31 C
Kudus
Minggu, November 27, 2022
BerandaBISNISGravitasi Teras Muria,...

Gravitasi Teras Muria, Angkat Potensi Muria sebagai Menu Khas

BETANEWS.ID, KUDUS – Suasana industrial modern cukup kental di Gravitasi Teras Muria. Salah satu kafe yang populer di Kota Kudus itu merupakan milik dari Sam’ani Intakoris, yang saat ini menjabat Sekda Kabupaten Kudus.

Seperti halnya namanya, Gravitasi Teras Muria mengangkat potensi lokal Kudus khususnya daerah Muria. Mulai dari kopi hingga aneka menu yang kental dengan bahan baku dari daerah tersebut. Hal itu dikatakan oleh pengelolanya, Doni Dole (50) yang sudah berkecimpung di dunia kopi sejak berumur 24 tahun.

Dikatakan lelaki bertato, yang juga memiliki coffee shop sendiri yakni Kopithong itu mengatakan, sudah lama ia ikut serta mengangkat brand kopi Muria hingga mengedukasi para petani setempat. Seperti pembinaan untuk roasting kopi, memperbaiki terus kualitas kopi Muria sampai edukasi menyeduh kopi bersama para petani. Hingga akhirnya, saat ini Doni bersama manajemen Gravitasi Teras Muria sekaligus mengangkat potensi tersebut ke dalam ciri khas kafe yang terletak di Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus.

Barista di Gravitasi Teras Muria sedang menyeduh kopi untuk konsumen. Foto : Titis Widjayanti
- Ads Banner -

Baca juga : Kopi Muria Wilhelmina Aman Dinikmati Bagi Penderita Lambung

“Kalau saya pribadi memang dari awal merasa ikut serta bertanggung jawab untuk ikut serta membina para petani kopi Muria. Mulai dari upgrade kualitas kopi, roasting, sampai cara menyeduh kopi. Sehingga nanti mereka bisa mengolah dan menjual kopi mulai dari cherry sampai sudah siap seduh. Bahkan sekarang sudah mulai banyak mereka menjual kopi yang siap seduh itu. Nah di sini, kami sepakat untuk mengangkat potensi tersebut di Gravitasi Teras Muria. Bahkan tidak hanya kopi, tetapi juga menu lain. Seperti pisang krispi Muria, yang bahan dasarnya dari Pisang Tanduk Muria,” papar Doni, Rabu (3/6/2020).

Lelaki dengan rambut kuncir itu, selanjutnya mengatakan, jika salah satu menu andalan kopi di sana seperti cappucino coffee, kopi yang digunakan adalah kopi Muria. Bahkan, untuk menu western seperti spageti khas kafe menggunakan daging ayam dan kerbau, bukan daging sapi. Hal tersebut berkaitan dengan kepercayaan warga setempat yang tidak diperbolehkan menyembelih sapi.

Selain itu, mengenai penerapan new normal yang sedang digaungkan oleh pemerintah, Doni mengatakan, bahwa Gravitasi Teras Muria sudah siap.

“Sebenarnya saya pribadi kan punya coffee shop sendiri, Kopithong itu. Tapi masih tutup sekarang. Karena memang secara kondisi, ruangannya juga masih kurang memungkinkan. Jadi takutnya kalau tidak bisa physical distancing. Kalau di sini masih bisa. Selain kami juga tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti penyediaan hand sanitizer, terus pengukuran suhu tubuh setiap pelanggan yang datang bahkan penggunaan sarung tangan plastik untuk para pegawai. Juga mengatur dan mengurangi jumlah kursi yang disediakan, supaya tetap ada jarak dan tidak berkerumun. Karena memang secara ruang di sini lebih luas,” kata dia.

Baca juga : Roastbean Coffee, Varian Baru dari Kopi Itheng

Seperti yang dikatakan olehnya, sore itu terlihat sekat stiker berwarna hijau di setiap meja. Bahkan jarak antarmeja pun cukup jauh. Dengan begitu, Doni berharap, para pengunjung tetap terjaga kesehatannya sembari masih bisa menikmati kopi dan makanan yang disediakan. Sejauh ini, dikatakannya pula, meskipun sempat sepi di awal pandemi, saat ini Gravitasi Teras Muria sudah mulai normal. Para pengunjung berdatangan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Untuk di kondisi pandemi hingga memasuki kebijakan new normal saat ini, kami tutup 1 jam lebih awal dari sebelumnya. Dulu buka dari jam 10 pagi sampai 10 malam, sekarang tutupnya jam 9 malam. Jadi memang masih terus berusaha untuk bertahan. Yang penting tidak melanggar aturan dari pemerintah. Kami menyesuaikan, karena di luar sana sudah banyak yang mulai kolaps di masa pandemi semacam ini. Di sini kami berusaha tetap menjaga kualitas sekaligus mematuhi protokol kesehatan,” ungkap dia.

Editor : Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,335PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler