerah.
Editor: Kholistiono

