BETANEWS.ID, JEPARA – Di tengah masifnya perkembangan pasar digital, pasar tradisional saat ini mulai ditinggalkan masyarakat. Hal tersebut berdampak pada berkurangnya jumlah pembeli, terutama di toko pakaian.
Sebagai upaya untuk menyiasati hal tersebut, pedagang pakaian di pasar tradisional yang ada di Kabupaten Jepara kini mulai memanfaatkan fitur live streaming agar usaha mereka tetap bertahan.
Salah satunya yaitu Intan Reza Melani (27), pemilik Toko Shabira Queen Fashion di Pasar Rakyat Bangsri, Jepara.
Intan bercerita, di keluarganya usaha berjualan pakaian di pasar tradisional sudah dilakukan secara turun-temurun.
Akan tetapi, seiring perkembangan zaman, usaha toko pakaian milik ibunya dari tahun ke tahun semakin minim jumlah pembelinya.
Hal tersebut berbanding terbalik dengan dirinya yang masih mampu bertahan setelah memanfaatkan fitur live streaming yang disediakan oleh aplikasi marketplace atau pasar digital.
Baca juga: Jumlah UMKM Kudus Tembus 18.600, Didominasi Usaha Makanan dan Minuman
“Alhamdulillah, kalau untuk anak muda (berjualan pakaian di pasar tradisional) sih masih enak. Tapi mohon maaf, kalau untuk orang tua memang agak susah,” tutur Intan saat ditemui di Pasar Rakyat Bangsri, Jepara pada Rabu (29/4/2026).
Terlebih, pola atau perilaku masyarakat saat berbelanja saat ini menurut Intan juga berubah. Ia mengungkapkan, banyak pembeli, terutama anak muda, yang kini enggan untuk masuk ke dalam pasar.
Sehingga, untuk menarik pembeli, selain memanfaatkan fitur live streaming, ia juga melayani pembeli yang berbelanja secara online.
“Kebiasaan pembeli sekarang sukanya COD, jadi beli lewat WA, terus COD di depan pasar. Kalau seperti itu, orang tua kan susah, jadi kalau yang jualan orang tua agak lumayan sepi,” ungkapnya.
Intan mengatakan, ia mulai memanfaatkan fitur live streaming sejak tahun 2021. Secara penjualan, jumlah barang yang terjual juga lebih banyak melalui online atau pasar digital.
“Lebih banyak online (penjualannya), perbedaannya 60:40,” sebutnya.
Selain itu, ia juga memiliki banyak pelanggan baru, terutama yang berasal dari daerah Bangsri, setelah memanfaatkan fitur live streaming.
“Saya punya pelanggan dari daerah Bangsri itu bukan karena jualan di pasar, tapi karena mereka lihat live di Shopee, lalu tahu nomor WhatsApp, kemudian baru mereka datang ke sini. Sebelumnya tidak tahu kalau saya jualan di pasar,” katanya.
Namun, meskipun jumlah pelanggannya lebih banyak berasal dari pasar online, Intan mengaku tetap membutuhkan pasar offline.
“Karena kadang orang ada yang lebih suka kalau bisa lihat langsung, jadi kalau buat saya, punya toko tetap butuh,” pungkasnya.
Editor: Kholistiono

