BETANEWS.ID, KUDUS – Indonesian Inspiring Teachers Forum (IITF) menggelar Workshop Konten Kreatif dan Artificial Intelligence (AI) bagi 150 guru swasta se-Eks Karesidenan Pati di Hotel Horison IJ Kudus pada 14–15 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi ruang pengembangan kapasitas guru dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital.
Workshop yang dibuka langsung oleh PCNU Kudus itu diikuti guru dari berbagai latar belakang lembaga pendidikan, mulai dari NU, Muhammadiyah, PGRI, hingga sekolah berbasis Masehi dan Cahaya Nur. IITF sendiri merupakan forum yang digagas para guru muda NU dengan semangat kolaboratif lintas lembaga.
Koordinator IITF, Arif Ausafa Zaidan atau yang akrab disapa Danar, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan guru swasta dalam memahami perkembangan media digital dan pemanfaatan AI di dunia pendidikan.
Menurutnya, guru saat ini tidak cukup hanya hadir di ruang kelas, tetapi juga perlu mampu menjadi inspirator di ruang digital yang kini dekat dengan kehidupan pelajar.
“Mayoritas aktivitas siswa hari ini mengikuti tren media sosial dan FYP. Karena itu, guru harus hadir menjadi inspirator, bukan hanya di ruang kelas, tetapi juga di ruang digital. Guru perlu memahami bagaimana media sosial dapat digunakan secara bijak, edukatif, dan berdampak positif bagi generasi muda,” ujarnya.
Baca juga : Festival Tari Caping Kalo di Kudus Siap Pecahkan Rekor MURI
Selain membahas konten kreatif dan kecerdasan buatan, workshop tersebut juga membawa semangat “Jaga Indonesia” sebagai nilai dasar forum. IITF meyakini bahwa guru memiliki peran penting dalam menjaga karakter generasi muda dan stabilitas sosial melalui pendidikan.
Dewan Pengarah IITF, Abud SB Runcing, menegaskan agenda tersebut dirancang sebagai wadah pengembangan kompetensi guru swasta agar mampu menjawab tantangan pendidikan modern secara kreatif dan kolaboratif.
“Kami ingin guru-guru swasta memiliki ruang bertumbuh bersama, memperkuat kompetensi, serta mampu menjawab tantangan pendidikan modern dengan pendekatan yang kreatif dan kolaboratif,” katanya.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi, mulai dari strategi membuat konten edukatif, pemanfaatan AI dalam pembelajaran, pengelolaan media sosial yang sehat, hingga praktik membuat konten kreatif yang relevan dengan karakter siswa masa kini.
Melalui workshop tersebut, IITF berharap semakin banyak guru inspiratif yang mampu menjadi penggerak perubahan positif, baik di lingkungan sekolah maupun di ruang digital.
Editor: Kholistiono

