BETANEWS.ID, JEPARA – Berdiri di samping kuali semen yang mengepulkan asap panas dari hasil perebusan, Indah Mujiati (33), pemilik rumah produksi Tahu Susu Dinyu, dengan telaten mengangkat satu per satu tahu ke nampan kayu.
Tahu susu berwarna kuning itu harus segera diangkat saat mulai mengapung di permukaan air mendidih. Sebab, jika terlambat sedikit saja, tahu akan tenggelam ke dasar kuali. Teksturnya yang tidak sepadat tahu biasa membuat tahu sulit diambil dan berisiko rusak.
Meskipun bernama tahu susu, Indah bercerita tahu yang ia produksi tidak menggunakan campuran susu. Bahan dasarnya tetap sama seperti tahu biasa, yakni dari sari kedelai.
“Bedanya, tahu susu ini kami rebus dua kali, kalau tahu biasa hanya satu kali. Jadi teksturnya lebih lembut dibanding tahu biasa,” jelas Indah saat ditemui di rumah produksi tahu miliknya di Desa Ketilengsingolelo RT 2 RW 1, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, Sabtu (16/5/2026).
Selain itu, Indah melanjutkan, tahu susu yang ia produksi memiliki ciri khas berwarna kuning. Warna tersebut berasal dari parutan kunyit yang dicampurkan saat perebusan tahu kedua.
Warna itu juga menjadi ciri khas tahu susu asal Kota Bandung yang memang identik dengan warna kuning.
Baca juga : Gunakan Kuah Susu, Soto Betawi Jadi Favorit Baru di Warung Mubarok
“Tahu susu yang saya bikin ini kan khas Bandung, kalau di sana memang kuning,” ujar Indah.
Indah terinspirasi memproduksi tahu susu kuning khas Bandung karena di Jepara belum ada produsen tahu yang membuatnya. Rata-rata, menurut Indah, jika pun ada di Jepara, tahu susu yang paling banyak ditemui berwarna putih.
Dalam sehari, Indah bersama suaminya biasanya mengolah tiga kuintal kedelai untuk dijadikan tahu. Dua kuintal digunakan untuk produksi tahu putih, sedangkan sisanya untuk tahu kuning.
“Produksi memang lebih banyak tahu putih, karena tahu susu kuning di sini masih jarang. Itu juga yang membuat saya akhirnya punya keinginan untuk jualan tahu susu kuning,” ungkap Indah.
Tahu susu miliknya mampu bertahan di suhu dingin sekitar tiga hingga lima hari. Sebab, proses produksinya masih alami dan tanpa campuran bahan pengawet.
Indah merintis usaha produksi tahu tersebut sekitar empat tahun lalu atau pada 2023. Saat awal berjualan, Indah mengatakan banyak orang yang belum mengetahui tahu susu, terlebih karena warnanya kuning.
Namun, berkat kesabaran dan ketelatenannya mengenalkan produk dengan berkeliling pasar, tahu susu miliknya kini mulai memiliki pelanggan dari berbagai kalangan usia.
“Alhamdulillah, sekarang pelanggan sudah ada dari semua kalangan, anak-anak sampai lansia. Karena lembut dan tidak pakai pengawet, lansia yang punya riwayat sakit tertentu sering langganan. Anak-anak juga begitu, yang tadinya tidak doyan tahu jadi suka,” ujar Indah.
Editor: Kholistiono

