31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Angka Stunting di Kudus Capai 1.954 Anak, Didominasi di Wilayah Undaan dan Dawe

BETANEWS.ID,KUDUS-Kasus stunting di Kabupaten Kudus tergolong masih tinggi. Berdasarkan data timbangan posyandu setiap bulan, sebanyak 1.954 anak di bawah lima tahun (balita) atau sekitar 3,76 persen balita di kudus dilaporkan mengalami stunting.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kudus, Endhah Endhayani. Menurutnya, Pemkab Kudus mempunyai pekerjaan rumah (PR) dan saat ini tengah berupaya keras untuk menurunkan angka stunting.

“Angka ini sebenarnya menunjukkan penurunan secara drastis. Meski begitu, perlu upaya agar bagaimana tidak muncul kasus stunting baru di Kabupaten Kudus,” katanya usai membuka workshop dalam rangka peringatan Hari Gizi Nasional ke-66 di Pendapa Kabupaten Kudus, Rabu (11/2/2026).

-Advertisement-

Baca juga:Serahkan Bantuan Alsintan, Bupati Kudus Targetkan Surplus Pangan Naik Hingga 35 Ribu Ton

Ia menjelaskan, bahwa ribuan kasus stunting yang terjadi di Kota Kretek itu didominasi di wilayah Kecamatan Dawe dan Kecamatan Undaan. Endhah menyebut, faktor utama pada kasus stunting di Kudus dikarenakan pola makan anak yang tidak dibarengi dengan asupan gizi yang seimbang.

“Karena pola asuh dari ibunya yang menitipkan anaknya ke simbah, karena para ibu-ibu ini bekerja. Dengan anak dititipkan, simbah tidak memperhitungkan gizi makanan untuk anak, yang terpenting kenyang. Padahal anak perlu pertumbuhan dengan gizi yang komplit seperti karbohidrat, serat, protein, dan buah,” ungkapnya.

Selain faktor tersebut, kata dia, ada anak yang tak bisa makan karena ada penyakit penyerta yang dialami oleh anak. Sehingga anak tidak bisa makan dengan baik dan dapat memicu perkembangan dan pertumbuhan anak.

“Untuk itu perlu kita perhatikan. Saat ini kita terus berupaya agar Kudus bisa zero stunting, mulai mendeteksi penyebabnya hingga solusi pencegahan,” ujarnya.

Sebagai upaya pencegahan, pihaknya tak hanya menggandeng Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK), tetapi juga OPD lainnya untuk berkolaborasi mengatasi permasalahan stunting. Di antaranya melakukan kolaborasi dengan Dinsos P3AP2KB, Dinas PMD, hingga CSR Djarum Foundation dan sebagainya.

Baca juga: Sebanyak 12.372 Warga Kudus Tercoret dari PBI JKN

“Adanya tempat penitipan anak (TPA) juga penting karena banyak ibu yang bekerja. Sehingga kami berupaya untuk membuka TPA melalui kerja sama dengan pihak swasta. Jadi yang masih menyusui itu bisa disusui secara ekslusif. Terlebih di TPA juga harus diperhatikan untuk pola makanannya,” terangnya.

Maka dari itu, lanjutnya, melalui acara workshop dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional (HGN) 2026 ke-66 yang digelar di Pendapa Kabupaten Kudus itu bisa menjadi penyuluhan terkait pemenuhan gizi bagi anak. Dalam acara tersebut juga didatangkan secara langsung dokter spesialis anak dan chef untuk melakukan demo memasak untuk anak dengan memperhatikan gizi yang seimbang.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER