31 C
Kudus
Sabtu, Desember 3, 2022
BerandaKUDUSPersyaratan Terlalu Berat,...

Persyaratan Terlalu Berat, Nakes di Kudus Terancam Gagal Dapat Insentif

BETANEWS.ID, KUDUS – Pencairan dana insentif bagi tenaga medis yang menangani Covid-19 di Kabupaten Kudus terganjal banyaknya persyaratan yang terlalu berat.

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Kudus Mukhasiron menuturkan, tenaga medis sebagai garda terdepan Covid-19, harus mendapatkan dana insentif. Selain misi kemanusiaan, tenaga medis juga perlu memperoleh haknya atas pengorbanan dan waktunya. Namun, hingga sekarang tidak ada satu pun dari tenaga medis yang memenuhi persyaratan.

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Kudus Mukhasiron. Foto: Imam Arwindra.

“Tadi disampaikan Dinas Kesehatan. Tidak ada satu pun yang bisa memenuhi standar. Persyaratan untuk mendapatkan insentif berat,” tuturnya selepas kegiatan rapat koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Senin (8/6/2020).

- Ads Banner -

Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut memberitahukan, Dinas Kesehatan Kudus harus menyetorkan datanya kepada Kementerian Kesehatan besok tanggal 10 Juni 2020. Namun, hingga sekarang belum ada yang sesuai persyaratan.

Baca juga: Alat Tes Swab di RSUD Kudus Sudah Bisa Dioperasikan

“Salah satu persyaratan yang berat yakni ada angka khusus terkait jumlah kasus yang ditangani tenaga medis. Baik kasus orang dalam pengawasan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) maupun pasien terkonfirmasi Covid-19,” jelasnya.

Dengan adanya hal tersebut, pihaknya meminta Dinas Kesehatan agar lebih memberikan pendampingan kepada tenaga medis yang berhak memperoleh dana insentif.

“Berdasarkan laporan memang ada sebagian tenaga medis yang murni ikhlas tidak mengambil insentif. Namun, ada juga yang memilih mengambil. Untuk itu, Dinas Kesehatan harus melakukan pendampingan lebih maksimal,” pinta Mukhasiron.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kudus dr Andini Aridewi menuturkan, beberapa tenaga kesehatan sudah mengajukan anggaran dana insentif tersebut. Namun, memang belum ada yang sesuai dengan persyaratan.

“Itu tidak hanya Kudus saja. Kabupaten sekitar Kudus pun sama,” ungkapnya.

Baca juga: Sempat Tutup, Puskesmas Kaliwungu Kini Sudah Dibuka Kembali

Beberapa tenaga kesehatan yang sudah mengajukan sementara hanya dari empat rumah sakit saja. Saat ini pihaknya masih melakukan proses revisi dan persepsi dalam menghitung kelengkapan data pendukung.

“Totalnya kami masih hitung, karena jumlahnya terus bertambah,” tuturnya.

Andini menjelaskan, dana insentif yang diberikan besarannya variatif, mulai dari Rp 5 juta hingga Rp 15 juta per bulan. Tertinggi, lanjut Andini, yakni dokter spesialis sebesar Rp 15 juta. Selanjutnya dokter umum dan dokter gigi Rp 10 juta, bidan dan perawat Rp 7,5 juta, dan tenaga medis lainnya Rp 5 juta.

“Jadi angka tersebut yakni per bulan. Paling tinggi dokter spesialis sampai Rp 15 juta perbulan. Namun, itu bukan angka mutlak. Tergantung berapa kasus yang ditangani,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Imam Arwindra
Imam Arwindrahttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sejak awal ikut terlibat dalam pembentukan Seputarkudus.com, cikal bakal Betanews.id.

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler