Berdiri Sejak 1976, Usaha Batu Bata Choirun Kini Mulai Sepi Pesanan

Seorang pria bercaping terlihat tengah sibuk meratakan bentuk batu bata yang telah dikeringkan. Satu per satu batu bata itu dikerik menggunakan sebuah pisau untuk dirapikan bentuknya agar kotak sempurna. Dengan teliti ia memperhatikan agar tidak ada satu pun batu bata yang terlewatkan.

Pria itu ialah salah satu karyawan Choirun, pengusaha batu bata yang sudah berdiri sejak tahun 1976. Pada betanews.id Choirun bercerita bahwasannya kini ia sudah memiliki lima tempat pembuatan batu bata. Beberapa dari tempat itu masih berada dalam satu lokasi. Per tempat pembuatan terdiri dari satu sampai dua karyawan.

Choirun mengaku usaha batu bata ini mulanya hanya sebagai pekerjaan sampingan saat ia masih bertani. Namun, setelah ditekuni, ia mendapat banyak sekali pesanan dari dalam maupun luar kota. Hingga pada akhirnya, usaha ini menjadi pekerjaan utama yang mampu menopang perekonomian keluarganya hingga saat ini.

-Advertisement-

Baca juga: Berkat Dorongan Sang Anak, Elok Sukses Buka Gultik Mantan Pertama di Kudus

“Dulu hanya sampingan, kalau ada waktu saya ambil tanah saat sedang tidak bertani. Sempat juga coba ikut jual beli tanah tapi ya tidak lanjut,” ujar pria kelahiran 1952 itu saat ditemui beberapa waktu lalu.

Choirun mengatakan batu bata buatannya masih dibuat dengan cara yang manual. Karena itu, tentu produk yang dihasilkannya pun akan lebih kuat dan tahan lama dibanding dengan pembuatan dengan mesin. Itulah salah satu yang membedakan batu bata miliknya dengan yang lain.

Salah satu karyawan Choirun menjelaskan beberapa proses yang harus dilalui dalam membuat batu bata. Pertama, pembakaran. Pembakaran ini mampu memakan waktu sampai dengan satu minggu. Dilanjut dengan proses ngidak sehari kemudian baru dikeringkan. Setelah itulah, batu bata akan mengalami proses finishing hingga menghasilkan bentuk yang sempurna.

“Ya kurang lebih memakan waktu sekitar dua minggu untuk sekali pembuatan,” ujarnya.

Baca juga: Cuma Rp500 Per Biji, Omzet Gethuk Goreng Kandar Tembus Rp2,5 Juta Sehari

Dulu saat usahanya masih naik daun, pemesanan batu bata Choirun bisa sampai Jakarta. Selain itu, ia banyak mendapat pesanan dari kota sekitar seperti Jepara dan Demak. Namun sekarang usaha batu bata Choirun tidak seeksis dulu. Hal itu dikarenakan, batu bata mulai tergantikan dengan kehadiran batako.

“Sekarang mulai sepi pesanan, jadi tidak pasti buatnya. Saya juga sudah tua, sejalannya saja,” ujar pria yang berdomisili di Bakalan, Krapyak, Kudus itu.

Penulis: Prih Nur Fia Istiqomah, Mahasiswa Magang PBSI UMK

Editor: Ahmad Rosyidi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER