Penulis: Meiliana

*Dosen Program Nutrisi dan Teknologi Kuliner, Universitas Katolik Soegijapranata

Keluhan dan meme mengenai peningkatan berat badan selama bekerja dari rumah (BDR) terkait pandemi Covid-19 bermunculan di media sosial (Ro, 2020). Menyadari pengaruh stres dan perubahan lingkungan terhadap perilaku makan, kita butuhkan agar peningkatan berat badan yang tidak diharapkan dapat dicegah.

Perubahan lingkungan secara drastis berdampak pada stres yang dapat berujung pada emotional eating akibat tingkat hormon kortisol yang tinggi. Saat stres, secara fisiologis tubuh menginginkan makanan tinggi kalori dan tinggi gula supaya ada asupan energi dalam waktu yang singkat. Gula juga menghasilkan dopamin, neurotransmitter yang mengaktifkan pusat kegembiraan di otak dan dapat mengalihkan seseorang dari emosi negatif (American Psychological Association, 2014; Ro, 2020).

Konsumsi makanan tinggi kalori dan tinggi gula menyebabkan keseimbangan energi positif, akibat jumlah konsumsi energi lebih besar daripada yang dikeluarkan tubuh melalui aktivitas fisik dan olah raga. Ini bisa berujung pada kenaikan berat badan.

Godaan snacking sangat besar saat bekerja dari rumah. Karenanya, pilihlah kudapan yang mengenyangkan dan mengandung banyak protein dengan rasio karbohidrat: protein 1:1 (jangan lebih besar dari 2:1) (Schuler, 2017). Kacang-kacangan, yogurt, dan buah bisa menjadi pilihan. Sekali waktu, jajanan tradisional misalnya lemper dan serabi bisa dikonsumsi dengan tetap memperhatikan porsi.

Salah satu cara mengontrol total kalori yang masuk tubuh adalah makan secara perlahan-lahan (eat slowly), sehingga kita sadar apa yang sedang dikonsumsi (Harvard Health Publishing, 2016). Dan yang perlu diperhatikan, kegiatan makan tidak seharusnya dilakukan bersamaan dengan aktivitas lain.

Latihan mengelola emosi dan olahraga juga menjadi kunci menghindari asupan energi berlebihan. Olahraga dapat menghilangkan stres dan meningkatkan energi keluar dari tubuh. Latihan pernafasan, peningkatan kekuatan otot, kelenturan, dan daya tahan tubuh bisa membantu mengurangi stres.

Olahraga dapat dilakukan saat jenuh bekerja maupun saat tubuh terasa pegal akibat posisi tubuh yang konstan dengan durasi panjang. Pilihlah aktivitas yang dapat dinikmati dan dapat dilakukan secara rutin. Peregangan bahu selama lima menit, jalan kaki, maupun berenang; semuanya lebih baik daripada duduk terus-menerus di depan layar komputer.

Referensi
Ro, C. (2020, April 1). Coronavirus: How to avoid overeating when working from home. Retrieved May 1, 2020, from https://www.bbc.com/worklife/article/20200331-how-to-eat-a-healthy-diet-when-work-from-home-coronavirus.


American Psychological Association. (2014). Stress in America™: Are Teens Adopting Adults’ Stress Habits? Retrieved from https://www.apa.org/news/press/releases/stress/2013/stress-report.pdf.


Schuler, L. (2017, February 2). Is working from home making you fat? Retrieved May 4, 2020, from https://growthlab.com/is-working-from-home-making-you-fat/


Harvard Health Publishing. (2016, January). 8 steps to mindful eating. Retrieved May 3, 2020, from https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/8-steps-to-mindful-eating.


Tinggalkan Balasan