BETANEWS.ID, KUDUS – Di sudut area Taman Balai Jagong Kudus, berdiri sebuah tenda sederhana bertuliskan Barberstreet. Di tenda tersebut juga terdapat mini banner yang menunjukan tarif barbershop dan di bawahnya terdapat tulisan slogan, “Lungguh Anteng Muleh Ganteng”.
Di bawah tenda tampak seorang pria memegang mesin pangkas dan dengan cekatan memangkas rambut pelanggan. Pria tersebut yakni, Aris Widodo, penggagas baber street di Kabupaten Kudus.
Baca Juga: Bupati Kudus Gelar Retreat, Bangun Soliditas dan Tumbuhkan Jiwa Korsa Antar OPD
Pria yang akrab disapa Mas Bro tersebut menyampaikan, barberstreet sudah berjalan sekira sepekan. Ia memilih konsep ini karena di Kota Kretek belum ada dan kemungkinan akan booming (ramai) seperti coffee street.
“Coffee street kan sudah ada dan booming. Jadi saya nangkap peluang tersebut untuk barber, makanya saya namai barber street. Insyallah akan booming dan ditiru yang lain,” ujar Mas Bro kepada Betanews.id di Taman Balai Jagong, belum lama ini.
Ia menuturkan, konsep barber street dianggapnya lebih simpel dan terjangkau. Sehingga bisa jadi inspirasi bagi pelaku barber yang belum mampu menyewa ruko untuk menjalankan usahanya.
“Dengan konsep street, modalnya paling tenda sederhana sama retribusi saja. Tidak perlu nyewa ruko. Kalau peralatan pangkas dan potong rambut, saya yakin semua pelaku barber sudah memiliki semua,” bebernya.
Terkait pemilihan lokasi di Balai Jagong Kudus, pemilik usaha Barbershop Bro tersebut menganggap tempat tersebut selama ini jadi berkumpulnya warga Kota Kretek. Baik untuk jalan – jalan maupun berolahraga. Sehingga, barber street miliknya akan diketahui banyak orang.
“Terkait slogan Lungguh Anteng Mulih Ganteng, ini sebagai jaminan bagi pelanggan untuk mendapatkan hasil maksimal dan tidak mengecewakan,” tandasnya.
Baca Juga: Sepanjang Tahun 2025, Lebih 100 Penindakan Dilakukan Satpol PP Kudus, Ini Hasilnya
Dia mengungkapkan, selama sepekan beroperasi hasilnya lumayan. Beroperasi mulai pukul 06:00 WIB sampai 12:00 WIB masih dapat enam pelanggan.
“Baru sepekan lumayan lah. Setiap harinya ada enam orang yang motong rambut dengan harga Rp20 ribu. Tak hanya pangkas, kami juga menerima hair tatto dan hair potret,” imbuhnya.Â
Editor: Haikal Rosyada

