Jelang Lebaran, Penjualan Sarung Al-Hazmi Meningkat Hingga 400 Persen

BETANEWS.ID, KUDUS – Permintaan sarung pada momen Ramadan hingga jelang Lebaran mengalami peningkatan penjualan dibandingkan hari-hari biasa. Seperti yang dialami oleh salah satu pelaku usaha produksi sarung batik, Al-Hazmi yang berada di Kelurahan Purwosari RT 1 RW 1, Kecamatan/Kabupaten Kudus. Pada momen seperti ini, permintaan mengalami lonjakan signifikan.

Owner Sarung Batik Al-Hazmi, Budi Wicaksono mengatakan, bahwa saat ini penjualan sarung di tempatnya naik berkali-kali lipat, dibandingkan hari biasanya. Bahkan ia menyebut, penjualan sarung batik miliknya itu mengalami lonjakan 300-400 persen.

“Alhamdulillah penjualan sarung saat Ramadan kali ini sangat meningkat dibanding bulan sebelumnya. Peningkatan bisa sampai 300-400 persen dibandingkan dari hari biasa,” katanya, belum lama ini.

-Advertisement-

Peningkatan penjualan itu terjadi, karena pada momen seperti ini banyak yang membutuhkan sarung untuk keperluan ibadah, baik di saat Ramadan hingga nanti untuk salat Idulfitri. Tak hanya dari Kudus, pembeli sarung di sana bahkan berasal dari luar kota, luar pulau, hingga luar negeri.

“Untuk pembeli sebagian besar dari warga Kudus. Namun, sarung kami juga diminati hingga luar kota, luar pulau, dan luar negeri. Psaran luar negeri dari Malaysia, Singapura, Arab Saudi, Hongkong, yang sebagian besar adalah TKI yang bekerja di sana,” jelasnya.

Baca juga: Brand Fashion Ternama dan Terlengkap Kini Hadir di Kudus

Sarung Batik Al-Hazmi, kata dia, memiliki lebih dari 170 seris sarung, dari 80 motif yang tersedia. Menurutnya, hampir semua seris sarung yang dikeluarkan, menjadi best seller oleh pembeli.

“Setiap seris alhamdulillah ada pasarnya sendiri-sendiri. Sehingga ratusan seris yang tersedia hampir semuanya jadi best seller,” ujarnya.

Ia menuturkan, dari sekian banyak motif yang tersedia, Budi mematok harga yang terbilang terjangkau, mulai dari Rp115 ribu hingga Rp455 ribu. Harga tersebut tergantung bahan, motif, hingga teknik pewarnaan dan pengerjaan yang membutuhkan efort lebih.

“Saat ini motif yang paling banyak diminati adalah motif Menara Kudus, keduanya motif klasik, yang dulunya sering dipakai para pendahulu, seperti motif kendoro-kendiri, tri busono, hingga pasiran. sehingga itu membangkitkan memorial warga itu sendiri untuk meningkatkan kembali sarung batik ke masa keemasannya dulu,” tuturnya.

Salah satu pembeli dari Jepara, Muhammad Tahrir menyampaikan, suka berlangganan di sana karena ia merasa cocok dengan motif dan harga yang ditawarkan. Sehingga meski datang jauh-jauh dari Jepara hal itu menurutnya sepadan.

“Saya cocok di sini karena harganya pas gak usah nawar. Selain itu motifnya juga bagus-bagus, jadi saya merasa cocok dengan motif yang ada,” terangnya.

Hal senada juga dikatakan oleh pembeli lainnya, Miftahul Rozaq. Menurutnya, motif yang tersedia di sana merupakan banyak motif kudusan. Dari segi harga juga disebut lebih merakyat, sehingga dia sering berlangganan di sana.

“Alasannya mencari sarung di sini banyak pilihan sarung khas kudusan dan untuk harga ya relatif merakyat. Motif yang saya cari ini klasik dan kain di sini juga nyaman . Ini beli lima,” imbuhnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER