BETANEWS.ID, KUDUS – Dukuh Karanganyar, Desa Payaman, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus tiap tahun jadi langganan banjir. Terkait bencana tersebut, Bupati Sam’ani Intakoris sudah memiliki opsi penanganan banjir untuk jangka pendek maupun jangka panjang.
Hal tersebut disampaikannya saat meninjau banjir dan menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak, Jum’at (23/1/2026). Dukuh Karanganyar, Desa Payaman sendiri sudah terendam banjir selama 10 hari dengan ketinggian air sampai satu meter.
Baca Juga: Jadi Penentu Jalur Prestasi SPMB, Disdipora Kudus Tekankan Sekolah Tak lewatkan Tes TKA
Sam’ani menyadari keresahan warga Dukuh Karanganyar, Desa Payaman yang selalu kebanjiran. Untuk penanganan jangka pendek, pemerintah daerah akan terus bersinergi dengan seluruh pihak untuk memastikan pemenuhan kebutuhan gizi, distribusi bantuan, dan perlindungan masyarakat berjalan optimal.
“Kami bersama TNI, Polri, BPBD, Dinsos P3AP2KB, dan para relawan memastikan asupan gizi masyarakat tetap terpenuhi, agar warga tetap kuat dan merasakan kehadiran pemerintah,” bebernya.
Sementara langkah jangka panjang, Pemkab Kudus bakal mengusulkan pembangunan embung di sekitaran Desa Payaman. Dengan begitu akan ada pengendalian air, lalu kemudian dialirkan ke Sungai Juwana maupun Sungai Wulan.
“Untuk antisipasi banjir ke depan, kami mengusulkan pembangunan embung dan melakukan perbaikan sementara terhadap infrastruktur yang rusak,” jelasnya.
Sebagai informasi, data dari BPBD Kudus, 23 Januari 2026 atau hari ke-15 bencana Hidrometeorologi di Kota Kretek sebagian wilayah masih terendam banjir. Total ada 4 kecamatan dan 9 desa yang masih kebanjiran, termasuk Dukuh Karanganyar, Desa Payaman.
Baca Juga: Sepanjang 2025 Jumlah Kunjungan Wisata di Kudus Turun 14 Persen
Sebanyak 12.399 jiwa dari 4.073 Kepala Keluarga (KK) masih terdampak banjir. Total rumah yang masih kebanjiran ada 2.675 unit.
Jumlah warga Kudus yang masih mengungsi ada 2.009 jiwa. Sedangkan sawah yang masih terendam tinggal 2.890 hektare.
Editor: Haikal Rosyada

