31 C
Kudus
Selasa, Juni 25, 2024

Kokoh dan Finishing Halus, Sangkar Burung Buatan Arman Laris Diburu Pembeli

BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan sangkar burung tampak terjajar rapi di dalam sebuah bangunan di tepi Jalan Dewi Sartika, tepatnya di seberang selatan Balai Desa Peganjaran, Kecamatan Bae, Kudus. Di teras bangunan itu, tampak pria mengenakan masker sedang menyemprot sangkar burung menggunakan mesin pompa angin. Pria tersebut yakni Suparman, pemilik Putra Sangkar.

Seusai menyelesaikan proses penyemprotan sangkar, Suparman kemudian duduk serta sudi berbagi kisah tentang usahanya tersebut. Dia mengungkapkan, merintis usaha berjualan sangkar sejak lima tahun yang lalu. Menurutnya, sangkar yang dijualnya itu memiliki keunggulan lebih kokoh dan finishingnya itu rapi.

“Keunggulan sangkar burung di Putra Sangkar menurut para pelanggan itu barangnya kokoh dan tidak cepat rusak. Finishing pengecatannya juga rapi dan halus,” ujar pria yang akrab disapa Arman kepada betanews.id, Rabu (22/4/2020).

-Advertisement-

Baca juga : Sangkar Motif Kejawen Paling Diburu Penghobi Perkutut

Oleh sebab itu, lanjutnya, aneka sangkar yang dijualnya diminati banyak orang. Bahkan sudah punya pelanggan atau bakul tetap yang rutin membeli sangkarnya. Di antaranya, bakul dari Kudus, Pati, Jepara, Rembang, Semarang, Demak, dan Purwodadi.

Dengan mempunyai banyak pelanggan tersebut, tambahnya, sebulan dirinya mampu menjual minimal 100 sangkar. Sangkar yang dijualnya terdiri berbagai jenis, model dan ukuran sangkar. Dia mengaku, melayani pembelian ecer maupun grosir, harga yang ditawarkannya juga bervariasi.

“Sangkar yang saya jual itu khusus untuk burung kicau. Dari yang model kotak dan bulat, serta dari ukuran kecil hingga besar, ada semua di Putra Sangkar. Untuk harga mulai dari Rp 200 ribu hingga Rp 600 ribu per sangkarnya,” beber pria yang memakai masker warna hijau tersebut.

Pria yang sudah dikaruniai dua orang putra itu menceritakan, awal menekuni usaha jual sangkar. Menurutnya, hal itu tak terlepas dari hobinya memelihara burung. Selain itu, dia juga mempunyai keahlian pengecatan.

“Sebelum berjualan sangkar saya pernah punya usaha berjualan helm. Selain itu saya juga nyambi ambil orderan penyemprotan motor dan helm,” ujarnya sambil mengambil satu sangkar dan diamplas jerujinya.

Dari menyemprot helm dan motor itu lanjutnya, banyak teman sesama pemelihara burung memberi order finishing sangkar. Setelah selesai dicat, sangkar dipajangnya. Namun saat dipajang itu, banyak orang lewat yang bertanya apakah sangkar itu dijualnya.

Baca juga : Sarat Filosofi, Sangkar Burung Perkutut Akim Berharga Rp 5 Juta

“Karena itu sangkarnya orang aku pun menjawab sangkar itu tidak dijual. Tapi dari situ muncul ide untuk berjualan sangkar,” ungkapnya sambil tersenyum.

Dia mengakui, tidak memproduksi sangkar dari awal. Arman membeli sangkar mentah dari Bandung, Jepara dan Kudus. Kemudian sangkar tersebut difinishing, sehingga terlihat bagus dan menarik.

“Selain berjualan, saya juga menerima order perbaikan sangkar. Dari jeruji patah, rangka patah atau pengecatan ulang. Untuk harga servis mulai Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu,” ujar Arman.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
140,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER